logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Manfaat serta Jenis Imunisasi untuk Mencegah Penyakit Menular

open-summary

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh, salah satu caranya dengan vaksinasi. Ketahui manfaat serta jenis-jenis imunisasi.


close-summary

7 Apr 2023

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

mengenal imunisasi

Jenis-jenis serta jadwal imunisasi untuk anak hingga orang dewasa

Table of Content

  • Apa itu imunisasi?
  • Jenis-jenis imunisasi yang umum
  • Jadwal imunisasi
  • Perbedaan imunisasi dan vaksinasi

Imunisasi dapat membantu Anda, keluarga, dan masyarakat terlindungi dari penyakit menular. Alasan penting inilah yang membuat pemerintah mewajibkan beberapa jenis imunisasi, bahkan sejak lahir.

Advertisement

Saat dilakukan sesuai jadwal, nantinya akan terbentuk imunitas dalam tubuh. Cari tahu apa manfaat, macam-macam imunisasi, jadwal, serta perbedaannya dengan vaksinasi.

Apa itu imunisasi?

Imunisasi adalah proses meningkatkan kekebalan tubuh seseorang agar terlindung dari penyakit menular, caranya dengan vaksinasi.

Manfaat utama imunisasi adalah agar terbentuk imunitas dalam tubuh. Jadi walaupun terpapar virus atau bakteri penyakit, tubuh diharapkan kebal dan tidak terinfeksi. Minimal, gejala yang dialami tidak berat.

Ketika seseorang disuntik dengan vaksin lewat proses vaksinasi, tubuh akan menghasilkan respons imun seperti telah terpapar suatu penyakit tanpa mengalaminya. Respons imun ini bisa terasa oleh tubuh, bisa juga tidak.

Demam adalah salah satu respons imun ketika tubuh mendapatkan vaksin. Ini adalah kondisi yang normal dan tak perlu dikhawatirkan.

WHO menganggap imunisasi sebagai adalah cara paling efektif untuk mencegah kematian akibat penyakit dan mengurangi penyebaran penyakit. Program imunisasi diketahui dapat mencegah sekitar 2,5 juta kematian setiap tahun. Selain itu, imunisasi juga bermanfaat melindungi tubuh dari komplikasi jangka panjang akibat infeksi.

Jenis-jenis imunisasi yang umum

Kementerian Kesehatan Indonesia mempunyai program imunisasi rutin dan wajib setiap tahunnya. Begitu juga dengan adanya jadwal imunisasi dasar lengkap untuk anak.

Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan dalam program imunisasi:

1. Hepatitis B

Jenis imunisasi hepatitis B bermanfaat untuk mencegah penyakit hepatitis B. Biasanya, akan diberikan dalam tiga dosis vaksin.

Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang sangat menular. Infeksi dapat berkisar dalam tingkat keparahan yang ringan, akut, kronis atau berpotensi fatal.

Pemberian vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk bayi, anak, dan orang dewasa hingga usia 59 tahun. Ini adalah imunisasi yang aman, efektif, dan terbuat dari virus mati.

2. BCG

Pemberian vaksin BCG adalah program imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis adalah infeksi yang memengaruhi paru-paru, otak, tulang, sendi, dan ginjal.

Imunisasi akan diberikan kepada anak atau orang dewasa yang memiliki risiko penyakit TBC. Biasanya, vaksin BCG hanya boleh diberikan sekali seumur hidup. Vaksin ini terbuat dari bakteri hidup yang dilemahkan

3. Polio

Polio adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Hingga kini, belum ada obat untuk mengatasinya. Namun, Anda bisa mencegahnya dengan  imunisasi vaksin virus polio oral (OPV) dan vaksin virus polio yang tidak aktif (IPV) sebanyak empat kali secara bertahap.

Orang dewasa yang berisiko tinggi terpapar virus polio dan belum pernah imunisasi, kemungkinan harus mendapatkan tiga dosis vaksin.

4. DPT

Ada pula program imunisasi yang bermanfaat untuk mencegah penyakit infeksi difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Nantinya Anda akan diberikan vaksin kombinasi DPT.

Imunisasi akan dilakukan pada waktu bayi dan anak sebanyak lima dosis secara berkala. Nantinya, ada pula pemberian vaksin DT, TDAP atau TD sebagai imunisasi lanjutan untuk anak serta orang dewasa.

5. Hib

Vaksin Hib dapat mencegah penyakit Haemophilus influenzae tipe b. Imunisasi bermanfaat untuk mencegah berbagai jenis infeksi yang bisa menyerang anak dan orang dewasa.

Bakteri Hib dapat menyebabkan penyakit, seperti infeksi telinga, bronkitis, pneumonia, infeksi darah, infeksi selaput otak hingga kematian. Anak di atas usia 5 tahun atau orang dewasa biasanya tidak mendapatkan vaksin.

Namun, imunisasi bisa dilakukan jika mengalami kondisi tertentu, seperti kerusakan limpa, penyakit anemia sel sabit, atau orang dengan HIV.

6. PCV

Salah satu imunisasi yang dilakukan mencegah pneumonia adalah vaksin PCV. Vaksin pneumonia diberikan karena infeksi pneumokokus dianggap cukup serius dan berpotensi fatal. 

Selain pneumonia, pneumokokus juga dapat menyebabkan sepsis dan meningitis.

Vaksin PCV atau pneumonia dapat diberikan pada bayi, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, anak-anak, atau orang dewasa dengan kondisi kronis.

7. Rotavirus

Rotavirus adalah jenis infeksi yang paling umum pada anak di bawah usia 5 tahun. Gejalanya berupa diare parah, seperti muntah, kelelahan parah, dehidrasi, demam tinggi, dan sakit perut.

Program imunisasi untuk pemberian vaksin rotavirus ini akan diberikan secara oral, bukan suntikan. Maka dari itu, imunisasi hanya tersedia untuk bayi.

8. Influenza

Sudahkah Anda rutin mendapatkan vaksin influenza? Berbeda dengan jenis lainnya, imunisasi influenza dianjurkan untuk dilakukan setiap tahun untuk mencegah penyakit flu.

Vaksin influenza tergolong penting, karena bisa mengakibatkan komplikasi berbahaya bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

9. MR/MMR

Vaksin MR/MMR adalah program imunisasi yang bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondok, dan rubella (campak jerman). Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Biasanya, vaksin diberikan pada bayi, anak, remaja, atau orang dewasa berusia 18 tahun lebih.

10. Japanese encephalitis

Japanese encephalitis adalah adalah infeksi virus otak yang menyebar melalui gigitan nyamuk.

Sekitar 75% kasus terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun. Walaupun biasanya terjadi pada daerah tertentu, vaksin JE atau Japanese encephalitis tetap perlu dilakukan.

Mengingat belum ada pengobatan selain mengandalkan imunitas untuk melawan infeksi.

11. Varisela

Untuk mencegah penyakit cacar, Anda bisa mengikuti program imunisasi dengan jenis vaksin varisela. Cacar air menyebabkan ruam serta lepuhan yang terasa gatal.

CDC merekomendasikan dua dosis vaksin varisela pada bayi, anak, remaja, atau orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air.

12. Hepatitis A

Sebenarnya, risiko infeksi penyakit hepatitis A tergolong rendah untuk sebagian besar orang.

Namun, imunisasi perlu dilakukan bagi orang yang berisiko tinggi mengalaminya.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter agar Anda mendapatkan jenis vaksin yang tepat.

13. HPV

Infeksi virus HPV dapat menyebabkan kanker serviks serta jenis kanker lainnya pada alat kelamin, mulut, atau tenggorokan Anda.

Cara termudah untuk mencegahnya adalah menggunakan kondom serta imunisasi vaksin HPV.

Tak hanya untuk anak perempuan, anak laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV.

14. Covid 19

Anda bisa mencegah keparahan dan komplikasi penyakit Covid-19 dengan imunisasi.

Ada beberapa jenis vaksin Covid 19 yang dikeluarkan oleh perusahaan farmasi berbeda, seperti Pfizer, Moderna, Astrazeneca, Sinovac, dan lain-lainnya.

Hingga kini, imunisasi perlu dilakukan beberapa kali hingga mendapatkan vaksin booster.

Jadwal imunisasi

Imunisasi dan pemberian vaksin akan dilakukan sejak bayi baru lahir. Tak cukup sampai disitu, ada imunisasi lanjutan yang perlu dilakukan pada masa anak-anak hingga dewasa.

Jadwal imunisasi dasar lengkap

  • Bayi baru lahir (kurang dari 24 jam): hepatitis B dosis 1
  • Usia 1 bulan: polio dan BCG dosis 1
  • Usia 2 bulan: hepatitis B, polio, DTP, Hib, PCV, dan rotavirus
  • Usia 3 bulan: hepatitis B, polio, DTP, dan Hib
  • Usia 4 bulan: hepatitis B, polio, DTP, Hib, PCV, dan rotavirus
  • Usia 6 bulan: PCV, rotavirus, influenza
  • Usia 9 bulan: MR dan Japanese encephalitis

Imunisasi lanjutan bayi usia 12 hingga 24 bulan

  • Usia 12 bulan: booster PCV, varisela, dan hepatitis A
  • Usia 18 bulan: booster hepatitis B, polio, DTP, Hib, MR/MMR, serta dosis kedua varisela
  • Usia 24 bulan: hepatitis A dosis kedua serta booster influenza jika diperlukan

Imunisasi lanjutan anak

  • Usia 5 hingga 7 tahun: booster kelima DTP serta booster MR/MMR
  • Usia 9 hingga 14 tahun: HPV sebanyak dua kali dengan jarak 6 hingga 15 bulan
  • Usia 10 hingga 18 tahun: booster terakhir TD/TDaP

Perbedaan imunisasi dan vaksinasi

Mungkin selama ini Anda mengira kalau istilah imunisasi dan vaksinasi adalah hal yang sama.

Padahal, keduanya mempunyai arti yang berbeda walaupun konteksnya berhubungan.

Imunisasi mengacu pada proses pembentukan kekebalan tubuh melalui vaksin agar kebal dari penyakit tertentu. Sedangkan vaksinasi adalah tindakan untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh melalui suntikan atau mulut.

Semua bentuk imunisasi bekerja dengan cara yang sama. Jika suatu saat terpapar penyakit, tubuh mampu membuat respons imun untuk mencegah penyakit atau menurunkan tingkat keparahan.

 Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai imunisasi dan jenis-jenisnya? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

vaksin lansiavaksin bayi dan anakimunisasi anakhidup sehatvaksin corona

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved