Infeksi Bakteri Tuberkulosis, Kapankah Menular?

(0)
28 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bakteri tuberkulosis berbentuk batang bila dilihat di bawah mrikroskopDi bawah mikroskop, bakteri tuberkulosis akan tampak berbentuk batang
Infeksi bakteri tuberkulosis atau lebih dikenal dengan TBC umumnya menyerang paru-paru. Namun penyakit ini juga dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.Bakteri tuberkulosis memiliki nama ilmiah Mycobacterium tuberculosis, dan sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain lewat percikan air liur. Seorang penderita bisa menularkannya pada orang lain saat ia bicara, batuk, bersin, ataupun tertawa.Namun proses perpindahan bakteri TBC antarmanusia tidak segampang virus flu. Anda lebih mungkin mengalami penyakit ini bila sering bertemu dengan penderita. Misalnya, tinggal serumah atau bekerja dalam satu ruangan dengan pengidap.

Mengenal berbagai jenis infeksi bakteri tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC dibagi menjadi dua jenis, tergantung gejalanya. Pasalnya, orang yang mengalami infeksi bakteri tuberkulosis, tidak selalu jatuh sakit.Sistem imun dapat mencegah seseorang jatuh sakit meski ia sudah memiliki bakteri tuberkulosis di tubuhnya. Oleh karena itu, TB dikelompokkan dalam dua jenis berikut:
  • TB laten

Pada TB laten, seseorang memiliki bakteri tuberkulosis di tubuhnya, tapi tidak merasa sakit atau menunjukkan gejala-gejala tertentu. Pederita jenis TBC ini tidak dapat menyebarkan bakteri atau menularkan penyakit TBC pada orang lain.
  • TB aktif

Pada jenis TB aktif, seseorang memiliki bakteri M. tuberculosis di dalam tubuhnya dan menunjukkan gejala-gejala TBC. Penderita dapat menularkan penyakitnya pada orang lain.TB aktif juga umumnya terjadi akibat TB laten yang tidak diobati, misalnya pada penderita yang tdak bergejala dan tidak terdeteksi.

Gejala infeksi bakteri tuberkulosis yang perlu Anda ketahui

Gejala infeksi hanya akan terjadi pada penderita TBC aktif. Gejala ini dapat berupa:
  • Batuk terus-menerus selama lebih dari 3 minggu
  • Batuk umumnya disertai dahak dan mungkin mengandung darah
  • Dada terasa nyeri, terutama saat batuk atau bernapas
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Berkeringat di malam hari
  • Demam dan meriang
  • Sering kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pembengkakan di area leher
Gejala-gejala lain, seperti sakit punggung hingga adanya darah pada urine, juga mungkin terjadi, tergantung organ yang terinfeksi bakteri tuberkulosis. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang organ selain paru-paru, misalnya tulang belakang, otak dan ginjal.Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter agar kondisi dapat ditangani secepatnya. Hal ini semakin penting bagi orang-orang yang lebih berisiko mengalami TBC, seperti penderita HIV/AIDS, pekerja medis, anak-anak, atau pengguna obat dengan cara disuntik.

Bagaimana cara mengobati infeksi bakteri tuberkulosis?

Infeksi bakteri tuberkulosis perlu ditangani dengan segera. Pasalnya, infeksi bisa menular ke orang lain dan berpotensi menimbulkan beragam komplikasi.Sejumlah komplikasi tuberkulosis tersebut meliputi kerusakan sendi, meningitis, gangguan hati atau ginjal, hingga gangguan jantung. Kondisi-kondisi ini lebih rentan dialami oleh pengidap TBC yang tidak mendapatkan penanganan secara memadai.Sebagian besar kasus TBC dapat disembuhkan dengan pemberian obat antibiotik. Obat ini umumnya perlu dikonsumsi selama 6-9 bulan.Beberapa contoh obat antibiotik yang umum diresepkan oleh dokter untuk penderita TBC meliputi isoniazid,  rifampicin, dan pyrazinamide.Antibiotik perlu dikonsumsi sesuai durasi dan petunjuk penggunaan dari dokter. Jangan pernah menghentikan penggunaan obat meski Anda sudah merasa lebih baik. Apa alasannya?Berhenti mengonsumsinya bisa menyebabkan bakteri resisten atau kebal terhadap antibiotik. Kondisi ini disebut resistensi antibiotik, dan dapat menyebabkan Anda membutuhkan obat antibiotik yang lebih keras untuk menangani infeksi bakteri tuberkulosis.

Apakah infeksi bakteri tuberkulosis dapat dicegah?

Melakukan vaksinasi BCG dapat menjadi langkah penting dalam mencegah TBC. Anda juga disarankan untuk melakukan sejumlah cara pencegahan berikut:
  • Rajin mencuci tangan
  • Tidak saling meminjamkan barang pribadi, seperti handuk dan alat makan
  • Membiasakan diri untuk menutup mulut saat bersin atau batuk, misalnya dengan tisu
  • Langsung membuang tisu yang sudah digunakan
  • Tidak keluar rumah, seperti ke sekolah atau bekerja, saat sedang sakit
  • Tinggal di rumah atau kamar dengan sirkulasi udara yang baik
  • Menjaga daya tahan tubuh
Sementara penderita infeksi bakteri tuberkulosis mesti menerapkan beberapa langkah di bawah ini guna mencegah penularan pada orang lain: 
  • Senantiasa mengenakan masker
  • Menutup mulut saat bersin dan batuk, dan membuang tisu sehabis dipakai
  • Tidak keluar rumah saat sedang sakit TBC, maupun selama menjalani pengobatan
  • Melakukan karantina mandiri di rumah, misalnya tinggal di ruangan khusus di rumah agar tidak sering bertemu dengan orang serumah
Infeksi bakteri tuberkulosis atau TBC adalah salah satu jenis infeksi yang umumnya menyerang paru-paru dan mudah menular.Oleh sebab itu, bila mengalami sejumlah gejala dari kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat serta saran agar penularan pada orang lain tidak terjadi.
tbctuberkulosis
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tuberculosis.html
Diakses pada 28 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 28 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tuberculosis-tb/
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait