Impoten atau Bukan? Ini Cara Mengenalinya

(0)
26 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Impoten artinya mimpi buruk dalam kehidupan seksual priaIlustrasi seorang pria yang memiliki masalah impotensi
Bagi pria, impotensi atau impoten artinya mimpi buruk dalam kehidupan seksualnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun, namun paling sering ditemui pada pria yang berusia di atas 40 tahun dan memerlukan penanganan dokter bila terus terjadi secara berulang.Impoten, yang juga dikenal sebagai disfungsi ereksi, adalah ketidakmampuan penis untuk ereksi atau tetap mengeras selama berhubungan seksual. Penderita impotensi dapat mengalami penurunan gairah seksual. Kondisi ini sebetulnya normal, apalagi bila Anda tengah stres atau kelelahan setelah beraktivitas seharian.Meskipun demikian, disfungsi ereksi yang berlangsung terus-menerus bisa menandakan adanya masalah kesehatan, baik fisik maupun psikis. Bagaimana tanda-tanda impoten dan apa saja hal yang dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut?

Ciri-ciri impoten

Terdapat tiga ciri-ciri utama impoten, yaitu:
  • Tidak bisa ereksi
  • Tidak bisa menjaga penis untuk tetap ereksi
  • Berkurangnya keinginan untuk berhubungan seksual.
Impoten artinya gejala-gejala tersebut terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, misalnya tiga bulan atau lebih. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami gejala penyerta, seperti:
  • Ejakulasi dini
  • Ejakulasi tertunda
  • Anorgasmia, yaitu ketika Anda tidak mampu mencapai orgasme meski sudah mendapat banyak stimulasi.
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, apalagi hingga memengaruhi kehidupan seksual, segera konsultasikan dengan dokter. Mereka akan memberi perawatan yang tepat sesuai dengan faktor penyebab yang mengakibatkan Anda mengalami impotensi.

Faktor fisik dan psikologis yang mengakibatkan impoten

Disfungsi ereksi atau impotensi biasanya disebabkan oleh faktor fisik. Beberapa faktor umum yang banyak ditemukan adalah:
  • Adanya cedera pada penis
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Penyakit jantung
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Sindrom metabolisme
  • Penyakit Parkinson
  • Multipel sklerosis
  • Merokok dan minum alkohol
  • Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba)
  • Gangguan tidur
  • Perawatan kanker prostat atau pembengkakan prostat
  • Cedera tulang belakang
  • Penyakit Peyronie (adanya jaringan luka di dalam penis).
Selain faktor fisik, kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat mengakibatkan impoten. Emosi ini biasanya disebabkan oleh:
  • Stres
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Kelainan mental
  • Adanya masalah dalam hubungan asmara.
Ketika Anda mengalami disfungsi ereksi saat berhubungan seksual dengan pasangan, bisa jadi faktor penyebabnya adalah psikologis. Namun, jika Anda tidak bisa ereksi sekalipun telah diberi berbagai stimulasi seksual, kemungkinan besar Anda memiliki gangguan fisik yang harus diperiksa secara medis.Meskipun demikian, tidak jarang impoten artinya Anda tengah mengalami kombinasi antara masalah fisik dan psikologis. Misalnya, ketika Anda mengalami cedera fisik, maka hubungan asmara terganggu sehingga mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi yang cukup parah.

Golongan pria yang rentan mengalami impoten

Setiap pria bisa mengalami disfungsi ereksi. Namun, beberapa golongan pria yang secara spesifik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal ini karena gaya hidup yang tidak sehat maupun mengidap penyakit tertentu, misalnya:
  • Merokok

Peringatan yang menyebut merokok dapat mengakibatkan impotensi bukanlah ancaman kosong. Penelitian menyebut merokok dapat membuat pembuluh darah mengeras sehingga mengganggu kelancaran aliran darah menuju penis. Semakin lancar aliran darah maka semakin mudah Anda untuk ereksi, begitu pula sebaliknya.
  • Obesitas

Memiliki berat badan berlebih menaikkan risiko Anda terkena penyakit yang menganggu kelancaran darah sehingga bisa mengakibatkan impoten.
  • Minum alkohol

Terlalu banyak alkohol dalam darah bukan hanya akan menyumbat peredarannya sampai di penis, namun juga menghambat produksi hormon testosteron yang mengakibatkan Anda kurang bergairah hingga kurang perkasa saat berhubungan seksual.
  • Penyalahgunaan narkoba

Obat-obatan terlarang, seperti ganja dan kokain, dapat menghambat dan merusak pembuluh darah sehingga memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi.
  • Kurang bergerak

Ketika belum parah, impoten artinya sinyal peringatan agar Anda bergerak lebih aktif. Anda dapat mulai dengan olahraga selama beberapa menit setiap harinya sebagai awalan.
  • Penanganan diabetes yang buruk

Diabetes dapat mengganggu aliran darah menuju penis. Namun, hal ini dapat diatasi dengan pola makan sehat, sering bergerak, dan minum obat sesuai saran dokter.
  • Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah, termasuk yang ada pada penis. Sama seperti diabetes, Anda juga harus menerapkan pola makan sehat, sering bergerak, dan minum obat sesuai saran dokter.
  • Stres dan cemas

Kondisi ini biasanya mengakibatkan impoten dalam jangka waktu tertentu karena Anda tidak mood untuk melakukan hubungan seksual.Itulah penjelasan komprehensif mengenai gejala, penyebab, dan golongan pria yang berisiko terkena impotensi. Sebagai langkah pencegahan sejak dini, Anda bisa mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga dan mengonsumsi makanan bernutrisi, secara rutin.
disfungsi ereksiimpotensi
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erection-problems-erectile-dysfunction/
Diakses pada 12 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction
Diakses pada 12 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 12 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316064
Diakses pada 12 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/lifestyle-factors-linked-to-ed
Diakses pada 12 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait