Apakah PPOK Menular? Berikut Fakta Lengkap Seputar Penyakit Ini

(0)
Penderita PPOK harus menghindari debu dan rokokInfeksi paru-paru yang berulang akan membuat PPOK semakin bertambah parah.
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah salah satu kelompok penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Bila Anda sering mengalami infeksi paru-paru, waspadai kemungkinan PPOK.WHO menyebutkan PPOK sebagai penyebab kematian keempat di dunia. PPOK paling sering terjadi pada orang usia lebih dari 40 tahun yang merokok atau pernah merokok sebelumnya. Dulu, PPOK lebih sering terjadi pada pria, namun sekarang risikonya menjadi sama. Perlu diketahui PPOK dapat menyebabkan kerusakan paru yang permanen dan berhubungan erat dengan naiknya risiko penyakit jantung.Faktor risiko terjadinya PPOK adalah kebiasan merokok maupun paparan asap rokok dan pencemaran udara. PPOK adalah penyakit peradangan paru kronis yang menyebabkan terhambatnya aliran udara keluar dari dalam paru keluar.

Mengenal gejala PPOK

Di awal kemunculannya, penyakit PPOK biasanya tidak menunjukkan gejala. Gejala baru akan terlihat setelah saluran pernapasan dan paru-paru mengalami kerusakan yang signifikan. Semakin parah kondisi yang dialami pengidapnya, maka gejalanya pun akan semakin terlihat parah. Berikut ini gejala PPOK yang perlu Anda ketahui:
  • batuk-batuk berdahak lama
  • sering berdeham pada pagi hari untuk mengeluarkan dahak
  • sesak napas, terutama saat sedang aktivitas fisik
  • mengi
  • warna biru pada bibir dan kuku
  • sering mengalami infeksi paru-paru
  • kurang bertenaga
  • berat badan semakin turun
Seseorang dinyatakan menderita PPOK secara klinis bila mengalami faktor risiko disertai batuk berdahak yang lama dan sesak napas terutama saat aktivitas fisik pada orang usia pertengahan atau tua.

Infeksi paru-paru memperburuk PPOK

Penderita PPOK secara alamiah lebih rentan mengalami infeksi paru-paru. Kekambuhan akut PPOK ditandai dengan perburukan mendadak fungsi pernapasan dan gejala PPOK.Episode kekambuhan ini dapat bersifat ringan yaitu dapat sembuh sendiri maupun dapat sangat buruk sampai membutuhkan alat bantu pernapasan.Sebagian besar pasien PPOK mengalami dua kali episode kekambuhan akut dalam setahun. Penyebab tersering kekambuhan akut PPOK adalah infeksi bakteri pada saluran napas, walaupun infeksi virus juga dapat mencetuskannya.  Kekambuhan akut PPOK juga dapat disebabkan alergi berat akibat menghirup zat seperti polusi udara berat. Penyebab lainnya adalah perubahan cuaca, kelelahan, tidak cukup tidur, atau mengalami stres emosional atau kecemasan.Gejala kekambuhan akut PPOK ditandai dengan perburukan gejala PPOK yang biasa dialami, meliputi:
  • Mengi yang lebih berat dan keras dibanding biasanya
  • Batuk-batuk yang terus menerus, dahak semakin banyak dan warna dahak yang berubah menjadi kuning, hijau, coklat, atau berdarah
  • Sesak napas yang lebih berat dibanding biasanya
  • Demam
  • Merasa kebingungan dan mengantuk terus
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki

Perawatan untuk penyakit PPOK

Sejauh ini, penyakit PPOK belum bisa disembuhkan secara tuntas. Namun, pengidapnya tetap perlu menjalani perawatan guna memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi keparahan gejala yang dirasakan. Beberapa langkah perawatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi PPOK antara lain:
  • Berhenti merokok. Jika Anda seorang penderita PPOK yang juga seorang perokok, segeralah berhenti. Inilah cara paling ampuh untuk mencegah keparahan penyakit dan meredakan gejala.
  • Penggunaan inhaler. Apabila PPOK membuat Anda sulit bernapas, dokter mungkin memberikan inhaler untuk membantu membuka jalan napas dan memudahkan bernapas.
  • Konsumsi obat-obatan. Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan gejala yang timbul.
  • Rehabilitasi pulmonari. Rehabilitasi bisa dilakukan dengan menjalani olahraga yang khusus diperuntukkan untuk memperbaiki kapasitas paru-paru. Selama rehabilitasi, dokter juga akan terus memberikan edukasi soal penyakit ini.
  • Operasi atau transplantasi paru. Jika kondisi sudah benar-benar parah, maka operasi atau transplantasi paru mungkin perlu dilakukan.

Mencegah kekambuhan akut PPOK

Kekambuhan akut pada pasien PPOK menyebabkan penurunan fungsi paru yang lebih cepat, menurunnya kualitas hidup, dan kemampuan aktivitas fisik. Karena itu, penting sekali mencegah kekambuhan akut PPOK.Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kekambuhan akut PPOK:
  • Menghindari apapun yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru seperti debu, asap lingkungan, rokok, dan zat kimia lainnya
  • Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penyebab tersering kekambuhan akut PPOK adalah infeksi saluran napas, maka sebaiknya penderita PPOK mendapatkan vaksinasi flu tiap tahun dan vaksin pneumonia
  • Minum obat teratur
  • Menjaga pola hidup yang sehat seperti tidur cukup, makan makanan sehat, berhenti merokok dan olahraga rutin.
Jika Anda mengalami gejala PPOK, maka periksakanlah kondisi Anda ke dokter untuk memastikan diagnosis. Semakin cepat diatasi, maka risiko keparahan pun akan semakin berkurang.
penyakit paru-paruinfeksi paru-parupenyakit paru obstruktif kronisppok
PERSI. http://www.pdpersi.co.id/peraturan/kepmenkes/kmk10222008.pdf
Diakses 21 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses 21 April 2019
Litbang Departemen Kesehatan. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/3130
Diakses 21 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323350.php
https://www.medicalnewstoday.com/articles/315611.php
https://www.medicalnewstoday.com/articles/322970.php
Diakses 21 April 2019
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)
Diakses 21 April 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK315789/
Diakses 21 April 2019
European Respiratory Journal. https://erj.ersjournals.com/content/35/6/1209
https://err.ersjournals.com/content/19/116/113
Diakses 21 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/treatment/
Diakses pada 21 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait