Salah satu tanda bayi cukup ASI adalah berat badan bayi bertambah dan warna feses kuning
Bayi aktif dan ceria merupakan salah satu tanda bayi cukup ASI

Sebagian besar ibu, terutama ibu baru tidak tahu berapa banyak ASI yang cukup diminum oleh bayi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran jika ASI tidak mencukupi nutrisi bayi, sehingga ibu memberinya susu formula tambahan.

Namun, Anda tak perlu panik dan khawatir sebab terdapat tanda bayi cukup ASI yang dapat Anda perhatikan. Ketika bayi sudah cukup ASI, maka Anda tidak perlu khawatir karena kebutuhan nutrisi bayi telah tercukupi.

Bagaimana tanda bayi cukup ASI?

Pada hari-hari pertama bayi lahir ke dunia, payudara ibu biasanya menghasilkan kolostrum. Kolostrum adalah cairan berwarna kuning keemasan yang diproduksi oleh tubuh ibu sejak minggu-minggu terakhir kehamilan.

ASI biasanya muncul menggantikan kolostrum di hari ketiga atau keempat setelah kelahiran bayi. Berbeda dengan kolostrum yang bening keemasan, ASI berwarna putih dan lebih cair. Air susu ibu menjadi satu-satunya makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. 

Meski ibu sering menyusui, namun mungkin terdapat pertanyaan dalam benak ibu apakah bayi telah mendapat cukup ASI? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut tanda bayi cukup ASI yang dapat ibu perhatikan:

1. Payudara terasa lebih lembut setelah menyusui

Hal ini terjadi karena bayi telah mengosongkan ASI di payudara dengan sempurna sehingga payudara tidak lagi keras.

2. Bayi tampak tenang dan kenyang setelah menyusui

Ketika bayi mendapat cukup ASI, maka bayi tidak akan rewel kecuali jika terdapat masalah lain seperti sakit perut, ruam popok, dan lainnya.

3. Berat badan bayi bertambah

Berat bayi ketika lahir biasanya sedikit menurun di awal-awal kelahiran. Namun jika mendapat cukup ASI, maka berat badan bayi akan bertambah saat bayi berusia sekitar 2 minggu.

4. Bayi buang air kecil 6-8 kali per hari

Ketika bayi mendapatkan kolostrum, maka ia hanya buang air kecil 1-2 kali dalam 24 jam pertama kehidupannya. Namun, setelah bayi mendapat cukup ASI secara teratur atau setelah usianya 5 hari, maka intensitas buang air kecilnya bertambah menjadi 6-8 kali per hari. 

5. Bayi sering menyusu

Bayi yang sering menyusu secara teratur kira-kira sebanyak 8-12 kali sehari, dan dapat menghisap payudara dengan benar, tentu akan mendapat ASI yang cukup.

6. Bayi ceria dan aktif ketika bangun tidur

Jika bayi mendapat cukup ASI terutama sebelum tidur, ia akan lebih aktif dan ceria ketika bangun. Hal ini tentu bagus untuk perkembangannya.

7. ASI ditelan dengan baik

Ketika bibir bayi menempel ke puting payudara untuk menyusu, maka ia akan mengisap dengan cepat. Namun, jika gerakannya melambat dan tarikannya terasa lebih dalam, maka ia sedang menelan ASI. Selain itu, Anda juga dapat melihat dagunya turun ke bawah dan terdengar suara menelan. Bayi yang menelan ASI dengan baik tentu akan mendapat cukup ASI.

8. Warna feses kuning

Warna feses juga penting sebagai tanda bayi mendapat cukup ASI. Ketika buang air besar pertama, biasanya feses berwarna hitam dan lengket. Namun setelah mendapat ASI, feses akan berwarna hijau dan berubah menjadi kuning dengan sedikit berair karena cairan ASI. Pastikan juga bayi buang air besar minimal satu kali sehari.

9. Urine berwarna jernih

Urine yang berwarna jernih dapat menandakan bayi cukup mendapat ASI. Sebab jika bayi tidak mendapat cukup ASI, maka urinenya akan berwarna lebih gelap karena dehidrasi.

Berbagai tanda bayi tidak cukup ASI

Sama halnya dengan bayi yang mendapat cukup ASI, bayi yang tidak mendapat cukup ASI juga dapat menunjukkan tanda-tanda. Ketika bayi tidak mendapat cukup ASI, maka bayi bisa kekurangan nutrisi dan dapat berpengaruh pada perkembangannya. Adapun tanda bayi tidak cukup ASI yang dapat ibu perhatikan, yaitu:

  • Berat badan bayi turun terus menerus. Jika setelah lima hari kelahirannya, berat badan bayi tidak bertambah atau bahkan malah berkurang terus maka ini bisa menjadi tanda bayi tidak mendapat cukup ASI.
  • Popok bayi tetap kering setelah 4-6 jam.
  • Setelah lima hari kelahirannya, feses bayi berwarna gelap dan sedikit.
  • Urine bayi berwarna sangat gelap. Jika bayi memiliki urine yang gelap seperti jus apel, maka ini dapat menandakan bayi kekurangan cairan karena tidak mendapat cukup ASI. 
  • Bayi sering rewel atau lesu. Jika setelah diberi ASI, bayi sering rewel atau terlihat lesu maka itu bisa menjadi tanda bayi tidak cukup ASI. Bayi yang sering rewel dapat pula menandakan dirinya lapar.
  • Mulut atau mata bayi tampak kering.
  • Bayi terlihat tidak kenyang. Meski sudah menyusu dalam waktu yang lama, namun bayi tetap rewel. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidakmampuan bayi untuk menghisap puting susu.
  • Payudara tidak terasa lembut setelah menyusui. Jika payudara tidak terasa lembut setelah menyusui, maka dapat menandakan pengosongan ASI tidak sempurna.
  • Bayi tidak terdengar menelan ketika menyusu. Meski suara bayi ketika menelan ASI tidak selalu terdengar, namun Anda perlu memperhatikannya karena bisa saja bayi tidak menelannya sehingga tidak mendapat cukup ASI.

Jika Anda melihat tanda-tanda bayi tidak mendapat cukup ASI atau Anda tidak dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter. 

Dokter akan memberi saran pada Anda untuk mengatasi masalah tersebut. Selain berkonsultasi pada dokter, teruslah menyusui bayi secara bergantian dari satu payudara ke payudara yang sebelahnya agar ASI dapat sepenuhnya kosong dan bayi mendapat cukup ASI.

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_how-to-tell-whether-your-babys-getting-enough-breast-milk_617.bc
Diakses pada 28 Agustus 2019

Parents. https://www.parents.com/baby/care/how-can-i-tell-if-my-newborn-is-getting-enough-milk/
Diakses pada 28 Agustus 2019

LLLI. https://www.llli.org/breastfeeding-info/is-baby-getting-enough/
Diakses pada 28 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed