Melahirkan Sendiri Itu Tidak Aman dan Mengancam Nyawa

Ibu melahirkan sendiri memiki berbagai macam risiko, salah satunya adalah perdarahan postpartum
Melahirkan sendiri sangatlah berbahaya dan berisiko tinggi

Pada Maret lalu, seorang ibu di India melahirkan sendiri dengan bantuan video Youtube. Sebagai seorang ibu tunggal, wanita berusia 26 tahun ini tidak mencari bantuan karena takut dengan stigma negatif yang akan ia terima dari masyarakat. Ia akhirnya memutuskan untuk melahirkan seorang diri di dalam rumah kontrakannya.

Kondisi ibu dan anak ini baru diketahui oleh tetangga keesokan harinya ketika tetangga yang lewat di depan rumahnya mencurigai adanya darah yang keluar dari lantai rumahnya. Saat dibuka, ibu dan bayi yang baru saja dilahirkannya sudah dalam keadaan meninggal.

Hal serupa pernah dialami oleh wanita berusia 22 tahun yang tengah berada di Turki. Perbedaannya, Ia berhasil melahirkan bayinya di sebuah kamar hotel dan berhasil selamat bersama bayinya.

Ibu melahirkan sendiri bukanlah suatu proses yang mudah. Melahirkan adalah proses yang rumit dan memiliki risiko kematian tinggi, baik bagi ibu maupun bayi yang akan dilahirkan.

3 Risiko Ibu Melahirkan Sendiri

Risiko-risiko yang dapat terjadi pada ibu yang mencoba melahirkan sendiri, antara lain:

1. Proses persalinan memanjang

Persalinan memanjang terjadi apabila ibu melahirkan dalam jangka waktu yang lebih lama dari jangka waktu biasanya. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kemajuan dalam bukaan persalinan.

Seorang ibu akan dikatakan mengalami persalinan memanjang apabila proses persalinan berlangsung lebih dari 20 jam pada kelahiran pertama dan lebih dari 14 jam pada kelahiran berikutnya.

Saat melahirkan sendiri, anda tidak mengetahui ukuran bayi anda dan besaran panggul yang merupakan jalan lahir. Kedua hal ini penting dalam menentukan apakah bayi dapat dilahirkan secara normal. Bayi yang terlalu besar atau panggul yang sempit menyebabkan bayi tidak dapat lahir dan membahayakan bayi.

Proses persalinan memanjang dan tidak adanya penolong yang membantu akan membuat seseorang semakin takut dan stres menghadapi persalinan sendiri. Upaya mendorong bayi keluar sebelum waktu yang seharusnya juga menyebabkan ibu hamil menjadi kelelahan dan tidak dapat memberikan tenaga yang optimal.

2. Perdarahan postpartum

Dalam proses melahirkan, ibu akan mengalami perdarahan. Hal ini tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikontrol agar kehilangan darah tidak mencapai jumlah yang membahayakan bagi ibu dan bayi.

Kontrol perdarahan setelah persalinan dilakukan oleh tenaga penolong dengan mengevaluasi adanya trauma pada jalan lahir dan pemberian obat untuk memperkuat kontraksi uterus. Selain itu, retensi plasenta, yaitu kondisi plasenta yang tidak dapat dikeluarkan atau tersisa sebagian di dalam rahim, juga bisa menyebabkan perdarahan tidak berhenti.

Kondisi ibu melahirkan sendiri sangat berbahaya karena ibu tidak dapat melakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan perdarahan. Kehilangan banyak darah bisa menyebabkan ibu kehilangan nyawanya.

[[artikel-terkait]]

3. Gawat janin

Gawat janin merupakan kondisi yang mengancam nyawa pada bayi. Apabila tidak segera mendapat pertolongan yang tepat, maka bayi tidak dapat diselamatkan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi gawat janin, yaitu kekurangan oksigen, anemia pada ibu, hipertensi dalam kehamilan, serta cairan ketuban yang kurang dan bercampur mekonium. Kondisi lilitan tali pusat pada bayi juga bisa membuat bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Selama proses persalinan, secara berkala penolong (bidan/suster) akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bayi dalam kondisi sehat. Hal ini tidak dapat dilakukan bila ibu melahirkan sendiri.

Selain kondisi di atas, masih banyak risiko yang bisa terjadi pada ibu melahirkan sendiri. Walaupun ada kasus ibu yang berhasil melahirkan sendiri, risiko yang dihadapi akan jauh lebih besar dibanding keuntungan yang didapat.

Perlu diingat bahwa tidak semua bayi bisa dilahirkan melalui persalinan normal. Berbagai kondisi pada ibu dan janin perlu diperiksa sebelumnya oleh dokter. Ibu melahirkan sendiri berisiko tinggi menyebabkan kondisi mengancam nyawa bagi ibu maupun bayi. Carilah pertolongan oleh tenaga kesehatan profesional saat memasuki proses melahirkan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307462.php
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/understanding-labor-delivery-complications-basics
Diakses pada Mei 2019

Heart. https://www.heart.co.uk/lifestyle/parenting/mum-delivers-own-baby-youtube-tutorial/
Diakses pada Mei 2019

The Independent. https://www.independent.co.uk/news/world/asia/india-woman-dies-childbirth-youtube-tutorial-a8819001.html
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed