logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

9 Cara Membangun Ikatan Batin Antara Ibu dan Bayi

open-summary

Ikatan batin antara ibu dan bayi dapat membentuk pribadi anak yang ceria, mandiri, dan tangguh di masa depan. Bagaimana cara membangun bonding tersebut?


close-summary

14 Okt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ikatan batin ibu dan bayi

Ikatan batin ibu dengan bayi bisa dilakukan dengan berbagai cara

Table of Content

  • Manfaat menjaga ikatan batin ibu dan bayi
  • Cara meningkatkan ikatan batin ibu dan bayi
  • Penyebab sulitnya proses ikatan batin ibu dan bayi
  • Tips bonding ayah dan bayi

Mungkin Anda pernah mendengar anjuran pentingnya ikatan batin antara ayah, ibu, dan juga bayi. Sebenarnya, mengapa bonding ibu dan bayi itu penting? Bagaimana cara meningkatkan bonding dengan bayi?

Advertisement

Ikatan batin mengacu pada jalinan spesial yang terbentuk antara orangtua dan bayi baru lahir. Ikatan inilah yang membuat orangtua secara naluriah merawat bayi mereka sepenuh hati.

Contohnya, seperti terbangun di malam hari untuk menyusui hingga membawanya segera ke rumah sakit karena merasa ada yang tidak beres dengan kesehatannya.

Manfaat menjaga ikatan batin ibu dan bayi

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, ikatan batin atau bonding ibu dan anak adalah pembentukan hubungan timbal balik secara emosional.

Perlu orangtua ketahui bahwa  ikatan batin ini juga menjadi awal proses pembentukan karakter (usia 9 bulan pertama hingga 3 tahun). Apabila terganggu, sangat mungkin pada usia dewasa timbul berbagai gangguan tingkah laku.

Mayoritas orangtua merasakan ikatan batin ini seperti cinta pada pandangan pertama pada bayi. Namun, sekitar 20% orangtua baru harus melakukan serangkaian usaha sebelum akhirnya mampu merasakan ikatan batin.

no caption
Ikatan batin dengan bayi bisa mendukung tumbuh kembangnya

Seribu hari pertama merupakan momen penting dalam pertumbuhan serta perkembangan bayi. Pada masa ini, otak Si Kecil berkembang pesat hingga 90% ukuran otak dewasa. Oleh karena itu, segala bentuk stimulasi yang diterima akan sangat memengaruhi kehidupannya hingga dewasa.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi dengan ikatan batin yang kuat dengan kedua orangtuanya bisa mendapatkan manfaat, seperti:

  • Tumbuh menjadi anak yang bahagia, mandiri, dan tangguh.
  • Adanya rangsangan pada tubuh untuk melepaskan hormon dopamin yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
  • Dukungan pada otak dalam membentuk koneksi positif yang memengaruhi kemampuan kognitif.
  • Tumbuh kembang secara fisik yang optimal.
  • Emosi yang stabil.
  • Perasaan aman di sisi orangtua.

Bagi orangtua, menjalin ikatan batin dengan bayi juga dapat membangun rasa memiliki dan perlindungan terhadap anak. Apabila Anda belum merasakannya langsung setelah bayi lahir, tidak perlu sedih. Sebab, rasa itu akan datang pada saatnya. Apalagi, jika Anda terus melakukan berbagai usaha untuk menciptakan jalinan tersebut.

Baca Juga

  • Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi, Kapan Orang Tua Harus Khawatir?
  • Mutiara Epstein, Kista Tak Berbahaya yang Membuat Gusi Bayi Putih
  • Menyusui Bayi Sembari Merawat Balita? Ini Tipsnya!

Cara meningkatkan ikatan batin ibu dan bayi

Ikatan batin orangtua dengan bayi bisa saja tidak langsung hadir karena banyak hal, seperti trauma masa lalu, kekerasan dalam rumah tangga, kesulitan finansial, riwayat depresi, maupun gangguan kesehatan mental salah satu orangtua.

Meskipun demikian, proses bonding antara ibu dan bayi dapat tumbuh melalui pengasuhan sehari-hari. Semakin banyak aktivitas yang Anda lakukan bersama bayi baru lahir, maka semakin kuat pula ikatan terjalin.

Adapun cara yang membuat bayi agar lebih dekat dengan ibunya, di antaranya adalah:

1. Berinteraksi ketika masih dalam kandungan

Guna membentuk ikatan batin bayi dan ibunya sejak dini, Anda dapat mengajak bayi berinteraksi ketika masih berada dalam kandungan.

Saat bayi menendang atau melakukan gerakan lainnya di dalam perut, ajaklah ia berbicara sehingga akan lebih cepat mengenali suara Anda. Anda juga bisa menyanyikan lagu atau membacakan cerita.

Libatkan juga bayi dalam kandungan ketika Anda melakukan kegiatan sehari-hari, seperti, “Dek, hari ini Mama mau berangkat kerja. Adek temenin Mama ya, soalnya hari ini ada meeting penting di kantor”.

2. Melakukan inisiasi menyusu dini (IMD)

Anda bisa meminta rumah sakit untuk meletakkan bayi baru lahir di dada ibu agar ia merasakan ikatan batin pertama kali. Biasanya, inisiasi menyusu dini dilakukan setelah pemotongan tali pusar.

Bahkan, riset pada jurnal BMC Research Note menyatakan, IMD bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, mengurangi risiko diaresepsis, dan mengurangi risiko kematian bayi.

Penelitian ini pun memaparkan, kematian bayi baru lahir dapat dicegah hingga 33% jika melakukan IMD.

Manfaat salah satu proses bonding ini terjadi karena bayi mengisap kolostrum, yaitu ASI pertama yang keluar pascakelahiran. Sebab, kolostrum kaya akan imunoglobulin G yang mampu menangkal infeksi bakteri, virus, protozoa, dan jamur.

3. Sering melakukan skin-to-skin

Setelah bayi lahir, perbanyaklah waktu melakukan skin-to-skin, dengan cara meletakkan bayi di atas perut dan dada Anda ketika menyusui, sehingga kulit pun akan saling bersentuhan.

Selain itu, ikatan batin antara ibu dan bayijuga terjalin lewat sentuhan, seperti mengusapnya secara lembut.

Tidak perlu takut dengan istilah “bau tangan”, justru menggendong dan menyentuh bayi dapat membuatnya lebih tenang sekaligus aman.

4. Rutin menyusui bayi

Menyusui tidak hanya bermanfaat untuk melakukan skin-to-skin, tetapi juga memungkinkan terciptanya proses bonding dengan segera antara ibu dan bayi.

Alasannya, karena menyusui dapat melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini dapat meningkatkan relaksasi, kedekatan, dan rasa cinta antara ibu dan buah hati.

Ikatan Dokter Anak Indonesia memaparkan, semakin lama ibu menyusui, akan semakin sering juga kontak antarkulit dengan bayi. Cara ini dapat menimbulkan efek positif seperti membuat bayi lebih dekat dengan ibunya pada masa perkembangan.

5. Sering menatap bayi

Cara lainnya untuk meningkatkan ikatan ibu dan bayi adalah saling menatap sesering mungkin. Anda dapat menempatkan bayi pada posisi wajah berhadapan, sehingga mata bisa saling bertemu.

Tersenyumlah dan perhatikan ekspresi wajah yang ia tunjukkan. Ketika bayi sudah cukup besar, ia mungkin akan meniru ekspresi Anda. Hal ini tentu akan membuat proses bonding time semakin terjalin.

6. Mengajak bayi mengobrol

Biasakan untuk mengajak bayi mengobrol agar anak bisa lebih dekat dengan ibunya. Anda dapat menceritakan apa yang Anda lakukan, pikirkan, atau rasakan.

Selain itu, orangtua juga bisa bernyanyi di hadapannya, mengajaknya bermain, atau membacakan cerita, karena hal tersebut bisa membuat bayi senang.

Saat bicara dengan buah hati Anda, tatap matanya dan jauhkan pandangan Anda dari gadget. Ini menjadi cara meningkatkan bonding yang efektif.

7. Tidur dekat bayi

Dalam menciptakan ikatan batin antara ibu dan bayi, tidurlah secara berdekatan.

Anda dapat meletakkan tempat tidur si Kecil di dekat tempat tidur Anda, sehingga membuat bayi merasa aman. Tidak disarankan untuk tidur satu ranjang, karena bisa meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi.

8. Melakukan pijat bayi

Pijat bayi menjadi salah satu cara perawatan bayi baru lahir yang dapat dilakukan untuk meniingkatkan bonding dengan bayi.

Ini dapat membantu melancarkan sirkulasi, mengendurkan saraf yang tegang, menghindarkan bayi dari stres, dan membuatnya tidur lebih nyenyak.

Akan tetapi, karena tubuh bayi masih rapuh, Anda harus melakukannya dengan lembut dan hati-hati.

9. Mengajak bayi berjalan-jalan 

Jika bayi sudah cukup kuat untuk keluar, orangtua juga bisa mengajaknya pergi berkeliling taman.

Hal ini memungkinkan Anda dan bayi menghabiskan waktu yang berkualitas bersama serta menghirup udara segar, sehingga bisa meningkatkan suasana hati dan ikatan batin.

Libatkan pula pasangan dalam menikmati momen kebersamaan yang menyenangkan ini.

Ketika Anda sudah mengetahui kebiasaan bayi, termasuk hal yang disukai dan tidak disukai, lakukan hal tersebut secara rutin. Hal-hal yang terlihat sederhana ini akan menumbuhkan ikatan batin antara orangtua dan bayi.

Penyebab sulitnya proses ikatan batin ibu dan bayi

Penelitian dari BMC Psychiatry menemukan, penyebab gagalnya proses bonding antara ibu dan bayi erat kaitannya dengan depresi pascapersalinan.

Dalam hal ini, depresi pascapersalinan menyebabkan ibu mengalami perasaan negatif, seperti mudah tersinggung, kehilangan minat atau kesenangan saat menjalani sebagian besar aktivitasnya.

Bahkan, ibu dengan kondisi ini juga kerap memandang diri atau bayinya lebih rendah. Hal inilah membuat ibu kerap menunjukkan rasa kurang perhatian atau seolah-olah memusuhi.

Tips bonding ayah dan bayi

no caption
Ikut merawat anak bisa tumbuhkan ikatan batin ayah dan Si Kecil kelak

Menurut penelitian, ayah biasanya lebih sulit menjalin ikatan batin karena tidak menjalin kontak kulit (skin-to-skin) dengan bayi saat menyusui. Namun, ayah tetap bisa berusaha menjalin bonding dengan cara:

  • Sering mengajak bicara janin yang masih berada di dalam kandungan.
  • Berada di ruang persalinan untuk mendampingi istri melahirkan, tentunya dengan seizin dokter maupun bidan.
  • Ikut serta merawat bayi, seperti bergantian jaga malam atau mengganti popok.
  • Menggendong bayi saat ia menangis.
  • Melakukan kontak kulit untuk membuat bayi merasa aman dan tenang.

Jika Anda sudah melakukan segala usaha dalam beberapa bulan, tetapi ikatan batin seperti belum juga muncul, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Tenaga medis yang terlatih dapat mengidentifikasi penyebab hal ini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang cara membangun ikatan batin orangtua dan bayi, Anda juga bisa menanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingtumbuh kembang bayitumbuh kembang anakgaya parentingbayi & menyusuimerawat bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved