Impotensi dan infertilitas adalah gangguan pada organ reproduksi pria
Impotensi dan infertilitas merupakan permasalahan organ reproduksi pria yang banyak dikeluhkan

Meski sama-sama berhubungan dengan organ reproduksi pria, impotensi dan infertilisasi memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk diketahui. Impotensi, yang juga dikenal dengan istilah disfungsi ereksi, adalah ketidakmampuan seseorang mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Sedangkan infertilitas pria adalah kondisi di mana seorang pria tidak mampu memproduksi atau melepaskan sperma. Keduanya memiliki penyebab serta penanganan yang berbeda.

Berbagai Kondisi Penyebab Impotensi

Fungsi ereksi yang normal dapat dipengaruhi oleh gangguan pada sistem, seperti pembuluh darah, saraf, dan hormon. Secara umum, penyebab impotensi dibedakan menjadi dua penyebab besar, yaitu penyebab secara fisik dan penyebab secara psikologis. Berikut ini adalah beberapa penyebab impotensi atau disfungsi ereksi secara fisik pada pria:

  • Penyakit jantung.
  • Diabetes melitus.
  • Penyakit Parkinson.
  • Tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
  • Gangguan hormon, seperti gangguan tiroid dan kurangnya produksi testosteron.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti antidepresan, antihistamin, atau obat penurun tekanan darah.
  • Kerusakan saraf.
  • Penyakit Peyronie.
  • Kegemukan/obesitas.
  • Cedera pada panggul atau tulang belakang.
  • Penggunaan tembakau.
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

Impotensi juga dapat dikaitkan dengan tindakan pembedahan atau radiasi untuk mengobati kanker prostat atau perawatan untuk pembesaran prostat (benign prostatic hypertrophy, atau BPH). Sedangkan secara psikologis impotensi dapat disebabkan karena rasa bersalah, ketakutan akan kedekatan dengan orang lain, depresi, dan gangguan kecemasan parah.

Penyebab Infertilitas pada Pria

Apabila Anda sudah menanti kehadiran Buah Hati selama satu tahun lebih, tetapi masih belum mendapatkannya, ada kemungkinan kondisi ketidaksuburan atau infertiltas muncul pada diri Anda. Masalah ketidaksuburan ini dapat terjadi pada pria maupun wanita.

Khusus untuk tingkat kesuburan pria yang rendah, ada beberapa penyebab yang mengakibatkan timbulnya masalah memproduksi sperma dan kualitasnya yang kurang baik sehingga sulit membuahi sel telur. Berikut ini adalah beberapa penyebab infertilitas yang perlu Anda waspadai:

  • Perawatan kanker, seperti kemoterapi atau radiasi.
  • Diabetes.
  • Pembuluh darah membesar di testis (varikokel).
  • Paparan pestisida dan racun lainnya.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti steroid.
  • Kondisi genetik, seperti cystic fibrosis.
  • Cedera atau pembedahan pada buah zakar atau organ lain dalam sistem reproduksi.
  • Gondongan atau infeksi lain yang menyebabkan testis menjadi terluka.
  • Penyakit menular seksual, seperti HIV, kencing nanah, atau klamidia.
  • Ejakulasi retrograde, yaitu kondisi di mana sperma mengalir ke kandung kemih bukan melalui penis.
  • Ejakulasi dini.
  • Vasektomi.

Cara Menangani Impotensi

Jika Anda mengalami kesulitan untuk ereksi, konsultasikan kondisi Anda pada dokter atau ahli urologi. Meskipun berbicara tentang impotensi akan membuat Anda merasa tidak nyaman, hal ini penting untuk segera dilakukan untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Selain tindakan atau obat dari dokter, Anda juga perlu melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:

  • Lakukan gaya hidup sehat: istirahat cukup dan olahraga teratur.
  • Perhatikan pola makan, jaga asupannya untuk mengurangi kelebihan berat badan.
  • Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol.

Cara Menangani Infertilitas

Bagi Anda yang mengalami masalah kesuburan, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter. Anda akan melalui beberapa tes yang digunakan untuk mendiagnosis infertilitas pada pria yang meliputi:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon.
  • Pengujian genetik.
  • Analisis sperma (untuk memeriksa jumlah sperma dan motilitas).
  • USG atau biopsi testikel.

Sedangkan cara menangani infertilitas pada pria akan dilakukan sesuai dengan penyebab infertilitas yang terjadi. Beberapa prosedur yang mungkin dijalani meliputi:

  • Operasi. Prosedur ini mungkin akan dilakukan apabila infertilitas disebabkan oleh kondisi seperti varikokel.
  • Penyembuhan infeksi. Konsumsi obat antibiotik dapat membantu penyembuhan infeksi di saluran reproduksi meski tak selalu dapat mengatasi kondisi infertilitas.
  • Terapi hormon dan pengobatan. Apabila infertilitas yang terjadi disebabkan oleh kadar hormon tertentu yang tidak seimbang, maka perawatan ini dapat dilakukan.

Apabila Anda merasa memiliki kondisi impotensi maupun infertilitas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/impotence-vs-sterility
diakses pada 28 November 2018

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/5702.php
diakses pada 28 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/diagnosis-treatment/drc-20374780
diakses pada 28 November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed