Ibu Menyusui Minum Soda, Apa Efeknya untuk Bayi?


Ibu menyusui soda sebenarnya tidak dilarang, tetapi tidak dianjurkan karena kadar gula yang tinggi mampu menyebabkan beragam risiko penyakit.

(0)
Ibu menyusui minum soda menyebabkan bayi rewel dan anemiaIbu menyusui minum soda bisa membuat bayi rewel dan anemia karena kandungan kafein
Ibu menyusui minum soda, apakah boleh? Pertanyaan ini kerap kali muncul di benak banyak perempuan. Anggapannya, segala macam kandungan dalam minuman soda akan terserap ke dalam ASI sehingga dikhawatirkan akan memengaruhi kesehatan si Kecil.Bahkan, ada pula mitos yang bermunculan jika minuman bersoda untuk ibu menyusui menyebabkan bayi kembung.Lantas, apa "hukum"nya minum soda saat menyusui jika dilihat dari sisi kesehatan?

Apakah ibu menyusui minum soda dibolehkan?

Soda tidak dilarang, tetapi tidak direkomendasikan karena ada kandungan kafein
Selain harus lebih selektif pilah-pilih makanan untuk ibu menyusui, jenis minumannya pun juga.Beberapa makanan dilarang untuk ibu menyusui. Namun, apakah minuman soda juga dilarang untuk ibu menyusui?Ada yg bilang demikian karena minuman bersoda mengandung kafein yang bisa tererserap dalam ASI. Menurut riset yang diterbitkan pada jurnal Drugs and Lactation Database, ibu menyusui minum soda sebenarnya boleh saja. Asalkan, porsinya dibatasi.Sebagai patokan, asupan kafein pada ibu menyusui yang dibolehkan dalam sehari hanya sebanyak 300-500 mg per hari.Artinya, ibu menyusui tidak disarankan untuk minum soda lebih dari 3 kaleng dalam satu hari.

Efek ibu menyusui minum soda pada bayi

American Academy of Pediatrics menyatakan, kafein yang terserap ke dalam ASI hanya kurang dari 1% dari total yang dikonsumsi ibu.Kelihatannya sedikit. Namun, bayi cenderung lebih sensitif terhadap efek kafein, terutama bayi prematur dan bayi yang baru lahir.Sebab, tubuh bayi masih belum sepenuhnya mampu memetabolisme kafein yang masuk ke tubuhnya melalui ASI yang dikonsumsi.Secara umum, nilah efek ibu menyusui minum soda yang ditemukan pada bayi:

1. Gangguan pencernaan bayi

Sebenarnya, soda cenderung aman dikonsumsi ibu menyusui. Namun, tidak semua bayi bisa menerimanya.Pada bayi yang sensitif, soda yang diminum ibunya dapat menyebabkan mereka mengalami gangguan pencernaan.Bayi dapat mengalami sakit perut, kembung dan sering buang gas. Maka, sebaiknya dibatasi dalam mengonsumsinya.

2. Rentan alami anemia

Kafein pada soda sebabkan berkurangnya zat besi dan picu anemia defisiensi besi
Jika pada soda Anda terdapat campuran kopi, harap berhati-hati.Kandungan kafein dalam minuman soda dalam takaran lebih dari 450 ml sehari dapat menyebabkan kadar zat besi di dalam ASI berkurang.Hal ini akan menyebabkan bayi berisiko mengalami anemia defisiensi besi ringan. Terlebih, pada bayi baru lahir yang supan nutrisi utamanya hanya berasal dari ASI eksklusif.

2. Bayi susah tidur

Kafein pada soda sebabkan bayi rewel dan susah tidur
Efek kafein yang membuat susah tidur pun tidak hanya dialami orang dewasa. Bayi dapat merasakan yang sama.Pola tidur yang buruk, bayi rewel, serta gelisah muncul saat bayi menerima ASI dari ibu yang mengonsumsi kafein sangat tinggi.Risiko ini cenderung dapat terlihat ketika ibu menyusui minum soda 10 cangkir atau lebih setiap hari.

Bahaya ibu menyusui minum soda bagi kesehatan tubuh

Ibu menyusui minum minuman bersoda tidaklah dilarang. Namun, tetap akan ada efek buruk yang akan menghantui kesehatan tubuh jika konsumsinya berlebihan dan dalam jangka panjang.Inilah bahaya minuman bersoda untuk ibu menyusui:

1. Merusak ginjal

Gula jenis high-fructose corn syrup pada soda sebabkan ginjal rusak
Rupanya, minuman bersoda untuk ibu menyusui mampu mengganggu fungsi ginjal. Hal ini pun dibuktikan pada riset yang diterbitkan pada jurnal American Society of Nephrology.Penelitian ini menemukan, konsumsi soda lebih dari dua kaleng setiap hari mampu menurunkan fungsi ginjal perempuan.Biang keladi di balik hal tersebut adalah tingginya kadar pemanis buatan berjenis high-fructose corn syrup di dalam minuman soda.Studi lain dari PLOS One menyatakan, konsumsi pemanis buatan ini mampu meningkatkan risiko ginjal mengalami albuminuria, yaitu adanya protein albumin dalam urine berlebih. Hal ini dikarenakan kerusakan pembuluh darah kecil (glomerulus) pada ginjal.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Fruktosa pada minuman soda meningkatkan gula darah dan picu diabetes
Bahaya ibu menyusui minum soda selanjutnya adalah meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini pun dipaparkan pada jurnal Nutrition & Metabolism.Tahukah Anda bahwa 65% dari satu sajian minuman soda adalah gula berupa sirup jagung fruktosa? Riset dari Global Public Health: An International Journal for Research, Policy and Practice menyatakan, fruktosa dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi daripada jenis gula lainnya.Meningkatnya risiko diabetes menyusui pun berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Sebab, kadar lemak yang terkandung dalam darah (trigliserida) meningkat ketika mengonsumsi fruktosa.

3. Mengganggu sistem organ tubuh

Kandungan BPA pada kaleng larut ke dalam soda dan tingkatkan risiko kanker payudara
Kaleng soda mengandung senyawa yang membahayakan kesehatan, yaitu bisphenol A (BPA).BPA ternyata mampu larut ke dalam soda dan mampu mengacaukan sistem endokrin pada tubuh.Akibatnya, banyak sistem yang ada di dalam tubuh pun ikut rusak. Beberapa jaringan yang rusak ditemukan pada sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan sistem reproduksi. Hal ini pun disampaikan pada jurnal Environmental Research.Studi dari National Institute of Public Health of Polandia menyatakan, BPA mampu meningkatkan risiko ketidaksuburan hingga dan kanker payudara.

4. Memicu kanker

Pewarna karamel mengandung zat pemicu kanker
Umumnya, minuman bersoda dengan warna cokelat kehitaman dibuat dengan “pewarna karamel” yang tertera pada label komposisinya.Pewarna tersebut diduga bersifat karsinogenik atau zat yang memicu kanker. Hal ini pun dibuktikan oleh penelitian pada tikus yang dimuat dalam jurnal PLOS One.Namun agar efek karsinogen tersebut tampak nyata sampai menyebabkan kanker, seorang  ibu menyusui harus minum 1000 kaleng soda dalam sehari. Tentu, hal ini tidaklah realistis, bukan?

5. Merusak gigi dan tulang

Asam fosfat dan asam sitrat pada soda sebabkan tulang dan gigi rapuh
Soda seperti kola mengandung asam fosfat dan asam sitrat. Menurut studi dari Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, kedua jenis asam ini mampu membuat lapisan pelindung mahkota gigi (enamel) terkikis lebih cepat atau disebut erosi gigi. Padahal, enamel merupakan bagian tubuh yang paling keras.Terlebih, kandungan asam fosfat juga mampu meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita. Riset dari American Society for Nutrition menemukan, risiko tersebut muncul karena konsumsi soda kola mampu menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh.Hal ini berimbas pada tulang kekurangan kalsium sebagai mineral penyusun tulang. Oleh karena itu, kepadatan tulang pun berkurang dan rapuh.

6. Meningkatkan risiko gangguan metabolik

Tingginya gula pada soda picu gangguan metabolik
Riset yang diterbitkan pada The International Journal of Clinical Practice menemukan, konsumsi soda erat kaitannya dengan gangguan metabolik.Hal ini dikarenakan tingginya kadar gula pada soda. Bahkan, tidak hanya gula, pemanis buatan yang kerap ditemukan pada minuman soda untuk diet juga mampu meningkatkan risiko gangguan metabolik

Benarkah jika ibu menyusui minum soda sebabkan bayi kembung?

Soda tidak menyebabkan bayi kembung, tetapi karena salah pelekatan
Sebenarnya, tidak bukti ataupun penelitian terbaru terkait ibu menyusui minum soda membuat bayi kembung.Namun, risiko ini bisa saja terjadi pada bayi yang sensitif. Faktanya, bayi kembung terjadi akibat adanya udara yang masuk ke saluran pencernaan.Selain itu, penyebab bayi kembung di antaranya adalah:
  • Kesalahan pada pelekatan puting dan bibir bayi saat menyusui sehingga menelan udara.
  • Menangis hebat yang menyebabkan mulut bayi terbuka dalam waktu lama sehingga udara masuk.
  • Masalah pencernaan, seperti GERD, bayi sembelit, maupun gastroenteritis.
  • Bayi mengonsumsi makanan baru, terutama pada bayi 6 bulan yang sudah memulai MPASI.

Catatan dari SehatQ

Ibu menyusui minum soda sebenarnya tidak dilarang. Namun, soda bukan minuman yang betul-betul sehat untuk ibu menyusui dan bayinya.Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut soal efek minum soda saat menyusui atau perihal menyusui lainnya, tanyakan langsung lewat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Kunjungi juga Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik seputar keperluan bayi dan ibu menyusui.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimenyusuiminuman tidak sehatmakanan ibu menyusui
Drugs and Lactation Database. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/ Diakses pada 18 Desember 2020American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Alcohol-Breast-Milk.aspx Diakses pada 18 Desember 2020American Society of Nephrology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3022238/ Diakses pada 18 Desember 2020PLOS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2562987/ Diakses pada 18 Desember 2020Nutrition & Metabolism. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2991323/ Diakses pada 18 Desember 2020Global Public Health: An International Journal for Research, Policy and Practice doi.org/10.1080/17441692.2012.736257 Diakses pada 18 Desember 2020Healthline. https://www.healthline.com/health-news/bpa-can-make-blood-pressure-spike-120814 Diakses pada 18 Desember 2020Environmental Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31299621 Diakses pada 18 Desember 2020National Institute of Public Health of Poland. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25813067/ Diakses pada 18 Desember 2020PLOS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4333292/ Diakses pada 18 Desember 2020Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5771309/ Diakses pada 18 Desember 2020American Society for Nutrition. https://academic.oup.com/ajcn/article/84/4/936/4632980 Diakses pada 18 Desember 2020The International Journal of Clinical Practice. doi.org/10.1111/ijcp.12927 Diakses pada 18 Desember 2020Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725 Diakses pada 18 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait