logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Ibu Menyusui Makan Jengkol, Bagaimana Rasa ASI-nya?

open-summary

Meski jengkol tinggi nutrisi, namun bila ibu menyusui makan jengkol secara berlebihan maka bukan hanya akan mempengaruhi rasa ASI, tapi juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan.


close-summary

29 Okt 2019

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ibu menyusui makan jengkol bisa mempengaruhi rasa ASI

Ibu menyusui makan jengkol boleh saja asal sesuai dengan aturan

Table of Content

  • Bolehkah ibu menyusui makan jengkol?
  • Manfaat jengkol untuk ibu menyusui
  • Waspada makan jengkol saat menyusui
  • Ibu menyusui makan jengkol bisa berisiko keracunan
  • Hal yang perlu diperhatikan saat ibu menyusui makan jengkol

Semur jengkol, jengkol kecap, jengkol balado, atau apapun olahan jengkol adalah menu menggugah selera bagi banyak orang, tak terkecuali ibu menyusui. Sebenarnya sah-sah saja untuk ibu menyusui makan jengkol, namun jangan kaget bila mengonsumsi makanan tersebut memengaruhi rasa ASI.

Advertisement

Jengkol adalah tanaman yang banyak tumbuh di negara-negara Asia Tenggara. Nama latinnya adalah Archidendron jiringa. Tak hanya menjadi olahan makanan khas Betawi, jengkol juga dikenal dengan baunya yang cukup menyengat.

Itulah mengapa, mengonsumsi jengkol kerap dianggap dilematis. Bagi yang suka, tentu rasanya sangat lezat dan menggiurkan. Namun di sisi lain, bau dari jengkol ini bisa tertinggal cukup lama dan mengganggu.

Baca Juga

  • ASI Bercampur Darah, 6 Penyebabnya Wajib Diketahui Ibu
  • Gejala Ginjal Bermasalah pada Bayi Hingga Orang Dewasa
  • Makanan Berjamur, Kapan Boleh dan Jangan Dikonsumsi?

Bolehkah ibu menyusui makan jengkol?

Seorang ibu menyusui memerlukan tambahan kalori sekitar 1800-2200 per harinya, bahkan lebih. Angka ini akan berbeda antara satu ibu menyusui dan lainnya, bergantung pada kondisi tubuh dan aktivitas yang dilakukannya.

Meski demikian, asupan makanan dan minuman ibu menyusui sangatlah menentukan seberapa banyak ASI yang dihasilkan. Terlebih saat momen-momen tertentu seperti bayi growth spurt, asupan kalori yang diperlukan bisa jadi bertambah.

Jika memang jengkol bisa menambah nafsu makan sehingga mudah meningkatkan asupan kalori, tak ada salahnya mengonsumsi jengkol sampai saat ini. Namun, tentu saja harus dilakukan penelitian lebih lanjut perihal efek makan jengkol terhadap kualitas ASI saat menyusui, baik rasa maupun bau ASI.

Walaupun mengubah rasa asi, namun hal ini tidak signifikan dan justru baik karena memperkaya selera lidah bayi sebelum nanti mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) di usia sekitar 6 bulan.

Manfaat jengkol untuk ibu menyusui

Manfaat jengkol untuk ibu menyusui sendiri cukup banyak karena buah berbau khas ini memang mengandung banyak nutrisi yang diperlukan ibu menyusui. Berikut beberapa manfaat makan jengkol saat menyusui:

  • Mencukupi zat besi sehingga dapat mencegah anemia pada ibu menyusui.
  • Meningkatkan jumlah kalsium pada ASI sehingga membantu memenuhi kebutuhan kalsium bayi.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh karena tinggi vitamin C
  • Mencegah sembelit karena jengkol mengandung tinggi serat.
  • Mencukupi asupan protein, mineral dan vitamin karena jengkol mengandung tinggi protein, vitamin A, B, C dan mineral seperti fosfor hingga zat besi.

Meski banyak manfaat, mengonsumsi jengkol juga tak boleh berlebihan karena dapat memberikan efek samping yang serius.

Waspada makan jengkol saat menyusui

Sebenarnya saat ibu menyusui makan jengkol, yang lebih menyita perhatian bukanlah bagaimana cita rasa ASI setelah mengonsumsinya. Namun justru dampak makan jengkol bagi kesehatan ibu menyusui.

Jengkol mengandung asam amino yang disebut asam jengkolat (methylenebiscysteine). Asam jengkolat ini berisiko membentuk kristal tajam di saluran kemih. Konsekuensinya adalah rasa nyeri luar biasa hingga hematuria. Salah satu ciri hematuria adalah adanya darah dalam urine.

International Medical Case Report NCBI, pernah melaporkan sebuah penelitian yang memaparkan kasus seorang pria 32 tahun dengan nyeri pinggang hebat. Adapaun dalam penelitian dilaporkan, dua jam setelah makan 10 buah jengkol, pasien mengalami nyeri akut, bilateral, hingga muntah. Ia juga mengalami kesulitan buang air kecil, hematuria dan penurutan keluaran urin selama 12 jam. 

Perlu diingat pula bahwa jengkol mengandung unsur sulfur yang tinggi. Tak heran, bau khas dari jengkol begitu menyengat. Semakin tua biji jengkol, akan semakin tinggi pula kandungan asam jengkolat di dalamnya. Dalam sekitar 15 gram biji mentah jengkol, terdapat 0,3 gram asam jengkolat.

Ibu menyusui makan jengkol bisa berisiko keracunan

Tak hanya itu, apabila ibu menyusui makan jengkol berlebihan maka bisa menimbulkan racun yang berdampak pada jantung, ginjal, hati, dan juga pankreas.

Keracunan ini bisa terjadi apabila jengkol dikonsumsi dalam kondisi bijinya masih mentah atau setengah matang. Itulah mengapa jengkol juga kerap dikaitkan dengan penyakit gagal ginjal.

Dalam sebuah penelitian tahun 2014 lalu, masalah pada ginjal akibat konsumsi jengkol berlebihan bisa diatasi dengan menghidrasi tubuh pasien, menjalani terapi bikarbonat, hingga pemberian obat.

Tak hanya itu, tercatat ada 3 pasien yang memerlukan tindakan operasi untuk menghancurkan batu ginjal. Seakan belum cukup, 4 dari 96 pasien yang terdata meninggal dunia akibat gagal ginjal akut.

Gejala keracunan jengkol bisa terlihat dalam waktu kurang dari 12 jam sejak mengonsumsinya. Beberapa gejala tersebut adalah:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri pinggang
  • Gangguan buang air kecil (disuria)
  • Ada darah dalam urine (hematuria)
  • Serangan kolik

Apabila sudah terdeteksi darah dalam urine, artinya bisa jadi telah ada kristal asam jengkolat yang menggores saluran kemih, lambung, atau bahkan ginjal. Ketika semakin parah, seseorang bisa gagal buang air kecil sehingga penumpukan asam jengkolat dalam tubuh semakin banyak.

Hal yang perlu diperhatikan saat ibu menyusui makan jengkol

Setelah mengetahui manfaat dan risiko makan jengkol saat menyusui, sebaiknya jika Anda tetap ingin mengonsumsinya, maka perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan makan jengkol tidak berlebihan dan tidak setiap hari agar meminimalisir keracunan jengkol yang tidak baik untuk kesehatan maupun ASI.
  • Pastikan jengkol yang dikonsumsi benar-benar matang agar tidak mengandung bakteri berbahaya dan mencegah risiko terkena penyakit berat seperti batu ginjal hingga kerusakan pembuluh darah ginjal.
  • Banyak konsumsi air putih untuk menetralkan risiko berbahaya dari mengonsumsi jengkol.

Jadi, ibu menyusui makan jengkol ada baiknya memertimbangkan dampaknya bagi kesehatan terlebih dulu dan berkonsultasi dengan dokter bila perlu. Bukan hanya soal apakah cita rasa ASI jadi seperti jengkol, tapi juga pengaruh asam jengkolat bagi kesehatan.

Advertisement

produksi asimakanan ibu menyusuikeracunan makanangagal ginjal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved