logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Impostor Syndrome Saat Anda Sangat Takut Gagal

open-summary

Impostor syndrome merupakan ketakutan yang menyelimuti diri atas kegagalan atas segala yang akan dilakukan oleh seseorang. Hal ini membuat tidak bisa berkembang.


close-summary

3.89

(9)

2 Mar 2022

| Salis Annisa

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Impostor syndrome

Setiap orang bisa saja mengalami rasa takut akan kegagalan yang berlebihan

Table of Content

  • Apa itu impostor syndrome?
  • Tipe impostor syndrome
  • Gejala impostor syndrome
  • Tips mengatasi impostor syndrome
  • Catatan dari SehatQ

Selalu berusaha untuk memberikan hasil yang terbaik tentu bukanlah hal yang buruk. Namun, bagaimana jika Anda justru terus-menerus meragukan kemampuan diri? Kecenderungan untuk selalu meragukan diri sendiri merupakan salah satu ciri dari impostor syndrome. Kondisi ini tergolong sebagai gangguan psikologis yang perlu ditangani.

Advertisement

Apa itu impostor syndrome?

Impostor syndrome adalah istilah psikologi untuk perilaku seseorang yang selalu merasa takut gagal dan meragukan kemampuannya. Ironisnya, kondisi ini justru kerap dialami oleh mereka yang berprestasi. Meski sudah ada bukti nyata hasil dari usaha yang dilakukan, mereka yang mengalami gangguan ini akan tetap menilai bahwa keberhasilan tersebut hanya keberuntungan belaka dan bukan karena kemampuannya.

Kondisi ini mungkin bisa menjadi motivasi Anda untuk terus mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik. Di sisi lain, selalu merasa takut akan gegagalan akan buat Anda menjadi depresi. Anda perlu melakukan penanganan terbaik dari kondisi yang bisa dibilang cukup mengganggu ini.

Tipe impostor syndrome

 Karakteristik dari gangguang ini pun berbeda-beda. Berikut penjelasan dari masing-masing tipenya.

1. The perfectionist (si perfeksionis)

Penderita impostor syndrome dengan tipe ini akan selalu mengejar kesempurnaan. Ketika mereka berhasil mengerjakan sesuatu, mereka akan cenderung tetap merasa tidak puas.

Kondisi ini akan semakin parah ketika mereka mengalami kegagalan. mereka akan semakin sering meragukan kemampuan diri dan merasa cemas.

2. The expert (si ahli)

Seperti halnya the perfectionist, the expert akan selalu merasa tidak puas. Mereka tidak akan berhenti mengerjakan atau mempelajari sesuatu sebelum mereka benar-benar menguasainya.

3. The natural genius (si genius alami)

Sebenarnya, si Genius alami ini dapat dengan mudah dan cepat menguasai keterampilan baru. Sayangnya, mereka cenderung akan merasa sangat lemah dan malu ketika mereka gagal.

4. The superhero (si pahlawan super)

Tipe impostor syndrome yang satu ini umumnya cukup keras terhadap diri mereka sendiri, pekerja keras, dan ahli dalam beragam bidang.

Messki begitu, mereka yang memiliki tipe the supehero cenderung akan mengalami burnout atau jenuh pada pekerjaannya. Hal ini bisa memengaruhi kesehatan fisik, hubungan, dan bahkan mental pada akhirnya.

5. The soloist (si solois)

Seperti namanya, the soloist umumnya segan atau cenderung menghindari meminta bantuan dalam mengerjakan pekerjaannya. Pasalnya, mereka berpikir bahwa meminta bantuan orang lain akan menunjukkan kekurangan atau ketidakmampuan mereka.

Gejala impostor syndrome

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat diidentifikasi:

  • Merasa keberhasilan adalah bagian dari keberuntungan dan bukan karena hasil kerja keras
  • Merasa tidak pantas sukses
  • Merasa bahwa bantuan orang lain atau relasi mengurangi rasa sukses terhadap apa pencapaiannya
  • Merasa tidak pantas mendapatkan pujian
  • Merasa tidak ada yang spesial dari dirinya dan kemampuan yang dimilikinya pasti juga dimiliki oleh orang lain
  • Tidak percaya diri dengan kemampuannya
  • Merasa bahwa pencapaiannya berkat pertolongan orang banyak dan bukan karena kemampuannya.

Selain itu, mereka umumnya sangat menghindari kegagalan dan berusaha keras memberikan hasil terbaik.         

Baca juga: Daftar Hobi Positif untuk Menjaga Diri dari Gangguan Mental   

Tips mengatasi impostor syndrome

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, cobalah untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan dengan beberapa tips di bawah ini.

1. Pelajari lebih dalam kondisi

Lebih banyak mencari tahu mengenai impostor syndrome dapat membantu Anda dalam memahami gejala yang mungkin Anda rasakan. Dengan memiliki pemahaman yang komprehensif, secara perlahan Anda dapat menghilangkan rasa ragu terhadap diri sendiri.

2. Ceritakan apa yang Anda alami

Membicarakan apa yang Anda alami dengan teman atau kerabat dekat, dapat membantu Anda dalam mengatasi sindrom ini. Menceritakan masalah yang dialami akan membantu Anda untuk bisa membedakan antara kenyataan dan persepsi.

3. Belajar menerima ketidaksempurnaan

Ketidaksempurnaan dan kekeliruan adalah hal yang wajar terjadi dalam hidup. Oleh sebab itu, Anda perlu mulai belajar untuk menerimanya. Belajar menerima ketidaksempurnaan dapat membantu Anda untuk menjadi lebih bahagia dan bersyukur.

4. Catat segala pencapaian

Terkadang, lebih mudah menilai suatu keadaan jika Anda mencatatnya. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai mencatat apa saja pencapaian Anda selama ini agar Anda lebih sadar bahwa kesuksesaan tersebut adalah hal yang nyata.

5. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain

Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain. Pasalnya, hal ini hanya akan semakin memperburuk keadaan Anda.

Tips yang tidak kalah penting adalah belajar untuk melawan pikiran negatif. Merasa takut gagal, tidak pantas, hingga ragu akan kemampuan diri sendiri adalah bagian dari pikiran negatif yang sangat berperan terhadap sindrom ini.

Jadi, jika Anda merasakan beberapa gejala impostor syndrome, cobalah untuk mengatasinya dengan beberapa cara di atas. Jika cara di atas tidak efektif, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mencegah kondisi ini memburuk. Mulai sekarang, sayangi diri dengan menghargai segala bentuk pencapaian Anda.

Baca juga: Cara Mengatasi Gangguan Halusinasi

Catatan dari SehatQ

Takut merasa gagal atau kurang sempurna mungkin sudah jadi hal biasa. Namun, hal tersebut perlu ditangani saat perasaan yang muncul sudah sangat berlebihan. Lebih parahnya lagi, Anda malah menyalahkan diri sendiri atau merasa diri seakan tidak berguna.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar masalah kecemasan dan gangguan mental lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gangguan mental

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved