7 Gejala dan Penyebab Batuk Berdarah Secara Umum

Infeksi paru merupakan salah satu penyebab batuk berdarah
Batuk berdarah bisa menandakan adanya penyakit yang lebih serius.

Sebagian orang pernah mengalami batuk berdarah. Mungkin Anda salah satunya. Batuk berdarah terjadi ketika Anda mengalami batuk yang disertai dengan darah. Darah tersebut biasanya berasal dari paru-paru atau saluran pernapasan.

Batuk berdarah merupakan gejala dari suatu penyakit. Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut hemoptisis. Batuk berdarah dapat menjadi pertanda masalah yang serius, meski tak selalu demikian.

[[artikel-terkait]]

7 Penyebab batuk berdarah yang biasa terjadi

Batuk berdarah dapat terjadi karena berbagai hal. Berikut ini penyebab umum batuk berdarah yang biasa terjadi.

1. Batuk yang berkepanjangan dan parah

Batuk parah yang berkepanjangan, bisa menyebabkan batuk berdarah. Sebab, batuk dengan intensitas tinggi, dapat mengakibatkan tenggorokan atau saluran pernapasan terluka maupun iritasi, sehingga berdarah.

2. Infeksi paru

Infeksi paru atau infeksi saluran udara besar dapat menimbulkan luka di paru-paru. Selain menyebabkan batuk berdarah, infeksi paru juga dapat membuat Anda demam, sesak napas, dan mengeluarkan dahak yang mengandung nanah.

3. Bronkiektasis

Bronkiektasis terjadi ketika saluran udara paru-paru melebar dan menebal secara abnormal, sehingga muncul penumpukan bakteri dan lendir yang berlebih, dan membuat paru-paru rentan terkena infeksi. Gejala yang paling umum dari bronkiektasis yaitu batuk berdahak dengan sering.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya batuk berdarah dan sesak napas.

4. Bronkitis

Bronkitis merupakan radang yang terjadi pada tabung bronkial yang mengalirkan udara dari tenggorokan ke paru-paru.

Ketika tabung tersebut meradang, lendir akan mengalami penumpukan. Bronkitis pun dapat menyebabkan batuk berdarah, sesak napas, dan demam ringan.

5. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri yang dapat mempengaruhi paru-paru. Anda dapat terkena TBC jika menghirup percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.

TBC dapat menyebabkan Anda sering batuk, bahkan lebih dari tiga minggu, yang disertai dengan dahak atau darah. Anda juga mungkin mengalami demam, kelelahan, dan tidak nafsu makan.

6. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru dapat menyebabkan terjadinya batuk berdarah. Kanker ini lebih mungkin terjadi jika Anda berusia di atas 40 tahun, dan memiliki kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok lambat laun dapat meracuni paru-paru Anda, hingga mengalami kerusakan.

7. Emboli paru

Emboli paru merupakan pembuluh darah yang tersumbat di paru-paru. Emboli paru dapat menyebabkan batuk berdarah, kesulitan bernapas, dan  sakit di dada atau punggung bagian atas. Hal ini dapat mengancam jiwa Anda, jika tidak segera ditangani.

Selain ketujuh penyebab umum di atas, batuk berdahak juga dapat disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronis, edema paru, kanker tenggorokan atau saluran pernapasan, gagal jantung kongestif, abses paru-paru, infeksi parasit, trauma, pengunaan obat-obatan pengencer darah, kondisi peradangan atau autoimun, dan malformasi areteri.

Gejala umum batuk berdarah

Tingkat keparahan kondisi batuk berdarah yang Anda alami, tergantung pada volume darah, dan lamanya batuk.

Ciri-ciri batuk berdarah berbeda-beda. Ada darah yang berwarna merah muda atau terang. Namun, ada pula yang berbusa atau bercampur dengan dahak berlendir. Ini bisa keluar secara tiba-tiba ketika Anda batuk. Beberapa gejala batuk berdarah ini, tidak boleh Anda abaikan:

  • Darah yang keluar volumenya banyak, lebih dari dua sendok teh
  • Batuk berdarah disertai dengan dahak
  • Batuk berdarah berlangsung dalam waktu yang lama
  • Ketika batuk berdarah, Anda mengalami demam, dan berkeringat.
  • Anda juga merasa sesak napas atau nyeri dada.
  • Batuk berdarah disertai pula dengan urine atau feses yang berdarah
  • Anda kehilangan nafsu makan sehingga berat badan berkurang.

Pendarahan juga bisa berasal dari luar paru-paru atau saluran pernapasan. Darah yang keluar dari saluran pencernaan dalam bentuk muntah disebut hematemesis.

Jika Anda mengalami batuk berdarah, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Sebab, kondisi tersebut bisa saja menjadi tanda dari penyakit serius yang dapat mengancam nyawa Anda.

Tes Batuk Darah

Untuk memberi penanganan yang tepat pada batuk berdarah, tentu dokter harus mengetahui apa yang menjadi penyebabnya terlebih dahulu. Oleh sebab itu, dokter akan melakukan beberapa tes dalam menentukan penyebab batuk darah. Ini dilakukan dengan mengukur banyaknya darah yang keluar, dan dampaknya pada pernapasan. Tes batuk darah yang mungkin dilakukan, yaitu:

  • Riwayat dan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengambil sampel dahak yang mengandung darah untuk mengidentifikasi penyebabnya.
  • Rontgen dada. Tes ini akan menunjukkan adanya suatu massa, cairan atau penyumbatan di paru-paru.
  • CT Scan. Ini akan menunjukkan struktur paru-paru secara lebih detil, dan dapat menunjukkan penyebab batuk berdarah.
  • Bronkoskopi. Tes ini dilakukan dengan memasukkan bronskop (tabung kecil dengan kamera diujungnya) melalui mulut atau hidung untuk masuk ke tenggorokan dan saluran udara.
  • Penghitungan darah lengkap atau complete blood count (CBC). Ini dilakukan dengan menghitung jumlah sel darah merah dan putih dalam darah, serta sel-sel yang berperan dalam pembekuan darah.
  • Tes urin. Dapat membantu dokter mendeteksi masalah yang ditunjukkan oleh urin.
  • Tes koagulasi. Tes ini dilakukan untuk melihat perubahan pada kemampuan darah untuk menggumpal.

Setelah mengetahui penyebabnya, dokter akan melakukan perawatan yang tepat untuk batuk berdarah yang Anda alami. Penanganan akan ditujukkan untuk menghentikan gejala, dan menangani penyebab timbulnya kondisi tersebut.

Perawatan mungkin dapat dilakukan dengan obat-obatan, terapi atau operasi. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai pengobatan batuk berdarah yang Anda lakukan. Jangan biarkan masalah batuk ini semakin parah, dan tak kunjung sembuh untuk waktu yang lama.

Sebab, jika dibiarkan hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan diri Anda. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan pada dokter jika Anda merasakan adanya hal tak biasa pada diri Anda untuk mendapat arahan yang tepat.

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood/
Diakses pada 19 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/
Diakses pada 19 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/tuberculosis-tb/
Diakses pada 19 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/pulmonary-embolism/
Diakses pada 19 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/coughing-up-blood
Diakses pada 19 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchitis
Diakses pada 19 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood
Diakses pada 19 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed