Ilmu Parenting untuk Orangtua Baru, Apa Saja?

(0)
17 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ilmu parenting yang pasti penting adalah melibatkan pasangan dalam pengasuhan Si Kecil.Salah satu ilmu parenting yang penting adalah tidak ragu meminta bantuan.
Ilmu parenting bukanlah cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah atau bangku kuliah. Hal ini kerap mengharuskan para calon orangtua untuk melakukan hal yang menurut mereka baik berdasarkan referensi yang kadang kala tidak tepat.Menjadi orangtua baru berkat hadirnya seorang anak akan memunculkan banyak emosi sekaligus. Mayoritas pasangan akan merasa senang dan bersemangat dalam mengurus buah hati, tapi di saat yang sama juga akan mengalami kelelahan fisik hingga stres dan depresi.Ilmu parenting apa saja yang bisa Anda pelajari sebelum kelahiran bayi agar terhindar dari hal-hal tersebut? Berikut ini pembahasannya.

Ilmu parenting untuk orangtua baru

Jangan lupa 'me-time', misalnya dengan berolahraga.
Kunci dalam ilmu parenting adalah menyeimbangkan waktu untuk mengurus bayi dengan menjaga kewarasan diri Anda dan pasangan. Meski hal ini terlihat rumit, ada beberapa tips yang dapat Anda coba, yaitu:
  • Tidak ragu untuk minta bantuan

    Mengurus bayi baru lahir sangat melelahkan sehingga Anda sangat disarankan memiliki bala bantuan, agar bisa bergantian mengurus Si Kecil. Bantuan tersebut bisa datang dari pasangan, orangtua, saudara, hingga menyewa jasa perawat khusus bayi alias baby sitter.
  • Tetap menjaga kesehatan Anda

    Konsumsilah makanan bergizi atau segala jenis makanan maupun minuman yang Anda sukai. Jangan memikirkan soal penurunan berat badan terlebih dahulu. Usahakan untuk selalu tidur cukup agar terhindar dari penyakit fisik maupun mental.
  • Menyempatkan ‘me-time’

    Demi menjaga kesehatan mental, sediakan waktu untuk sesekali menonton film, berolahraga, atau berbincang dengan teman tanpa harus mengurus bayi untuk beberapa waktu. Minta pasangan untuk bergantian mengasuh bayi sementara Anda menghabiskan ‘me-time’ tanpa diganggu.
  • Melibatkan pasangan

    Mengurus bayi adalah tugas bersama pasangan. Selalu libatkan pasangan dalam segala hal, termasuk menentukan gaya parenting dalam keluarga.

Kesalahan yang umum terjadi pada orangtua baru

Ketahui demam bayi yang butuh penanganan medis segera.
Setiap pasangan memang memiliki gaya dan ilmu parenting yang berbeda-beda. Namun, mayoritas dari mereka melakukan kesalahan umum yang sama di tahun pertama sebagai orangtua baru, seperti ini.

1. Ingin menjadi orangtua sempurna

Melahirkan secara normal maupun melalui operasi Caesar bukanlah standar menjadi orangtua yang baik. Sama halnya ketika Anda memutuskan memberikan susu formula ketika air susu ibu (ASI) belum keluar karena berbagai sebab.Setiap orangtua ingin menjadi yang terbaik untuk buah hatinya, tapi ingatlah bahwa tidak ada orangtua yang sempurna. Anda hanya harus melakukan yang terbaik sesuai kemampuan agar buah hati Anda tumbuh dengan sehat, baik secara jasmani maupun rohaninya.

2. Mengkhawatirkan segala hal

Karena belum memiliki bekal ilmu parenting yang cukup, atau bahkan mencari ilmu di tempat yang kurang tepat, orangtua baru cenderung mengkhawatirkan segala hal yang berhubungan dengan bayi. Apakah Si Kecil sudah cukup minum susu? Apakah fesesnya terlalu encer? Apakah ia menangis karena haus atau kesakitan? Dan sebagainya.Kekhawatirkan ini sering kali membuat orangtua baru, bolak-balik rumah sakit karena keluhan yang sebetulnya normal bagi bayi. Kekhawatiran yang berlebihan juga bisa merusak momen indah Anda bersama buah hati Anda yang baru lahir.

3. Mempercayai mitos yang tidak terbukti

Contoh mitos yang umum adalah, pernah dengar anggapan bahwa bayi demam menandakan kepintarannya akan bertambah? Ini adalah mitos karena demam pada bayi bisa jadi pertanda gawat darurat, apalagi dialami oleh bayi di bawah 3 bulan dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius. Pada kondisi ini, anak harus segera dibawa ke dokter.Satu-satunya demam yang boleh terjadi hanyalah kenaikan suhu tubuh 24 jam pascaimunisasi. Untuk mengetahui demam atau tidak, ukur suhu tubuh bayi dengan termometer, bukan hanya merabanya dengan telapak maupun punggung tangan.

4. Menganggap gumoh adalah muntah

Muntah memang bisa jadi pertanda adanya infeksi pada lambung bayi serta ditandai dengan keluarnya cairan dari mulut secara menyembur. Sementara gumoh adalah keluarnya susu dari mulut bayi seperti ketika ia mengeces. Hal tersebut lumrah terjadi setelah bayi menyusu.

5. Mengabaikan pasangan

Mengurus bayi memang akan mengambil sebagian besar waktu Anda bersama pasangan. Namun, tetap usahakan Anda dan pasangan memiliki waktu berdua, misalnya ketika Si Kecil tengah terlelap.

6. Menggali ilmu parenting dari sumber yang kurang tepat

Di era digitalisasi dengan maraknya berita bohong (hoaks) harus membuat Anda lebih selektif dalam menggali informasi seputar perawatan bayi. Beberapa situs lokal terpercaya yang dapat Anda jadikan referensi antara lain Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan SehatQ.Jika Anda merasa stres, tertekan, atau selalu bersedih ketika berada di dekat bayi, berkonsultasilah dengan dokter. Perasaan berlebihan tersebut bisa menandakan baby blues atau bahkan depresi pospartum yang bila tidak segera ditangani dapat berakibat buruk bagi ibu maupun bayinya.Untuk mengetahui lebih banyak tentang baby blues maupun depresi setelah melahirkan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingtips mendidik anakmerawat bayigaya parentingcara mendidik anak
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/Pages/A-Perfect-Parent.aspx
Diakses pada 3 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/10-mistakes-new-parents-make
Diakses pada 3 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/babyproof-your-sanity-6-tips-for-new-parents
Diakses pada 3 Oktober 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/guide-parents.html
Diakses pada 3 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait