10 Ikan yang Bagus untuk MPASI agar Bayi Sehat dan Cerdas


Ikan yang bagus untuk MPASI bantu pertumbuhan tubuh dan kecerdasannya. Ikan yang bagus untuk bayi sebaiknya kaya akan vitamin, mineral, serta omega-3.

0,0
Ikan yang bagus untuk MPASI kaya gizi untuk tumbuh kembang bayiIkan yang bagus untuk MPASI kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan bayi
Ikan yang bagus untuk MPASI berguna untuk tumbuh kembang Si Kecil. Sebab, ikan mengandung segudang nutrisi yang juga menjaga kesehatannya.Namun, ada beberapa jenis ikan tertentu yang terbukti lebih bagus daripada jenis ikan lainnya. Apa sajakah itu?

Ikan yang bagus untuk MPASI

Ikan maupun makanan laut lainnya adalah salah satu pemicu alergi pada bayi.Jadi, ada anggapan bahwa sebaiknya pemberian MPASI ikan ditunda hingga Si Kecil berusia satu tahun.Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa pemberian ikan untuk bayi bisa dimulai sejak usia 6 bulan dan ini tidak berpengaruh terhadap alergi.Apabila timbul reaksi alergi pada bayi, tetap konsultasikan pada dokter anak untuk mendapatkan penanganan tepat.Inilah daftar ikan yang bagus untuk MPASI:

1. Ikan gabus

Ikan gabus adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena kaya albumin
Ikan gabus adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena kaya albumin
Ikan gabus untuk bayi memiliki segudang nutrisi yang baik untuk tumbuh kembangnya. Dilansir dari Kementerian kesehatan, nutrisi yang terkandung pada ikan gabus seberat 100 gram adalah:
  • Protein: 16,2 gram
  • Lemak: 0,5 gram
  • Karbohidrat: 2,6 gram
  • Kalsium: 170 mg
  • Fosfor: 139 mg
  • Kalium: 254 mg
  • Seng: 0,4 mg
  • Natrium: 65 mg
  • Vitamin A: 335 mcg
  • Vitamin B1: 0,40 mg
  • Vitamin B2: 0,20 mg
  • Vitamin B3: 0,1 mg.
Sebuah riset terbitan International Journal of Science and Technology menyatakan bahwa keunggulan ikan yang bagus untuk MPASI ini terletak pada kandungan albuminnya. Albumin adalah protein yang menjaga cairan dalam aliran darah tidak merembes ke jaringan lain. Albumin juga membawa hormon, enzim, serta vitamin ke seluruh tubuh.Riset ini memaparkan bahwa albumin mempercepat proses pembentukan jaringan baru, terutama bila bayi mengalami luka.Selain itu, ikan yang bagus untuk MPASI ini juga kaya asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated) yang baik untuk perkembangan otak dan retina matanya.Tidak hanya itu, berdasarkan temuan ini, ikan gabus juga kaya akan asam amino yang baik untuk mencegah risiko stunting.

2. Salmon

Salmon kaya omega-3 sehingga cocok sebagai ikan yang bagus untuk MPASI
Salmon kaya omega-3 sehingga cocok sebagai ikan yang bagus untuk MPASI
Ikan salmon untuk bayi tinggi nutrisi yang baik untuk tumbuh kembangnya.Inilah nutrisi yang terkandung di dalam 100 gram ikan salmon untuk bayi:
  • Protein: 21,3 gram
  • Lemak: 7,67 gram
  • Kalsium: 12 mg
  • Zat besi: 0,34 mg
  • Magnesium: 31 mg
  • Fosfor: 292 mg
  • Kalium: 450 mg
  • Natrium: 47 mg
  • Zinc: 0,43 mg
  • Vitamin C: 1,1 mg
  • Vitamin B3: 6,81 mg
  • Folat: 13 mcg
  • Vitamin B12: 2,67 mcg
  • Vitamin A: 56 mcg
  • Omega-3: 1,206 gram
  • Total asam lemak lainnya: 3,944 gram
Sebagai ikan yang bagus untuk bayi, salmon terbukti kaya akan omega-3 dan asam amino. Bahkan, ada 2 jenis omega-3 yang ada pada ikan yang bagus untuk MPASI ini, yaitu DHA dan EPA.DHA baik untuk pembentukan otak bayi, menjaga sistem saraf pusat, dan memelihara fungsi kornea mata.Selain itu, kandungan DHA pada salmon juga bagus untuk kualitas tidur Si Kecil. Terbukti, penelitian dari Food and Nutrition Research menemukan bahwa asupan kadar DHA yang rendah berkaitan dengan produksi hormon melatonin atau hormon kantuk yang rendah.Penelitian lain dari Journal of Sleep Research menunjukkan bahwa omega-3 dari ikan yang bagus untuk MPASI ini pun mampu membuat tidur lebih panjang dan mengurangi kebiasaan terbangun mendadak.Ikan salmon untuk bayi juga direkomendasikan karena teksturnya yang lembut dan tidak amis.

3. Ikan dori

Ikan dori untuk bayi kaya akan protein untuk pembentukan otot
Ikan dori untuk bayi kaya akan protein untuk pembentukan otot
Sebetulnya, ikan dori yang biasanya dijual dalam bentuk fillet sebenarnya adalah ikan patin. Dori hanyalah nama merek dari produsen di Vietnam.Per 100 gram ikan dori untuk bayi dapat menyediakan nutrisi berupa:
  • Protein: 17 gram
  • Lemak: 6,6 gram
  • Karbohidrat: 1,1 gram
  • Kalsium: 31 mg
  • Fosfor: 173 mg
  • Besi: 1,6 mg
  • Natrium: 77 mg
  • Kalium: 346 mg
  • Tembaga: 0,70 mg
  • Seng: 0,8 mg
  • Beta-karoten: 7 mcg
  • Vitamin B1: 0,2 mg
  • Vitamin B2: 0,03 mg
  • Vitamin B3: 1,7 mg.
Ikan dori tidak mengandung omega-3 sebanyak salmon atau gabus. Hanya saja, ikan dori memiliki kandungan protein yang lebih tinggi bila dibandingkan ikan gabus. Protein di dalam ikan patin sangat berguna untuk menambah massa otot bayi. Hal ini pun dipaparkan dalam riset terbitan Nutrients.Jadi, patin atau dori adalah ikan yang bagus untuk MPASI dan mendukung pertumbuhan tubuh bayi.

4. Tuna

Tuna adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena mengandung gizi yang beragam
Tuna adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena mengandung gizi yang beragam
Ikan tuna juga cocok sebagai ikan yang bagus untuk MPASI. Inilah kandungan gizi di dalam 100 gram tuna sebagai ikan yang bagus untuk bayi:
  • Protein: 24,4 gram
  • Lemak: 0,49 gram
  • Kalsium: 4 gram
  • Zat besi: 0,7 mg
  • Magnesium: 35 mg
  • Fosfor: 278 mg
  • Kalium: 441 mg
  • Natrium: 45 mg
  • Zinc: 0,37 mg
  • Selenium: 90,6 mcg
  • Vitamin B1: 0,118 mg
  • Vitamin B2: 0,115 mg
  • Vitamin B3: 18,5 mg
  • Vitamin B5: 0,28 mg
  • Vitamin B6L 0,933 mg
  • Folat: 2 mcg
  • Vitamin B12: 2,08 mcg
  • Vitamin A: 18 mcg
  • Vitamin D: 1,7 mcg.
  • Omega-3: 0,104 gram
Tuna tidak mengandung omega-3 sebanyak salmon atau gabus. Namun, tuna tetap bagus untuk MPASI bayi karena tinggi protein serta kaya akan vitamin dan mineral.Protein baik untuk otot Si Kecil. Sementara itu, vitamin dan mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, dan vitamin K mendukung pertumbuhan tulang dan giginya.Kadar selenium yang tinggi di dalam ikan tuna untuk bayi juga berguna untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darahnya.Selain itu, selenium bermanfaat untuk menjaga kesehatan jaringan kulit dan mengurangi risiko kanker pada anak.

5. Lele

Ikan lele untuk bayi kaya akan kolin yang baik untuk kemampuan belajar dan daya ingat
Ikan lele untuk bayi kaya akan kolin yang baik untuk kemampuan belajar dan daya ingat
Ikan yang murah dan mudah didapat ini rupanya termasuk ikan yang bagus untuk MPASI. Di dalam 100 gram lele yang dikukus, inilah kandungan nutrisinya:
  • Protein: 19,15 gram
  • Lemak: 7,47 gram
  • Kalsium: 10 mg
  • Zat besi: 0,29 mg
  • Magnesium: 22 mg
  • Fosfor: 231 mg
  • Kalium: 323 mg
  • Zinc: 0,6 mg
  • Kolin: 81,7 mg
  • Vitamin B12: 3,08 mcg
  • Vitamin E: 1,02 mg
  • Omega-3: 0,112 gram
  • Vitamin K: 2,6 mcg.
Lele terbukti kaya akan omega-3 dan kolin. Rupanya, kolin juga baik untuk kesehatan otak bayi.Dikutip dari jurnal Nutrients, kolin mampu meningkatkan kemampuan belajar bayi serta daya ingatnya saat dewasa nanti.Selain itu, ikan lele untuk bayi juga diperkaya vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan tulang dan giginya.

6. Mujair

mujair adalah ikan yang bagus untuk MPASI kaya zat besi dan vitamin A.
mujair adalah ikan yang bagus untuk MPASI kaya zat besi dan vitamin A.
Ikan mujair juga terbukti bagus untuk MPASI karena tinggi nutrisi. Rincian nutrisi ikan mujair adalah sebagai berikut:
  • Protein: 18,7 gram
  • Lemak: 1 gram
  • Kalsium: 96 mg
  • Fosfor: 209 mg
  • Zat besi: 1,5 mg
  • Natrium: 51 mg
  • Kalium: 265,8 mg
  • Seng: 0,2 mg
  • Vitamin A: 6 mcg
  • Beta-karoten: 3 mcg
  • Vitamin B3: 2 mg.
Dibandingkan dengan ikan lainnya, ikan mujair lebih kaya zat besi yang berguna untuk mengurangi risiko anemia pada bayi.Selain itu, ikan mujair bagus untuk bayi karena kaya akan mineral yang baik untuk pertumbuhan tulang.Ikan yang bagus untuk MPASI ini juga kaya akan beta-karoten dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata bayi.

7. Bandeng

Bandeng adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena kaya DHA dan protein.
Bandeng adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena kaya DHA dan protein.
Karena nutrisinya, bandeng merupakan salah satu ikan yang bagus untuk MPASI. Berikut adalah kandungan gizi bandeng:
  • Protein: 20,0 g
  • Lemak: 4,8 g
  • Kalsium: 20 mg
  • Fosfor: 150 mg
  • Besi: 2,0 mg
  • Natrium: 67 mg
  • Kalium: 271,1 mg
  • Seng: 0,9 mg
  • Vitamin A: 45 mcg
  • Beta-Karoten: 21 mcg
  • Vitamin B1: 0,05 mg
  • Vitamin B2: 0,10 mg
  • Vitamin B3: 6 mg
Menurut penelitian terbitan Food Science and Technology Research, kandungan DHA pada ikan bandeng relatif tinggi, yaitu sebanyak 1,63% dari seluruh asam lemak yang terkandung.Bandeng juga terbukti memiliki kadar protein yang tinggi, bahkan seperlima dari keseluruhan ikan yang bagus untuk bayi ini adalah protein.Selain itu, bandeng kaya mineral untuk pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil serta zat besi untuk menghindari risiko anemia.Bandeng juga baik untuk kesehatan mata bayi karena mengandung beta-karoten, vitamin A, serta DHA.

8. Belut

Lysine di dalam belut baik untuk memperbaiki mood bayi
Lysine di dalam belut baik untuk memperbaiki mood bayi
Belut juga bisa dikategorikan sebagai salah satu jenis ikan yang bagus untuk MPASI. Ketahuilah nutrisi yang terkandung di dalam 100 gram belut berikut ini:
  • Protein: 18,4 gram
  • Lemak: 11,7 gram
  • Kalsium: 20 mg
  • Zat besi: 0,5 mg
  • Magnesium: 20 mg
  • Fosfor: 216 mg
  • Kalium: 272 mg
  • Natrium: 51 mg
  • Zinc: 1,62 mg
  • Vitamin C: 0,15 mg
  • Vitamin B3: 3,5 mg
  • Folat: 15 mcg
  • Kolin: 65 mg
  • Vitamin A: 1.040  mcg
  • Vitamin E: 4 mg
  • Vitamin D: 23,3 mcg
  • Omega-3: 0,221 gram
  • Lysine: 1,69 gram.
Sebagai ikan yang bagus untuk bayi, belut mengandung vitamin D serta kalsium, fosfor, dan magnesium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan giginya.Selain itu, kadar vitamin A pada belut sangat tinggi. Vitamin A dan omega-3 baik menjaga fungsi matanya.Omega-3 dan lysine juga terbukti baik untuk menjaga fungsi otaknya. Lebih lanjut, dikutip dari penelitian dari International Journal of Molecular Sciences, lysine di dalam ikan yang bagus untuk bayi ini berguna untuk menjaga mood bayi agar tidak mudah rewel.

9. Teri

Teri segar tinggi kalsium sehingga menjadi ikan yang bagus untuk MPASI
Teri segar tinggi kalsium sehingga menjadi ikan yang bagus untuk MPASI
Ikan teri kerap dijual dalam bentuk ikan asin kering sehingga kadar garamnya terlalu tinggi. Oleh karena itu, ikan teri asin tidak begitu direkomendasikan oleh IDAI untuk diberikan pada bayi di bawah 1 tahun.Penggunaan garam pada MPASI pun sebetulnya hanya diperbolehkan sesedikit mungkin untuk menambah rasa agar bayi mau makan.Meski demikian, Anda bisa memilih ikan teri segar yang lebih bagus ikan untuk bayi. Dalam 100 gram ikan teri, inilah nutrisi yang terkandung:
  • Protein: 10,3 g
  • Lemak: 1,4 g
  • Karbohidrat: 4,1 g
  • Kalsium: 972 mg
  • Fosfor: 253 mg
  • Besi: 3,9 mg
  • Natrium: 554 mg
  • Kalium: 126,1 mg
  • Tembaga: 305,20 mg
  • Seng: 0,2 mg
  • Vitamin A: 13 mcg
  • Vitamin B1: 0,24 mg
  • Vitamin B2: 0,10 mg
  • Vitamin B3: 1,9 mg.
Kalsium di dalam ikan teri sangat tinggi. Selain itu, vitamin dan mineralnya juga beragam dan berguna untuk kesehatan tulang dan gigi bayi.

10. Ikan kembung

Ikan kembung adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena tinggi omega-3, bahkan melebihi salmon
Ikan kembung adalah ikan yang bagus untuk MPASI karena tinggi omega-3, bahkan melebihi salmon
Ikan kembung dapat menjadi sumber omega-3 yang yang tidak kalah dengan salmon, bahkan kandungannya lebih tinggi! Dalam 100 gram ikan kembung mengandung sekitar 2,4 gram omega-3. Anda bisa memberikan bagian perut ikan kembung untuk MPASI karena terdapat kandungan lemak dengan omega-3 yang paling banyak.

Ikan yang tidak direkomendasikan untuk MPASI

Ikan makarel tidak dianjurkan untuk MPASI karena terkontaminasi merkuri
Ikan makarel tidak dianjurkan untuk MPASI karena terkontaminasi merkuri
Meski ikan diketahui sehat untuk bayi, rupanya ada ikan yang berbahaya untuk bayi. Sebab, biasanya, ikan tersebut berada di laut yang terkontaminasi merkuri.Terbukti, merkuri mampu mengganggu sistem saraf pada bayi. Menurut Food and Drug Administration dan American Academy of Pediatrics, inilah ikan yang sebaiknya tidak diberikan Si Kecil:
  • Ikan makarel (king mackerel)
  • Marlin
  • Hiu
  • Todak
  • Tuna bigeye dan sirip kuning.
Lantas, bagaimana dengan ikan gindara untuk bayi? Ikan gindara sebenarnya tinggi protein dan mengandung lemak tak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan.Hanya saja, ikan gindara juga mengandung asam lemak yang tidak dapat dicerna tubuh, yaitu gempylotoxin. Kandungan ini akan menimbulkan efek samping diare berminyak (keriorrhoea).

Cara penyajian ikan agar aman untuk bayi

Beri ikan untuk MPASI pada bayi sebanyak tidak lebih dari 28 gram per minggu
Beri ikan untuk MPASI pada bayi sebanyak tidak lebih dari 28 gram per minggu
Agar bisa mendapatkan manfaat ikan yang bagus untuk MPASI, pastikan porsi ikan dalam 1 minggu untuk bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun tidak lebih dari 28 gram. Selain itu, pastikan Anda mengolahnya sampai matang sempurna agar terhindar dari kontaminasi bakteri dan parasit. Cara mengolah ikan yang aman adalah dengan memastikan suhu memasak mencapai 63 derajat Celcius.Tanda daging ikan sudah matang adalah dagingnya yang terpisah-pisah dan warnanya terlihat putih dan tidak lagi transparan.

Catatan dari SehatQ

Ikan yang bagus untuk MPASI adalah ikan yang tidak terkontaminasi merkuri. Selain itu, nutrisi ikan yang bagus untuk bayi adalah yang mengandung asam amino, omega-3, vitamin, serta mineral untuk pertumbuhannya.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait makanan bayi, konsultasikan dengan dokter anak terdekat atau chat dokter gratis melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmpasimakanan mengandung omega 3makanan bayi
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana Diakses pada 3 Juni 2021Kementerian kesehatan. https://www.panganku.org/id-ID/view Diakses pada 3 Juni 2021International Journal of Science and Technology. http://www.ieese.org/archieves/vol1n2.1.pdf Diakses pada 3 Juni 2021Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/albumin-blood-test/ Diakses pada 3 Juni 2021Pediatric Gastroenterology, Hepatology, & Nutrition Diakses pada 3 Juni 2021https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3819697/ Diakses pada 3 Juni 2021EBioMedicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4856740/ Diakses pada 3 Juni 2021USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/173715/nutrients Diakses pada 3 Juni 2021Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2010/08/100824132359.htm Diakses pada 3 Juni 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11872/ Diakses pada 3 Juni 2021Food and Nutrition Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3402070/ Diakses pada 3 Juni 2021Journal of Sleep Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24605819/ Diakses pada 3 Juni 2021Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/17-health-benefits-of-omega-3 Diakses pada 3 Juni 2021Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/basa-fish Diakses pada 3 Juni 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566799/ Diakses pada 3 Juni 2021American Bone Health. https://americanbonehealth.org/nutrition/minerals-for-bone-health/ Diakses pada 3 Juni 2021American Academy of Orthopaedics Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/calcium-nutrition-and-bone-health/ Diakses pada 3 Juni 2021Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/do-you-need-vitamin-k-supplements-for-your-bone-health/ Diakses pada 3 Juni 2021Stanford Children's Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=selenium-19-Selenium Diakses pada 3 Juni 2021USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1098798/nutrients Diakses pada 3 Juni 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566660/ Diakses pada 3 Juni 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355034 Diakses pada 3 Juni 2021All About Vision. https://www.allaboutvision.com/nutrition/vitamin_a.htm Diakses pada 3 Juni 2021Food Science and Technology Research. https://www.jstage.jst.go.jp/article/fstr/11/1/11_1_127/_pdf Diakses pada 3 Juni 2021USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/174193/nutrientsInternational Journal of Molecular Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6514796/ Diakses pada 3 Juni 2021IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana Diakses pada 3 Juni 2021Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/food/consumers/advice-about-eating-fish Diakses pada 3 Juni 2021American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/all-around/Pages/Protecting-Your-Children-From-Contaminated-Fish.aspx Diakses pada 3 Juni 2021Centre for Food Safety Hongkong. https://www.cfs.gov.hk/english/whatsnew/whatsnew_fstr/whatsnew_fstr_15_oilfish.html Diakses pada 3 Juni 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-fish/art-20044185 Diakses pada 3 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait