Infeksi Lambung Menyerang, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Infeksi lambung dapat menyebabkan heartburn dan nyeri perut
Ilustrasi seseorang yang tengah mengalami infeksi lambung

Infeksi lambung biasanya kerap dihubungkan dengan konsumsi makanan pedas, stres, hingga gaya hidup tidak sehat seperti merokok. Namun, infeksi ini sebetulnya diakibatkan oleh serangan bakteri Helicobacter pylori.

H. pylori dapat masuk ke tubuh manusia lewat makanan, minuman, atau penggunaan alat makan yang telah terkontaminasi bakteri tersebut. H. pylori kemudian menyerang dinding lambung yang dalam kondisi normal berfungsi untuk melindungi lambung dari produksi asam yang digunakan tubuh untuk mencerna makanan.

Infeksi bakteri ini dapat merusak dinding lambung sehingga asam lambung dapat menyebabkan luka pada lambung. Luka inilah yang kemudian mengakibatkan infeksi lambung sehingga membuat makanan sulit dicerna, atau dalam kondisi parah mengakibatkan pendarahan lambung.

Gejala infeksi lambung

H. pylori sebetulnya merupakan mikroorganisme yang terdapat pada sebagian besar orang di dunia. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh manusia dalam masa kanak-kanak, namun orang dewasa juga bisa terkena bakteri ini tanpa disadari.

Kebanyakan orang yang memiliki H. pylori di dalam tubuhnya tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, ketika bakteri tersebut sudah mengakibatkan luka, maka Anda akan mengalamin gejala infeksi lambung, seperti:

  • Nyeri perut, terutama ketika perut kosong. Nyeri ini akan terasa mengganggu, namun dapat datang dan pergi
  • Perut kembung
  • Sendawa berlebihan
  • Mual
  • Heartburn
  • Demam
  • Tidak nafsu makan (anoreksia)
  • Terjadi penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Dalam kasus yang parah, infeksi lambung juga dapat menimbulkan gejala yang harus segera diperiksakan ke dokter, seperti:

  • Kesulitan mengunyah atau menelan
  • Anemia
  • Terdapat bercak darah pada feses
  • Muntah yang terdapat bercak hitam seperti kopi.

Memang, gejala infeksi lambung di atas juga bisa menandakan infeksi penyakit lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya meminta diagnosis dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab infeksi lambung

Para praktisi kesehatan belum mengetahui penyebab pasti terjadinya infeksi lambung. Selain lewat benda-benda yang terkontaminasi, bakteri H. pylori mungkin masuk ke tubuh manusia lewat kontak langsung dengan air liur, muntah, atau feses seseorang yang memiliki bakteri ini.

Sementara itu ada pula faktor risiko yang meningkatkan peluang Anda mengalami infeksi lambung, yaitu:

  • Tinggal di area padat penduduk atau tinggal satu atap dengan banyak orang
  • Tinggal di daerah yang kekurangan suplai air bersih
  • Tinggal dengan seseorang yang mengidap infeksi lambung akibat bakteri H. pylori
  • Tinggal di negara berkembang.

Penanganan infeksi lambung

Untuk menentukan pengobatan infeksi lambung yang sesuai, dokter terlebih dahulu harus memastikan bakteri H. pylori memang ada di dalam tubuh. Diagnosis ini dapat ditegakkan lewat berbagai tes, misalnya pemeriksaan napas, feses, maupun endoskopi alias memasukkan selang khusus ke lambung untuk mengambil sampel jaringan dinding lambung.

Setelah Anda positif mengidap infeksi lambung akibat H. pylori, dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi Anda. Obat-obatan tersebut, antara lain:

  • Antibiotik. Digunakan untuk membunuh bakteri pylori itu sendiri. Obat antibiotik ini misalnya amoxicillin, clarithromycin, metronidazole, tetracycline, atau tinidazole. Dokter bisa meresepkan dua jenis antibiotik sekaligus.
  • Obat pereda nyeri lambung, untuk menghambat produksi asam lambung. Contoh obat ini adalah dexlansoprazole, esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, atau rabeprazole.
  • Bismuth subsalisilate, obat untuk membantu antibiotik membunuh bakteri pylori.
  • Obat antihistamine, untuk membendung produksi histamin alias zat kimia yang merangsang tubuh menghasilkan lebih banyak asam lambung. Contoh dari obat ini adalah cimetidine, famotidine, nizatidine, atau ranitidine.

Dokter bisa saja meresepkan 14 jenis obat sekaligus ketika Anda mengidap infeksi lambung yang disebabkan bakteri H. pylori. Jumlah itu mungkin terlihat sangat banyak dan Anda berhak menanyakan fungsi setiap obat yang diberikan, termasuk cara meminumnya serta efek samping yang mungkin muncul dari konsumsi obat tersebut.

Meminum obat sesuai petunjuk dokter sangat krusial untuk menyembuhkan infeksi lambung. Konsumsi antibiotik yang asal-asalan, misalnya, akan membuat bakteri tersebut kebal sehingga membuka kemungkinan kondisi Anda akan makin buruk.

Setelah 1-2 minggu perawatan, Anda kembali dianjurkan untuk menjalani tes deteksi H. pylori. Hal ini untuk memastikan bakteri tersebut telah sepenuhnya pergi dari tubuh Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/h-pylori-helicobacter-pylori
Diakses pada 16 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/helicobacter-pylori
Diakses pada 16 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/symptoms-causes/syc-20356171
Diakses pada 16 Maret 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/gastritis-and-peptic-ulcer-disease/helicobacter-pylori-infection
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait