Bolehkah Ibu Menyusui Makan Durian? Ibu Wajib Tahu Fakta Ini


Ibu menyusui makan durian perlu diketahui keamanannya. Sebenarnya, buah berjulukan king of fruits mengandung segudang nutrisi yang mampu memberikan energi tambahan yang diperlukan ketika menyusui.

0,0
Ibu menyusui makan durian dibolehkan asal jumlahnya dibatasiIbu menyusui makan durian sebenarnya aman asalkan jumlahnya dibatasi
Ibu menyusui makan durian sering dianggap tidak menguntungkan. Banyak pula yang berpendapat konsumsi durian justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk pada ibu hamil
Namun kenyataannya, durian merupakan salah satu buah yang bagus untuk ibu menyusui.Anda pun diharuskan mengonsumsi makanan bergizi agar produksi ASI tetap terjaga. Jadi, tumbuh kembang bayi pun tetap optimal.

Apakah boleh makan durian saat menyusui?

Durian untuk ibu menyusui tidak dilarang
Apakah ibu menyusui boleh makan durian? Ya, ibu menyusui boleh makan durian. Ibu menyusui makan durian kenyataannya tidak dilarang. Hingga saat ini, tidak ada penelitian maupun larangan tegas terkait makan durian saat menyusui. Bahkan, tidak ada yang menyatakan buah dengan julukan “king of fruits” ini termasuk makanan pantangan untuk ibu menyusui.Faktanya, durian justru kaya akan nutrisi pada masa menyusui. Hal ini mampu meningkatkan kualitas ASI. Inilah gizi yang terkandung pada satu buah durian:Tidak hanya itu, riset dari Food Research memaparkan, durian juga tinggi akan gula. Dalam hal ini, satu buah durian seberat 100 gram memiliki kandungan gula sebanyak 3 hingga 20 gram.

Manfaat buah durian untuk ibu menyusui

Berdasarkan kandungan di atas, inilah manfaat dari ibu menyusui makan durian:

1. Menyeimbangkan gula darah

Sukrosa dan fruktosa pada durian untuk ibu menyusui seimbangkan gula darah
Apabila gula darah ibu rendah (hipoglikemia), makan durian saat menyusui merupakan pilihan yang tepat untuk menaikkannya.Sebab, durian untuk ibu menyusui tinggi gula sukrosa dan fruktosa yang bantu seimbangkan kadar gula dalam tubuh.Meski demikian, mengonsumsi durian tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis.Durian mampu meningkatkan kadar gula darah dalam 2 jam setelah makan karena nilai glikemiknya cukup rendah, yaitu hanya sebesar 49.Riset dari Foods memaparkan, nilai indeks glikemik duren lebih rendah dibandingkan dengan buah manis lainnya.Penelitian ini juga menjelaskan, nilai indeks glikemik durian yang rendah adalah berkat kandungan serat dan lemak sehatnya.Saat ibu menyusui makan durian, serat terbukti membuat proses pencernaan lebih lama sehingga kadar glukosa tidak melonjak drastis. Selain itu, saat makan durian saat menyusui, kandungan lemak pada durian membuat perut tidak kosong dalam waktu lama. Hal ini membuat tubuh menyerap gula lebih lama.

2. Mengandung antioksidan

Durian mengandung polifenol sebagai antioksidan
Manfaat durian untuk ibu menyusui adalah memasok antioksidan untuk tubuh.Durian mengandung polifenol yang bersifat sebagai antioksidan.Polifenol yang didapat dari ibu menyusui makan durian terbukti menurunkan kadar stres oksidatif.Stres oksidatif berasal dari radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan penyakit.Selain itu, polifenol juga mencegah kematian sel dan menghambat pertumbuhan kanker.

3. Menurunkan kadar kolesterol jahat

Kolesterol dapat diturunkan dengan kandungan propionat pada durian
Siapa sangka, buah yang dianggap sebagai penyebab penyakit ini justru mampu menurunkan kadar kolesterol jahat?Berdasarkan riset yang sama, kandungan propionat pada durian rupanya mampu menghambat pembentukan asam lemak bebas dan kadar kolesterol. Namun, penelitian ini masih diuji coba pada tikus

4. Menambah energi

Kandungan gula, lemak, dan karbohidrat pada durian beri asupan energi
Ibu menyusui memerlukan kalori tambahan sebanyak 500 kkal, seperti yang dipaparkan dalam jurnal Nutrients.Riset ini juga menyatakan, ibu menyusui membutuhkan tambahan energi 15-25% lebih banyak untuk memenuhi keperluan produksi ASI.Kandungan gula, lemak, dan karbohidrat yang mendominasi pada durian cocok untuk ibu menyusui.Sebab, ketiganya berguna untuk menambah energi tubuh.Penelitian dari Advances in Nutrition menyebutkan, gula dalam durian akan diolah menjadi glukosa atau gula darah. Nantinya, glukosa berguna sebagai "bahan bakar" energi, terutama untuk otak.Selain itu, riset dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics memaparkan, lemak berperan penting untuk menyumbang total energi yang diperlukan tubuh. Bahkan, lemak memberikan 20 hingga 25% dari keseluruhan energi tubuh.Karbohidrat dari buah pun bantu mensuplai energi untuk keseluruhan sel tubuh.

6. Meningkatkan massa otot

Kalium pada durian memberikan efek menaikkan massa otot
Ibu menyusui makan durian akan mendapatkan asupan kalium tinggi yang bagus untuk ototnya.Riset dari Nutrition Journal memaparkan, kalium berguna untuk menjaga massa otot. Riset ini menerangkan, kalium bekerja menjaga fungsi sel pada otot dan saraf. Inilah yang membuat massa otot terus bertahan dan tidak mudah menyusut.

Hal yang harus diingat saat ibu menyusui makan durian

Terlalu banyak makan durian sebabkan sakit kepala
Meski ibu menyusui makan durian tidak dilarang, tetaplah berhati-hati. Sebab, segala hal yang berlebihan tidak baik untuk tubuh.Mengonsumsi durian berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, muntah, kulit kemerahan, dan reaksi tidak nyaman lainnya.Saat ingin konsumsi durian, Anda juga bisa mengambil beberapa daging buah saja, lalu menjadi bahan minuman atau makanan. Hal ini bisa membantu Anda agar tidak mengonsumsi durian tidak terlalu banyak.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda ibu menyusui yang ingin coba makan durian, ada baiknya konsultasi dulu untuk tanyakan keamanan serta takaran porsinya lewat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jangan lupa juga kunjungi  untuk mendapatkan penawaran perlengkapan bayi dan ibu menyusui yang menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menyusuiasi eksklusifmakanan ibu menyusuiibu menyusui
Advances in Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4224210/ Diakses pada 25 Desember 2020
The Scientific World Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3515408/ Diakses pada 25 Desember 2020
The Scientific World Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4283270/ Diakses pada 25 Desember 2020Alternative Medicine Review. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9727088/ Diakses pada 25 Desember 2020
The International Journal of Biochemistry & Cell Biology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16219483/ Diakses pada 25 Desember 2020
Nutrition Journal. https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12937-020-00614-z Diakses pada 25 Desember 2020
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/durian/vitamins-supplements.htm Diakses pada 25 Desember 2020Food Chemistry. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25172686/ Diakses pada 25 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait