Infeksi Paru-Paru Dapat Memperburuk Penyakit PPOK, Ketahui Gejalanya!

Penderita PPOK harus menghindari debu dan rokok
Infeksi paru-paru yang berulang akan membuat PPOK semakin bertambah parah.

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah salah satu kelompok penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Bila Anda sering mengalami infeksi paru-paru, waspadai kemungkinan PPOK.

Faktor risiko terjadinya PPOK adalah merokok dan pencemaran udara. PPOK adalah penyakit peradangan paru kronis yang menyebabkan terhambatnya aliran udara keluar dari dalam paru keluar.

[[artikel-terkait]]

WHO menyebutkan PPOK sebagai penyebab kematian keempat di dunia. PPOK paling sering terjadi pada orang usia lebih dari 40 tahun yang merokok atau pernah merokok sebelumnya.

Dulu PPOK lebih sering terjadi pada pria, namun sekarang risikonya menjadi sama. Perlu diketahui PPOK dapat menyebabkan kerusakan paru yang permanen.

PPOK biasanya tidak bergejala. Ketika telah terjadi kerusakan paru yang signifikan, gejala baru muncul dan biasanya akan semakin memburuk seiring waktu.

Gejala PPOK adalah sebagai berikut:

  • batuk-batuk berdahak lama
  • sering berdeham pada pagi hari untuk mengeluarkan dahak
  • sesak napas, terutama saat sedang aktivitas fisik
  • mengi
  • warna biru pada bibir dan kuku
  • sering mengalami infeksi paru-paru
  • kurang bertenaga
  • berat badan semakin turun

Seseorang dinyatakan menderita PPOK secara klinis bila mengalami faktor risiko disertai batuk berdahak yang lama dan sesak napas terutama saat aktivitas fisik pada orang usia pertengahan atau tua.

Infeksi paru-paru memperburuk PPOK

Penderita PPOK secara alamiah lebih rentan mengalami infeksi paru-paru. Kekambuhan akut PPOK ditandai dengan perburukan mendadak fungsi pernapasan dan gejala PPOK.

Episode kekambuhan ini dapat bersifat ringan yaitu dapat sembuh sendiri maupun dapat sangat buruk sampai membutuhkan alat bantu pernapasan.

Sebagian besar pasien PPOK mengalami dua kali episode kekambuhan akut dalam setahun. Penyebab tersering kekambuhan akut PPOK adalah infeksi bakteri pada saluran napas, walaupun infeksi virus juga dapat mencetuskannya.  

Kekambuhan akut PPOK juga dapat disebabkan alergi berat akibat menghirup zat seperti polusi udara berat. Penyebab lainnya adalah perubahan cuaca, kelelahan, tidak cukup tidur, atau mengalami stres emosional atau kecemasan.

Gejala kekambuhan akut PPOK ditandai dengan perburukan gejala PPOK yang biasa dialami, meliputi:

  • mengi yang lebih berat dan keras dibanding biasanya
  • batuk-batuk yang terus menerus, dahak semakin banyak dan warna dahak yang berubah menjadi kuning, hijau, coklat, atau berdarah
  • sesak napas yang lebih berat dibanding biasanya
  • demam
  • merasa kebingungan dan mengantuk terus
  • pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki

Mencegah kekambuhan akut PPOK

Kekambuhan akut pada pasien PPOK menyebabkan penurunan fungsi paru yang lebih cepat, menurunnya kualitas hidup, dan kemampuan aktivitas fisik. Karena itu, penting sekali mencegah kekambuhan akut PPOK.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kekambuhan akut PPOK:

  • Menghindari apapun yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru seperti debu, asap lingkungan, rokok, dan zat kimia lainnya
  • Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penyebab tersering kekambuhan akut PPOK adalah infeksi saluran napas, maka sebaiknya penderita PPOK mendapatkan vaksinasi flu tiap tahun dan vaksin pneumonia
  • Minum obat teratur
  • Menjaga pola hidup yang sehat seperti tidur cukup, makan makanan sehat, dan olahraga rutin.

Penyakit PPOK semakin memburuk dengan seringnya mengalami kekambuhan akut.Semoga artikel ini membantu Anda mengenali penyebab, tanda, dan cara mencegah kekambuhan akut PPOK.

PERSI. http://www.pdpersi.co.id/peraturan/kepmenkes/kmk10222008.pdf
Diakses 21 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses 21 April 2019

Litbang Departemen Kesehatan. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/3130
Diakses 21 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323350.php
https://www.medicalnewstoday.com/articles/315611.php
https://www.medicalnewstoday.com/articles/322970.php
Diakses 21 April 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)
Diakses 21 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK315789/
Diakses 21 April 2019

European Respiratory Journal. https://erj.ersjournals.com/content/35/6/1209
https://err.ersjournals.com/content/19/116/113
Diakses 21 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed