Infeksi endogenus pada reproduksi wanita bisa dicegah dengan menghindari penggunaan antibiotik
Menghindari konsumsi antibiotik menjadi salah satu cara mencegah infeksi endogenus

Infeksi saluran reproduksi dibagi menjadi tiga, yaitu infeksi menular seksual, infeksi endogenus, dan infeksi iatrogenik. Infeksi endogenus menjadi infeksi yang banyak terjadi di dunia.

Anda mungkin merasa asing dengan infeksi endogenus. Meski demikian, bisa saja Anda mengalami infeksi ini.

[[artikel-terkait]]

Infeksi endogenus pada wanita

Infeksi endogenus terjadi ketika organisme normal yang berada di saluran reproduksi, tumbuh secara berlebih. Infeksi endogenus menjadi infeksi saluran reproduksi yang paling umum terjadi pada wanita.

Sementara itu pada pria, infeksi saluran reproduksi yang paling umum terjadi yaitu infeksi menular seksual. Ada dua jenis infeksi endogenus yang paling sering terjadi pada wanita, yaitu kandidiasis vagina dan vaginosis bakteri.

1. Kandidiasis

Infeksi jamur kandidiasis adalah infeksi yang paling sering disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Biasanya, kandidiasis menyebabkan rasa gatal berlebih pada area genital, dan bisa disertai dengan keputihan.

Akan tetapi, kandidiasis tidak berhubungan dengan peningkatan pH vagina atau sejumlah sel darah putih.

2. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah infeksi akibat gangguan normal flora normal vagina, dengan jumlah bakteri jahat melebihi bakteri baik. Vaginosis bakteri ditandai dengan pH vagina yang meningkat, serta keputihan abnormal dan berbau amis.

Berbagai faktor risiko infeksi endogenus

Kedua jenis infeksi endogenus di atas dapat dengan mudah diobati, namun seringkali terjadi berulang. Infeksi endogenus saluran reproduksi lebih berisiko terjadi pada wanita dengan kondisi-kondisi berikut ini.

1. Kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral

Kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral, dapat menyebabkan wanita mengalami perubahan pH atau tingkat keasaman vagina.

2. Kebiasaan douching

Douching adalah pembilasan vagina dengan zat pembersih, yang dapat mengganggu keseimbangan flora alami vagina.

3. Kondisi medis tertentu

Orang dengan kondisi medis tertentu, lebih berisiko terkena infeksi endogenus. Misalnya, orang dengan diabetes, atau orang yang menggunakan steroid dalam jangka panjang.

Infeksi endogenus yang terjadi berulang, dapat pula menjadi tanda dari penyakit serius yang dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, seperti halnya infeksi HIV.

Komplikasi akibat infeksi endogenus

Terkadang, infeksi endogenus pada saluran reproduksi dapat menyebabkan komplikasi, berupa kelahiran prematur maupun berat badan lahir rendah, infeksi menular seksual (HIV) klamidia, gonore, atau herpes simpleks), serta radang panggul.

Bahkan, infeksi endogenus yang terjadi pada rahim dan saluran tuba, bisa mengakibatkan seorang wanita sulit memperoleh kehamilan.

Langkah sederhana untuk mencegah infeksi endogenus

Setidaknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan, untuk mencegah terjadinya infeksi endogenus pada saluran reproduksi. Pertama, menghindari douching. Kedua, meminimalisir penggunaan antibiotik. Ketika, memakai pakaian dalam berbahan katun dan tidak ketat.

Douching dapat mengganggu flora normal vagina, dan menyebabkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme lain. Selain itu, penggunaan sabun dengan kandungan keras, serta pembersih atau pengering vagina, harus dihindari. Anda cukup membersihkan area genital bagian luar Anda dengan air bersih saja.

Antibiotik memang dapat membantu mengurangi rasa sakit penyakit lain. Namun, penggunaannya dapat mengganggu flora normal vagina, dan menyebabkan pertumbuhan jamur berlebih.

Untuk menghindari terjadinya infeksi endogenus, Anda dapat menggunakan celana dalam berbahan katun. Hal tersebut dilakukan agar permukaan vagina tidak lembap. Sebab, tempat yang lembap menjadi tempat timbulnya jamur atau bakteri secara berlebih.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed