Jenis infeksi kulit lainnya meliputi MRSA, selulitis, impetigo, dan herpes.
Herpes merupakan salah satu jenis infeksi kulit yang dapat timbul di sekitar mulut.

Kulit manusia sering disamakan dengan bawang yang memiliki lapisan. Ketika terjadi infeksi kulit, semakin dalam luka, maka akibatnya semakin buruk pula. Lapisan pertama dinamakan epidermis, yang merupakan sel pemberi warna kulit. Lapisan kedua bernama dermis dan berfungsi memproduksi minyak untuk melindungi kulit Anda.

Bagian ini yang membuat Anda merasakan panas, dingin, dan sakit. Lapisan ketiga biasanya disebut sebagai lemak subkutan, yang merekatkan kulit dengan tulang dan otot. Bagian ini juga membantu Anda untuk mengontrol suhu.

[[artikel-terkait]]

Penyebab Infeksi Kulit

Saat Anda memiliki luka di kulit, bakteri dan kuman akan dengan mudah masuk melalui luka tesebut dan akhirnya menyebabkan infeksi kulit. Bakteri merupakan salah satu organisme yang hidup di sekitar Anda.

Ada beberapa jenis bakteri yang baik, namun ada pula yang jahat. Bakteri jahat tersebut dapat menyebabkan komplikasi baru saat Anda mempunyai luka yang terbuka. Selain itu, virus dan jamur juga merupakan penyebab terjadinya infeksi kulit.

Bagaimana Cara Mengobati Infeksi Kulit?

Salah satu cara mengobati infeksi kulit yang diakibatkan oleh bakteri adalah dengan antibiotik. Beberapa bakteri biasanya kebal terhadap obat dan susah untuk dibunuh. Obat seperti krim dapat menghentikan infeksi jamur serta beberapa virus. Namun dalam kasus lain, bisa saja gejala infeksi Anda hilang dengan sendirinya.

Jenis Infeksi Kulit

Setidaknya ada beberapa tipe infeksi kulit yang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu:

1. MRSA

Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan kulit Anda bernanah dan hanya akan diobati melalui perawatan luka oleh dokter.

2. Selulitis

Selulitis merupakan infeksi dari bakteri yang paling sering terjadi pada bagian kaki, walaupun kemungkinan juga dapat menyerang bagian lainnya. Pada area yang terinfeksi, akan terlihat pembengkakan, panas, dan terasa lunak. Hal ini akan menjadi serius jika bakteri merusak semakin dalam dan memengaruhi peredaran darah Anda.

3. Impetigo

Infeksi kulit ini sering menyerang anak usia prasekolah dan sekolah. Impetigo biasanya menyerang bagian wajah, leher, tangan, atau daerah sekitar penggunaan popok. Infeksi ini muncul karena luka goresan yang terbuka.

4. Necrotizing Fasciitis

Penyakit infeksi kulit ini juga dikenal sebagai bakteri pemakan daging. Penyebaran yang dilakukan bakteri ini sangat cepat, sehingga mengancam keselamatan penderitanya. Mereka membunuh bagian-bagian tubuh dalam manusia seperti otot, lemak, dan jaringan yang menghubungan otot ke tulang.

5. Folikulitis

Folikulitis terjadi peradangan pada folikel (kantong yang menahan akar rambut). Akibatnya, kulit akan memerah, gatal, dan terlihat seperti luka bakar. Infeksi ini terjadi karena serangan bakteri, tapi virus serta jamur juga menjadi faktor pendukung lainnya.

6. Herpes

Herpes menyerang bagian intim organ wanita atau pria yang disebabkan oleh virus. Setelah terjangkit, virus tersebut bersarang dalam tubuh Anda dan bersifat menular, sehingga penderita herpes dilarang melakukan hubungan seksual.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-skin-infections
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed