Imunisasi PCV Bisa Lindungi Buah Hati dari Berbagai Penyakit Berbahaya

Imunisasi PCV dapat mencegah pneumonia
Imunisasi PCV perlu dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit pernapasan berbahaya

Bukan tanpa alasan, imunisasi PCV masuk ke dalam jadwal imunisasi yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebab sesuai namanya, pemberian Pneumococcal Vaccine (PCV), akan melindungi Anda dan keluarga dari infeksi akibat bakteri pneumokokus yang berbahaya.

Vaksi ini disarankan untuk diberikan sejak anak berusia 2 bulan, untuk lansia yang berusia 65 tahun ke atas, dan orang dewasa dengan riwayat gangguan kesehatan serius seperti penyakit ginjal dan jantung.

Alasan imunisasi PCV penting diberikan

Imunisasi PCV adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi pneumokokus yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Orang yang terinfeksi bakteri ini, bisa saja secara tidak sadar menyebarkannya ke orang lain melalui udara akibat batuk, bersin atau sekadar membuka mulut.

Infeksi pneumokokus, bisa menyebabkan berbagai kondisi berbahaya di tubuh, seperti:

  • Meningitis bakteri atau radang selaput otak yang bisa menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, koma, hingga kematian
  • Pneumonia, penyakit radang paru-paru
  • Otitis media, yang merupakan infeksi telinga tengah dan bisa menyebabkan nyeri, pembengkakan telinga, sulit tidur, demam, dan rewel
  • Bakteremia atau kondisi dimana terdapat bakteri di dalam aliran darah
  • Infeksi sinus

Pada anak yang berusia di bawah lima tahun, meningitis dan pneumonia sulit dideteksi sejak awal karena tidak menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga kondisi ini biasanya baru diketahui saat sudah parah. Hal ini membuat kemungkinan keberhasilan perawatan menjadi berkurang.

Siapa saja yang perlu menerima imunisasi PCV?

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa dengan kondisi tertentu juga perlu menerima imunisasi PCV. Berikut ini kelompok individu yang disarankan untuk menerima vaksin ini.

  • Anak berusia kurang dari 2 tahun
  • Anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti HIV, diabetes, penyakit jantung, hati, dan ginjal
  • Anak dengan implan koklea serta memiliki riwayat kebocoran cairan otak
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas
  • Orang dewasa berusia 19-64 tahun yang berisiko tinggi terinfeksi bakteri pneuomokokus

Orang dewasa yang berisiko tinggi terkena infeksi pneumonkokus adalah orang dengan kondisi berikut ini.

  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, dan penyakit jantung
  • Memiliki riwayat penyakit yang menyerang sistem imun, seperti infeksi HIV/AIDS, kanker, atau gangguan tulang belakang
  • Memiliki riwayat mengalami kebocoran cairan otak dan menggunakan alat bantu dengar implan koklea
  • Punya kebiasaan merokok

Jadwal pemberian imunisasi PCV

Imunisasi PCV dianjurkan untuk diberikan pada semua anak sehat yang berusia 2 bulan hingga 5 tahun, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Imunisasi PCV pertama kali diberikan saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan.
  • Setelah itu, booster diberikan pada usia 12 bulan dan 15 bulan.
  • Apabila imunisasi PCV baru diperoleh anak ketika berusia 7-12 bulan, vaksin diberikan sebanyak 2 kali, dengan interval vaksin kedua dilakukan 2 bulan setelah vaksin pertama.
  • Apabila imunisasi PCV baru diberikan saat anak berusia lebih dari 1 tahun, maka vaksin hanya diberikan 1 kali.
  • Keduanya perlu diberikan booster setelah bayi berusia 12 bulan, atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir.
  • Pada anak yang berusia di atas 2 tahun, imunisasi PCV dilakukan hanya satu kali.

Pada imunisasi PCV yang diberikan untuk lansia yang berusia di atas 65 tahun, vaksin diberikan sebanyak satu kali dan setahun, kemudian diikuti dengan pemberian imunisasi PPV.

Sementara itu pada orang dewasa berusia di atas 19 tahun yang berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus, pemberian imunisasi PCV dilakukan satu kali dan diikuti dengan pemberian imunisasi PPV, 8 minggu kemudian.

Pemberian imunisai PCV sebaiknya ditunda apabila ada kondisi ini

Pada beberapa kasus, pemberian imunisasi PCV sebaiknya ditunda atau bahkan sama sekali tidak diberikan, apabila:

• Penerima imunisasi PCV memiliki alergi terhadap vaksin

Apabila terdapat riwayat alergi vaksin sebelumnya, segera beritahu dokter sebelum imunisasi PCV diberikan. Jika reaksi alergi yang sebelumnya dialami cukup parah, pemberian imunisasi PCV tidak disarankan.

Namun, jika reaksi alergi sebelumnya tidak terlalu parah, seperti hanya muncul gatal dan bercak merah di kulit, maka pemberian vaksin tetap disarankan.

• Sedang demam saat jadwal imunisasi

Apabila demam yang dialami tidak terlalu parah, maka pemberian imunisasi PCV bisa tetap dilanjutkan. Sebaliknya, apabila demamnya cukup parah dan disertai dengan menggigil dan suhu tubuh yang tinggi, maka imunisasi sebaiknya ditunda.

• Sedang hamil dan menyusui

Sebenarnya, pemberian imunisasi PCV pada ibu hamil dinilai cukup aman. Hanya saja, untuk berjaga-jaga, sebaiknya ibu hamil menunggu hingga setelah melahirkan, sebelum divaksin. Pemberian imunisasi saat hamil dapat dilakukan, apabila manfaat yang didapat dari vaksin melebihi risiko gangguan yang mungkin timbul pada janin.

Pemberian imunisasi PCV sebaiknya mengikuti jadwal yang telah disarankan. Sebab, semakin lama ditunda, maka risiko tubuh terserang infeksi pneumokokus juga akan semakin tinggi. Jangan sampai, penyakit yang seharusnya bisa dicegah, justru mengancam kesehatan Anda dan keluarga.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 10 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/pneumococcal-vaccination/
Diakses pada 10 November 2019

Web MD. https://www.webmd.com/children/vaccines/pneumococcal-vaccine-1#1
Diakses pada 10 November 2019

CDC. https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/risk-transmission.html
Diakses pada 10 November 2019

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/hcp/PCV13-adults.html
Diakses pada 10 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed