logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Ice Burn, Sensasi Kulit Tersengat Saat Kontak dengan Benda Dingin

open-summary

Ice burn adalah kondisi rusaknya kulit yang terjadi karena kontak dengan benda bersuhu dingin. Biasanya, kondisi ini terjadi karena paparan terlalu lama dengan benda beku.


close-summary

30 Jun 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Es dapat menyebabkan sensasi terbakar pada kulit

Es dapat menyebabkan sensasi terbakar pada kulit

Table of Content

  • Apa saja gejalanya?
  • Faktor risiko terjadinya ice burn
  • Diagnosis dan penanganan ice burn
  • Bagaimana cara mencegahnya?

Ice burn adalah kondisi rusaknya kulit yang terjadi karena kontak dengan benda bersuhu dingin. Biasanya, kondisi ini terjadi karena paparan terlalu lama dengan benda beku.

Advertisement

Terkadang, seseorang juga bisa mengalami ice burn saat sedang memberikan kompres dingin. Ketika kompres es batu diaplikasikan secara langsung, maka kondisi ini pun sangat mungkin terjadi.

Apa saja gejalanya?

Mengalami ice burn berarti kandungan air dalam sel-sel kulit membeku. Akibatnya, akan terbentuk kristal es yang bisa merusak struktur sel-sel kulit. Tak hanya itu, pembuluh-pembuluh darah di sekitar kulit juga mulai menyempit. Konsekuensinya, aliran darah menjadi tidak lancar dan menyebabkan kerusakan kian parah.

Jika dilihat, ice burn tampak sama seperti kondisi terbakar lain yaitu sunburn. Ada perubahan warna pada kulit yang terdampak. Contohnya tampak berwarna merah, putih, atau kuning keabuan.

Selain itu, gejala lain yang juga mungkin muncul di antaranya adalah:

  • Sensasi kebas
  • Rasa gatal
  • Rasa geli
  • Nyeri
  • Muncul luka
  • Kulit menjadi lebih kaku atau tebal

Faktor risiko terjadinya ice burn

Kondisi ice burn paling sering terjadi ketika kulit mengalami kontak langsung dengan es atau benda lain yang sangat dingin selama periode tertentu.

Contohnya kompres es untuk meredakan nyeri sendi dan cedera juga bisa menyebabkan ice burn apabila ditekan langsung ke kulit tanpa penghalang.

Pemicu lain kondisi ini adalah kontak terlalu lama dengan salju, cuaca dingin, atau angin kencang. Terlebih, ketika seseorang tidak mengenakan pakaian yang cukup melindungi.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang mungkin memicu terjadinya ice burn, seperti:

  • Terlalu lama berada di cuaca dingin atau angin kencang
  • Kebiasaan merokok
  • Mengonsumsi obat yang mengurangi aliran darah ke kulit seperti beta-blockers
  • Menderita diabetes
  • Menderita penyakit vaskular perifer (penyempitan nadi di luar otak dan jantung)
  • Memiliki gangguan neuropati perifer
  • Anak-anak
  • Orang berusia lanjut

Diagnosis dan penanganan ice burn

Ketika merasakan gejala ice burn, segera lepaskan atau hindari sumbernya. Kemudian, lakukan langkah bertahap untuk menghangatkan kulit. Berikut tahapan yang bisa dilakukan:

  • Rendam kulit yang terdampak di air hangat bersuhu 40 derajat Celsius selama 20 menit
  • Ulangi proses perendaman di air hangat dengan jeda 20 menit di antaranya
  • Aplikasikan kompres hangat

Namun, jangan tunda penanganan medis apabila ada kondisi berikut:

  • Kulit tampak pucat atau putih dan keras saat disentuh
  • Kulit tetap kebas meski sudah menghangat
  • Kulit tampak pucat meski sudah menghangat

Ketiga kondisi di atas merupakan gejala ada kerusakan jaringan cukup parah. Selain itu, segera cari bantuan medis apabila ada luka cukup besar di kulit.

Perhatikan pula apabila ada tanda-tanda infeksi seperti perubahan warna luka, keluar nanah, dan juga demam. Dokter akan menangani dengan meresepkan antibiotik.

Penanganan lain untuk kondisi ini bisa dengan:

  1. Ketika ada luka terbuka, bersihkan menyeluruh dan tutup dengan perban agar tetap bersih
  2. Aplikasikan balsam ke area yang terdampak
  3. Untuk meredakan nyeri, konsumsi obat pereda nyeri
  4. Aplikasikan gel lidah buaya ketika kulit mulai sembuh

Baca Juga

  • 5 Strategi Temukan Kembali Makna Hidup Saat Kehilangan Jati Diri
  • 7 Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman
  • Benarkah Efek Cahaya Lampu Saat Tidur Tak Baik untuk Otak?

Bagaimana cara mencegahnya?

Demi mencegah ice burn, pastikan selalu mengenakan pakaian sesuai dengan cuaca. Ketika terjebak dalam badai atau angin kencang dan pakaian tidak melindungi, sebaiknya segera selamatkan diri dengan mencari tempat hangat.

Kemudian, selalu beri penghalang saat akan memberikan kompres es batu. Contohnya dengan kain atau handuk. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sayuran beku sebagai alternatif dari cold pack agar tidak menimbulkan risiko terjadinya ice burn.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menghangatkan kulit yang tepat setelah mengalami ice burn, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

menjaga kesehatanluka bakarpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved