Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Syarat Induksi Persalinan untuk Percepat Melahirkan

(0)
Syarat induksi persalinan adalah usia kehamilan ibu, ketuban pecah dini, hingga kondisi kehamilan ibuWanita hamil yang memenuhi syarat induksi persalinan yakni karena usia kehamilan ibu
Beberapa calon ibu terkadang ada yang membutuhkan induksi untuk melancarkan persalinan. Induksi persalinan adalah proses mempercepat proses melahirkan dengan merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi rahim terjadi. Namun, syarat induksi persalinan tidak bisa sembarangan dilakukan. Sebab, induksi persalinan bukan metode yang dapat dilakukan oleh semua ibu hamil.

Apa syarat induksi persalinan yang perlu dipatuhi?

Syarat induksi persalinan yang perlu dipatuhi adalah ketika air ketuban sudah pecah tapi belum ada kontraksi
Syarat induksi persalinan meliputi kondisi kesehatan ibu dan bayi
Dokter kandungan biasanya merekomendasikan induksi persalinan atau melahirkan dengan induksi karena berbagai alasan.Beberapa faktor yang dapat menentukan syarat induksi persalinan adalah kondisi kesehatan ibu, kesehatan bayi, usia kehamilan dan ukuran bayi Anda, posisi janin di dalam rahim, hingga kondisi leher rahim.Adapun kondisi atau syarat induksi persalinan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Usia kehamilan ibu

Salah satu syarat induksi persalinan adalah usia kehamilan Anda yang sudah melebihi tanggal yang seharusnya, yakni sudah hampir 2 minggu, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.Usia kehamilan lebih dari 42 minggu atau lebih dari tanggal yang seharusnya dapat meningkatkan risiko Anda dan bayi pada berbagai masalah.Misalnya, plasenta tak lagi efektif memberi asupan nutrisi dan oksigen kepada bayi, bayi lahir mati, hingga masalah serius lainnya pada bayi Anda.

2. Ketuban pecah dini tapi belum ada kontraksi

Syarat induksi persalinan yang harus dilakukan berikutnya adalah apabila air ketuban pecah, tetapi Anda belum merasakan kontraksi.Jika air ketuban sudah pecah lebih dari satu hari dan Anda belum bersalin, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu dan bayi.Kalau air ketuban pecah pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu, dokter kandungan mungkin akan merekomendasikan induksi persalinan.Apabila air ketuban pecah setelah usia kehamilan 34 minggu, biasanya Anda akan diberi pilihan melahirkan dengan induksi, atau manajemen persalinan.Manajemen persalinan adalah pilihan di mana dokter akan memantau kondisi bayi dalam kandungan.Itu artinya, jika memungkinkan, persalinan normal tetap dapat dilakukan selama kondisi kesehatan ibu dan bayi terbilang aman.Pilihan tersebut biasanya akan didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Dokter akan mendeteksi denyut jantung bayi secara berkala menggunakan alat khusus.Pasalnya, bayi yang lahir di bawah usia kehamilan 37 minggu biasanya akan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan lantaran ada kaitannya dengan kelahiran prematur.

3. Kondisi kesehatan ibu

Pertimbangan kondisi kesehatan ibu juga menjadi syarat induksi persalinan lainnya.Jika Anda mengalami komplikasi kehamilan, seperti infeksi pada rahim (chorioamnionitis), tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, obesitas, penyakit ginjal, kolestasis obstetri, serta kondisi yang berpotensi membahayakan ibu dan bayi, dokter mungkin akan menawarkan pilihan melahirkan dengan operasi.Ibu yang memiliki riwayat bayi lahir mati pada kehamilan sebelumnya juga menjadi syarat induksi persalinan berikutnya.

4. Kondisi bayi dalam kandungan

Syarat induksi persalinan juga perlu dilakukan pada ibu apabila hasil pemeriksaan kehamilan menunjukkan kondisi plasenta memburuk, cairan ketuban terlalu sedikit atau tidak cukup mengelilingi bayi (oligohidramnion), atau bayi dalam kandungan tidak bertumbuh dengan baik.

5. Syarat induksi persalinan lainnya

Pada situasi dan kondisi tertentu, saat usia kehamilan sudah mencapai lebih dari 39 minggu dan Anda tinggal jauh dari rumah sakit, maka syarat induksi persalinan dapat direncanakan guna mengurangi risiko gangguan pada ibu dan bayi.

Apa syarat induksi persalinan yang tidak boleh dilakukan?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa induksi persalinan bukan metode yang dapat dilakukan oleh semua ibu hamil.Beberapa kondisi atau syarat induksi persalinan yang membuat ibu tidak direkomendasikan untuk melakukannya adalah sebagai berikut:
  • Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya dengan sayatan klasik atau operasi besar pada rahim.
  • Posisi plasenta menghalangi serviks atau leher rahim (plasenta previa).
  • Posisi bayi akan lahir dengan bagian bawah tubuh terlebih dahulu, maupun bayi berada di posisi menyamping.
  • Ibu hamil memiliki kondisi herpes genital aktif.
  • Tali pusat bayi masuk ke dalam vagina sebelum melahirkan (prolaps tali pusat).
Jika Anda pernah menjalani operasi caesar sebelumnya dan melahirkan dengan induksi, dokter mungkin akan menghindari pemberian obat-obatan tertentu. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko pecahnya rahim.

Apa syarat yang perlu diketahui agar induksi persalinan dapat berhasil?

Agar memenuhi syarat induksi persalinan, ibu hamil wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu
Untuk meningkatkan keberhasilan induksi persalinan, ketahui kondisi leher rahim ibu
Jika Anda sudah memenuhi syarat induksi persalinan seperti yang disebutkan di atas, kini ada beberapa cara mempersiapkan diri guna meningkatkan keberhasilan induksi. Misalnya:

1. Berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu

Salah satu cara mempersiapkan diri agar induksi persalinan berhasil adalah dengan berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.Ini karena induksi persalinan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Sedangkan, tidak semua ibu hamil cocok dengan satu metode melahirkan dengan induksi tertentu.Anda bisa menanyakan metode induksi persalinan apa yang cocok dengan kondisi Anda dan bayi, manfaat dan risiko dari teknik induksi persalinan yang dipilih, kondisi leher rahim Anda, posisi bayi Anda, lama waktu prosedur, serta informasi lainnya yang diperlukan.

2. Ketahui kondisi rahim

Cara mempersiapkan diri guna meningkatkan keberhasilan induksi adalah ketahui seperti apa kondisi rahim Anda.Sebab, induksi persalinan lebih mudah dilakukan apabila rahim Anda sudah siap untuk menjalani kelahiran. Biasanya, dokter akan memberikan informasi mengenai hal ini saat Anda berkonsultasi.Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan vagina dan menghitung skor Bishop guna memperkirakan keberhasilan metode melahirkan dengan induksi.Beberapa faktor yang perlu diperhatikan mengenai kondisi rahim adalah lunak tidaknya otot rahim, lebar bukaan, panjang ukuran, serta posisi janin dalam rahim

3. Ketahui hari perkiraan lahir

Pada dasarnya, induksi persalinan dapat berjalan dengan lebih mudah apabila Anda sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL).Ini karena rahim Anda akan semakin siap menjalani persalinan jika tanggal melahirkan sudah dekat.Kalau Anda tidak mengetahui hari perkiraan lahir atau usia kehamilan belum mencapai 39 minggu, risiko persalinan biasanya menjadi lebih tinggi.Anda bisa mengetahui cara menghitung HPL saat berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Bagaimana prosedur melahirkan dengan induksi dilakukan?

Terdapat beberapa metode induksi persalinan yang umum dilakukan oleh dokter.Namun, metode melahirkan dengan induksi yang dilakukan tergantung pada kesiapan leher rahim ibu untuk melahirkan.Apabila kondisi leher rahim ibu belum mulai melunak, menipis, atau membuka, ini artinya tubuh ibu belum siap untuk persalinan.Pada kondisi tersebut, dokter kandungan mungkin akan memberikan obat perangsang melahirkan atau melakukan metode melahirkan induksi tertentu.Hal ini bertujuan membuat leher rahim siap untuk melahirkan sebelum memulai induksi persalinan.
Syarat induksi persalinan adalah salah satunya usia kehamilan 42 minggu
Ada berbagai macam metode induksi persalinan yang bisa dilakukan ibu
Sebelum dokter melakukan metode induksi persalinan, biasanya ia akan melakukan membrane sweep.Membrane sweep adalah teknik yang dilakukan oleh dokter dengan cara menyapukan jari mereka di sekeliling leher rahim guna memisahkan lapisan kantung ketuban dengan leher rahim.Ketika proses pemisahan, terjadi pelepasan hormon prostaglandin yang berperan memicu persalinan.Meski tidak menimbulkan rasa sakit, membrane sweep dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan perdarahan ringan setelah prosedur dilakukan.Jika tanda-tanda persalinan tak kunjung muncul, termasuk setelah melakukan membrane sweep. maka dokter akan melakukan metode melahirkan dengan induksi sebagai berikut:

1. Mematangkan serviks dengan obat-obatan

Salah satu metode melahirkan dengan induksi adalah mematangkan serviks dengan beberapa jenis obat-obatan hormon.Misalnya, memberikan obat induksi persalinan prostaglandin ke dalam vagina. Obat induksi persalinan ini berfungsi seperti hormon prostaglandin yang dapat membantu mematangkan leher rahim untuk persalinan.Dokter mungkin juga dapat memberikan obat misoprostol. Obat induksi persalinan ini dapat dimasukkan ke dalam vagina atau diberikan pada Anda untuk diminum secara langsung.Selain prostaglandin dan misoprostol, dokter bisa memberikan obat induksi persalinan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh secara alami untuk memicu rahim berkontraksi.Oksitosin dapat digunakan untuk merangsang atau meningkatkan kontraksi sehingga mempercepat proses persalinan. Biasanya, dokter akan memberikan oksitosin melalui cairan infus dalam dosis rendah.

2. Menggunakan kateter Foley

Metode melahirkan dengan induksi berikutnya juga dapat dilakukan menggunakan alat. Dokter mungkin akan memasukkan kateter dengan balon khusus ke ujung leher rahim Anda.Balon akan diisi dengan cairan sehingga menekan leher rahim, yang kemudian akan merangsang pelepasan hormon prostaglandin dalam tubuh. Dengan ini, leher rahim Anda akan melunak dan terbuka.

3. Memecah kantung ketuban (amniotomi)

Ketika leher rahim Anda sudah terbuka beberapa sentimeter dan kepala bayi Anda sudah pindah ke panggul, maka dokter akan memecah kantong ketuban menggunakan alat kecil. Prosedur ini dikenal pula dengan amniotomi.Kantong ketuban pecah bisa dapat membuat Anda merasakan kontraksi untuk melahirkan. Detak jantung bayi Anda akan terus dimonitor sebelum dan sesudah prosedur ini dilakukan.

Berapa lama waktu proses melahirkan dengan induksi dilakukan?

Lama waktu proses melahirkan dengan induksi cenderung bervariasi pada masing-masing ibu. Hal ini bergantung pada kondisi tubuh ibu sendiri.Jika kondisi leher rahim (serviks) ibu belum matang atau belum melunak, proses induksi persalinan mungkin akan memakan waktu beberapa hari.Sebaliknya, jika kondisi leher rahim sudah matang atau melunak, maka proses melahirkan dengan induksi bisa berjalan lebih cepat.Selain itu, metode induksi persalinan yang dipilih juga menentukan berapa lama proses induksi persalinan tersebut berlangsung sampai saat melahirkan.

Catatan dari SehatQ

Induksi persalinan untuk mempercepat proses melahirkan perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sebab, tidak semua ibu hamil dapat melakukannya.Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan guna mengetahui informasi seputar melahirkan dengan induksi dan syarat induksi persalinan yang perlu dilakukan.
melahirkanpersalinanibu hamil
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/labor-induction/about/pac-20385141
Diakses pada 11 September 2020
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/inducing-labor-905
Diakses pada 11 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/induction-labour/
Diakses pada 11 September 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/inducing-labor_173
Diakses pada 11 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-prepare-for-labor-induction#how-long-does-it-take
Diakses pada 11 September 2020
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/the-best-induction-2758954
Diakses pada 11 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait