Bayi baru lahir harus diberikan imunisasi hepatitis B dan polio
Imunisasi bayi baru lahir wajib diberikan untuk membantu membangun kekebalan tubuh anak

Kebahagiaan ketika Si Kecil lahir jangan sampai membuat Anda lupa untuk memenuhi kewajiban untuk menjaga kesehatan bayi. Salah satu cara memastikan bayi Anda tetap sehat adalah dengan memberikan imunisasi bayi baru lahir.

Terdapat dua imunisasi bayi baru lahir yang wajib diberikan, yaitu imunisasi polio dan hepatitis B.

[[artikel-terkait]]

Pengertian imunisasi

Imunisasi adalah sebuah proses di mana seseorang dibuat kebal terhadap infeksi dengan pemberian vaksin. Vaksin merangsang sistem imun yang melindungi seseorang terhadap infeksi yang mungkin terjadi.

Imunisasi bayi baru lahir

Imunisasi mulai diberikan sesaat setelah bayi lahir. Imunisasi bayi baru lahir menjadi penting karena dapat mencegah timbulnya penyakit sejak dini.

Terdapat dua jenis imunisasi bayi baru lahir, yaitu:

1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B wajib diberikan untuk bayi baru lahir dalam waktu kurang dari 12 jam setelah lahir pada paha bagian luar. Langkah ini diambil untuk mencegah infeksi hepatitis B pada bayi.

Mengacu pada jadwal imunisasi pemerintah, pemberian imunisasi ini akan diulang saat usia 2, 3, dan 4 bulan dan biasanya bersamaan dengan vaksin DPT dan HiB yang menjadi satu atau sering disebut vaksin Pentabio.

Efek samping yang ditimbulkan vaksin hepatitis B pada umumnya berupa nyeri, kemerahan, dan bengkak di daerah sekitar bekas suntikan yang akan hilang dengan sendirinya setelah dua hari. Kompres air dingin pada daerah berkas suntikan boleh dilakukan.

2. Polio

Imunisasi polio saat ini terdiri dari 2 macam. OPV (Oral Polio Vaccine) yang diberikan lewat mulut dan IPV (Inactivated Polio Vaccine) yang biasanya disuntikkan pada paha bayi. Imunisasi ini mencegah penyakit polio atau lumpuh layu.

Menurut jadwal imunisasi dari pemerintah, pemberian OPV dilakukan saat bayi baru lahir dan diulang saat usia 2,3, dan 4 bulan. Sementara IPV diberikan satu kali bersama OPV saat usia 4 bulan.

OPV sangat jarang menimbulkan efek samping. Setelah pemberian OPV, bayi boleh langsung makan atau minum. Jika muntah dalam rentang waktu 30 menit setelah imunisasi, maka pemberian perlu diulang.

Sedangkan pada pemberian IPV, efek samping yang mungkin terjadi berupa rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak hingga dua hari setelah imunisasi. Kompres air dingin dapat dilakukan untuk membantu membuat bayi terasa nyaman.

Bagaimana dengan imunisasi BCG?

Pemberian vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis biasanya juga diberikan pada bayi baru lahir. Hal ini tidak salah dan memang diperbolehkan menurut jadwal pemerintah maupun dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Namun, menurut IDAI, imunisasi BCG lebih efektif dilakukan saat usia 2-3 bulan dengan pertimbangan kematangan sistem imun terhadap vaksin BCG.

Usia sudah 1 bulan, belum dapat imunisasi bayi baru lahir

Beberapa kali seorang ibu datang membawa bayi berusia lebih dari 1 bulan dan belum diimunisasi. Biasanya hal ini terjadi karena ibu melahirkan di rumah atau tempat lain tanpa bantuan tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter.

Apakah imunisasi bayi baru lahir tetap boleh diberikan?

Boleh. Bayi yang belum diimunisasi harus mendapatkan imunisasi dengan pertimbangan dokter sesuai usia dan kondisi bayi. Seperti pengertian dari imunisasi, maka jika belum mendapat imunisasi, bayi belum memiliki sistem imun untuk mencegah infeksi, dalam hal ini hepatitis B dan polio.

Bagaimana dengan bayi prematur?

Pada bayi prematur, imunisasi bayi baru lahir biasanya ditunda hingga bayi berusia 2 bulan.

Vaksin mengandung babi?

Tidak. Vaksin tidak mengandung babi. Memang benar pada pembuatan vaksin, khususnya polio diperlukan enzim tripsin dari babi. Namun, pada prosesnya, enzim ini akan dibersihkan untuk proses selanjutnya hingga terbentuk vaksin yang sudah tidak mengandung enzim babi.

Berikan imunisasi tepat pada waktunya demi kesehatan bayi Anda.

WHO. https://www.who.int/topics/immunization/en/
Diakses 7 Mei 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-jadwal-imunisasi
http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apakah-vaksin-mengandung-babi
Diakses 7 Mei 2019

Pusdiklatnakes Kemenkes RI. Buku Ajar Imunisasi 2015 halaman 21-23 oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed