Jengkol memiliki bau menyengat dan dapat memengaruhi rasa ASI
Makanan olahan jengkol memang menggugah selera banyak orang

Semur jengkol, jengkol kecap, jengkol balado, atau apapun olahan jengkol adalah menu menggugah selera bagi banyak orang, tak terkecuali ibu menyusui. Sebenarnya sah-sah saja bagi ibu menyusui makan jengkol, namun jangan kaget jika bisa memengaruhi rasa ASI.

Jengkol adalah tanaman yang banyak tumbuh di negara-negara Asia Tenggara. Nama latinnya adalah Archidendron jiringa. Tak hanya menjadi olahan makanan khas Betawi, jengkol juga dikenal dengan baunya yang cukup menyengat.

Itulah mengapa, mengonsumsi jengkol kerap dianggap dilematis. Bagi yang suka, tentu rasanya sangat lezat dan menggiurkan. Namun di sisi lain, bau dari jengkol ini bisa tertinggal cukup lama dan mengganggu.

Asupan makanan ibu menyusui

Seorang ibu menyusui memerlukan tambahan kalori sekitar 1800-2200 per harinya, bahkan lebih. Angka ini akan berbeda antara satu ibu menyusui dan lainnya, bergantung pada kondisi tubuh dan aktivitas yang dilakukannya.

Ibu menyusui yang tidak aktif tentu akan menyimpan lebih banyak cadangan lemak. Selain itu, ibu menyusui yang sehari-harinya aktif mungkin lebih memerlukan tambahan kalori ketimbang yang tidak.

Meski demikian, asupan makanan dan minuman sangatlah menentukan seberapa banyak ASI yang dihasilkan seorang ibu menyusui. Terlebih saat momen-momen tertentu seperti bayi growth spurt, asupan kalori yang diperlukan bisa jadi bertambah.

Selama tidak ada kebutuhan untuk menjaga berat badan, menghitung kalori bukan sesuatu yang wajib. Ibu menyusui hanya perlu mendengarkan sinyal untuk makan dari tubuh secara alami.

Bagaimana dengan ibu menyusui makan jengkol?

Jika memang jengkol bisa menambah nafsu makan sekaligus membuat ibu menjadi bahagia, tak ada salahnya mengonsumsi jengkol sampai saat ini. Tentu saja harus dilakukan penelitian lebih lanjut perihal efek makan jengkol terhadap kualitas ASI saat menyusui, baik rasa maupun bau ASI.

Walaupun mengubah rasa asi, namun hal ini tidak signifikan dan justru baik karena memperkaya selera lidah bayi sebelum nanti mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) di usia sekitar 6 bulan.

Waspada makan jengkol

Sebenarnya saat ibu menyusui makan jengkol, yang lebih menyita perhatian bukanlah bagaimana cita rasa ASI setelah mengonsumsinya. Namun justru dampak makan jengkol bagi kesehatan ibu menyusui.

Jengkol mengandung asam amino yang disebut asam jengkolat (methylenebiscysteine). Asam jengkolat ini berisiko membentuk kristal tajam di saluran kemih. Konsekuensinya adalah rasa nyeri luar biasa hingga hematuria. Salah satu ciri hematuria adalah adanya darah dalam urine.

Perlu diingat pula bahwa jengkol mengandung unsur sulfur yang tinggi. Tak heran, bau khas dari jengkol begitu menyengat. Semakin tua biji jengkol, akan semakin tinggi pula kandungan asam jengkolat di dalamnya. Dalam sekitar 15 gram biji mentah jengkol, terdapat 0,3 gram asam jengkolat.

Risiko keracunan jengkol

Tak hanya itu, apabila ibu menyusui makan jengkol berlebihan maka bisa menimbulkan racun yang berdampak pada jantung, ginjal, hati, dan juga pankreas.

Keracunan ini bisa terjadi apabila jengkol dikonsumsi dalam kondisi bijinya masih mentah atau setengah matang. Itulah mengapa jengkol juga kerap dikaitkan dengan penyakit gagal ginjal.

Dalam sebuah penelitian tahun 2014 lalu, masalah pada ginjal akibat konsumsi jengkol berlebihan bisa diatasi dengan menghidrasi tubuh pasien, menjalani terapi bikarbonat, hingga pemberian obat.

Tak hanya itu, tercatat ada 3 pasien yang memerlukan tindakan operasi untuk menghancurkan batu ginjal. Seakan belum cukup, 4 dari 96 pasien yang terdata meninggal dunia akibat gagal ginjal akut.

Gejala keracunan jengkol bisa terlihat dalam waktu kurang dari 12 jam sejak mengonsumsinya. Beberapa gejala tersebut adalah:

Apabila sudah terdeteksi darah dalam urine, artinya bisa jadi telah ada kristal asam jengkolat yang menggores saluran kemih, lambung, atau bahkan ginjal. Ketika semakin parah, seseorang bisa gagal buang air kecil sehingga penumpukan asam jengkolat dalam tubuh semakin banyak.

Jadi, ibu menyusui makan jengkol ada baiknya memertimbangkan dampaknya bagi kesehatan. Bukan hanya soal apakah cita rasa ASI jadi seperti jengkol, tapi juga pengaruh asam jengkolat bagi kesehatan. Jika berlebihan, ibu menyusui justru bisa jatuh sakit.

[email protected] Use. https://uses.plantnet-project.org/en/Archidendron_jiringa_(PROSEA)
Diakses 24 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21744354
Diakses 24 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3998865/
Diakses 24 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17337378
Diakses 24 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed