Ibu Lelah Mengurus Anak? Waspadai Parental Burnout

(0)
08 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ibu lelah mengurus anak bisa jadi parental burnoutIbu lelah mengurus anak harus diwaspadai jika berkepanjangan
Pernahkah Anda merasa sangat lelah, baik secara fisik atau mental, saat mengurus anak? Kondisi ayah atau ibu lelah mengurus anak ini dapat mengindikasikan parental burnout. Parental burnout adalah sebuah sindrom yang secara spesifik diakibatkan karena sering mengalami stres pengasuhan (parenting stress) yang kronis.Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, termasuk di masa pandemi ini saat ayah atau ibu juga harus membantu anaknya belajar di rumah karena sekolah daring. Belum lagi ada berbagai pekerjaan rumah yang menanti. Akumulasi berbagai hal ini bisa membuat orangtua merasa kewalahan. 

Tanda ayah atau ibu lelah mengurus anak

Selain karena banyaknya hal yang harus ditangani oleh ayah dan ibu, kelelahan mengurus anak sendiri juga bisa terjadi akibat ayah atau ibu tidak meminta atau mendapatkan bantuan dari pasangan maupun anggota keluarga lainnya. Hal ini menyebabkan ayah atau ibu melakukan banyak hal secara bersamaan sehingga bisa menyebabkan kelelahan yang luar biasa. Misalnya, melakukan semua pekerjaan rumah sembari mengajarkan anak belajar. Beberapa tanda ayah atau ibu lelah mengurus anak (parental burnout) yang bisa diamati, yaitu:
  • Merasa kehabisan energi atau sangat kelelahan
  • Memiliki perasaan negatif saat mengurus anak
  • Mudah marah dan frustrasi
  • Merasa tidak lagi terhubung dengan anak
  • Tidak ingin melakukan apa pun di rumah
  • Merasa tidak bisa menjadi ayah atau ibu yang baik
  • Mengalami gangguan tidur.
Sebetulnya, kondisi ayah atau ibu lelah mengurus anak merupakan hal yang wajar jika hanya terjadi sementara saja. Ayah atau ibu pun biasanya cepat bangkit kembali. Namun, jika kondisi ini berlangsung lama hingga menunjukkan tanda-tanda di atas, tentunya tidak boleh diabaikan. 

Dampak parental burnout

Ketika ayah atau ibu lelah mengurus anak dalam waktu yang berkepanjangan, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi dirinya sendiri maupun keluarga. Berikut beberapa dampak dari parental burnout yang mungkin terjadi:
  • Berisiko melakukan perilaku adiktif

Kelelahan mental juga bisa membuat ayah atau ibu mencari pelarian lain dengan melakukan perilaku adiktif, seperti bermain media sosial, belanja, merokok, dan berusaha untuk membuat perasaannya senang. 
  • Mengalami gangguan kesehatan

sakit kepala pada wanita
Lelah mengurus anak bisa sebabkan sakit kepala
Bukan hanya menyerang mental, ayah atau ibu lelah mengurus anak juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, lesu, nafsu makan menurun, hingga berat badan turun.
  • Meningkatnya frekuensi dan intensitas konflik dengan pasangan

Parental burnout dapat meningkatkan konflik dengan pasangan. Sebab, ayah atau ibu menjadi lebih mudah marah dan sensitif sehingga hal yang sepele pun bisa menghasilkan konflik. Jika terus berlanjut, hubungan Anda dan pasangan dapat merenggang.
  • Mengabaikan dan berisiko berlaku keras pada anak

kekerasan pada anak
Ibu berisiko berlaku keras pada anak
Karena tidak merasa lagi terhubung dengan anak, Anda mungkin mengabaikan dan berlaku keras padanya. Tak jarang, hal ini menyebabkan terjadinya kekerasan pada anak, baik secara fisik maupun verbal. Akibatnya, anak pun bisa menjadi ketakutan dan depresi.

Cara mengatasi lelah mengurus anak

Ada beberapa cara mengatasi parental burnout untuk menghindari konsekuensi negatifnya, yaitu:
  • Beristirahat yang cukup dari rutinitas harian

istirahat dengan cukup
Sempatkan beristirahat dengan cukup
Ketika ayah atau ibu lelah mengurus anak, usahakan untuk beristirahat dengan cukup dari rutinitas harian. Jangan terus memaksakan diri hingga energi semakin terkuras. Sempatkanlah untuk tidur jika punya waktu senggang.
  • Meminta bantuan pada pasangan atau anggota keluarga lain

Jika merasa lelah, jangan ragu untuk meminta bantuan pada pasangan atau anggota keluarga lainnya. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa kewalahan sendiri dalam mengurus anak.
  • Berkeluh kesah pada orang terdekat

Tidak ada salahnya jika Anda menceritakan keluh kesah pada orang terdekat. Hal ini bisa membuat Anda merasa lebih baik saat didengarkan. Apalagi jika orang tersebut memberi dukungan pada Anda sehingga bisa meningkatkan semangat.
  • Melakukan aktivitas yang menyenangkan

Di tengah rasa lelah atau jenuh mengurus anak, sempatkan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan atau Anda sukai. Jangan lupa pula merawat diri Anda sendiri dengan baik.Dengan melakukan beberapa hal di atas, diharapkan parental burnout bisa diatasi. Akan tetapi, jika tak kunjung memberi perubahan yang positif, berkonsultasilah pada psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat.Sementara, jika Anda ingin bertanya seputar masalah kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
ibu dan anakmembesarkan anakcara mendidik anak
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6006266/
Diakses pada 25 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6028779/
Diakse pada 25 Maret 2021
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/what-to-know-about-parental-burnout#2-5
Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait