Sering Muntah saat Hamil, Apakah Berbahaya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?


Anda sering muntah di trimester pertama kehamilan? Hal tersebut adalah wajar. Hampir 80% ibu hamil mengalaminya. Ibu hamil muntah bisa terjadi karena fluktuasi hormon, masalah medis, hingga faktor risiko yang mengikuti. Temukan penjelasan lengkapnya di sini.

0,0
22 Apr 2020|Azelia Trifiana
Muntah saat hamil di trimester pertama adalah hal yang wajarmuntah saat hamil yang terjadi berlebihan bisa berbahaya
Di antara keluhan ibu hamil selama mengandung terutama di trimester pertama, muntah saat hamil adalah hal yang paling umum dialami. Ada ibu hamil muntah karena aroma tertentu, ada juga yang muntah seharian tanpa sebab. Bukan hanya morning sickness, tapi all-day sickness. 
Jika ada yang bisa bertanggung jawab atas kondisi ini, hormon adalah jawabannya. Setidaknya 80% kehamilan pasti mengalaminya. Morning sickness umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Biasanya, gejala ini membaik saat memasuki masa kehamilan trimester kedua.

Apakah muntah saat hamil berbahaya?

Morning sickness adalah gejala kehamilan yang umum pada ibu hamil. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter spesialis kandungan umumnya akan meresepkan obat anti-mual atau yang berhubungan dengan pencernaan.Jika mual muntah saat hamil masih bisa diimbangi dengan asupan nutrisi, tak perlu terlalu khawatir.Namun ada beberapa kondisi muntah berlebihan saat hamil yang perlu perhatian, yaitu jika:

1. Hyperemesis gravidarum

Beberapa ibu hamil bisa mengalami morning sickness yang cukup ekstrem, atau muntah berlebihan saat hamil yang disebut hyperemesis gravidarum. Pemicunya adalah level hormon yang melonjak signifikan.Berbeda dengan muntah biasa yang masih bisa ditahan atau hanya muntah beberapa kali dalam sehari, ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum muntah dengan frekuensi tinggi hingga berisiko dehidrasi.Tak hanya itu, berat badan ibu hamil justru menurun karena tidak bisa menyerap makanan atau minuman yang masuk.Muntah berlebihan saat hamil muda  hyperemesis gravidarum terjadi pada puncaknya sekitar kehamilan trimester pertama hingga kedua di minggu ke-9 hingga ke-13. Terkadang, kondisi ini juga disertai rasa pusing dan lemas.

2. Keracunan makanan

Ibu hamil muntah juga bisa disebabkan karena keracunan makanan atau tanpa sengaja mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Perempuan yang tak pernah mengalami hal ini bisa saja mendadak merasakannya karena selama mengandung, sistem kekebalan tubuh menurun.Hal yang membedakan keracunan atau terkontaminasi makanan dengan muntah biasa adalah gejala yang muncul. Biasanya, disertai dengan sakit kepala, nyeri sendi, dan juga demam tinggi. Bahkan terkadang, kondisi ini bisa menyebabkan muntah dan mencret pada ibu hamil. Muntah-muntah akibat keracunan akan terjadi dalam periode 24-48 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.Baca juga: Penyebab Muntah Darah Saat Hamil yang Perlu Anda Waspadai

Apakah muntah saat hamil yang berwarna berbahaya?

Selama hamil, muntah yang terjadi pada Anda mungkin kerap berwarna kuning hingga putih. Lantas apakah kondisi ini berbahaya?Ketika frekuensi muntah ibu hamil semakin sering, isi lambung menjadi berkurang, sehingga muntahan mulai mengeluarkan cairan empedu. Kondisi inilah yang menyebabkan muntah kuning saat hamil.Gangguan pencernaan lainnya pada ibu hamil di trimester awal terkadang juga bisa ditandai dengan muntah dengan mengeluarkan busa berwarna putih. Muntah busa putih saat hamil muda ini umumnya dapat disebabkan oleh GERD atau ketika asam lambung naik. Selain karena asam lambung, kondisi ini bisa juga disebabkan oleh makanan. Jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu sebelum muntah, maka muntah busa putih bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi. Biasanya, Anda bisa mengalami muntah busa berwarna putih sesaat setelah mengonsumsi produk olahan susu, seperti susu atau es krim.

Kapan mual muntah hilang saat hamil?

Kondisi mual muntah saat hamil umumnya akan dirasakan pada usia kehamilan 6 minggu pertama atau bulan kedua kehamilan. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah 12 minggu atau setelah trimester pertama berakhir.Namun, kondisi pada setiap wanita hamil bisa berbeda. Sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko mual selama awal kehamilan adalah di antaranya karena merupakan kehamilan pertama, memiliki riwayat mengalami morning sickness di kehamilan sebelumnya, obesitas dan stres hingga punya riwayat mual akibat penggunaan alat kontrasepsi tertentu.Baca juga: Mual saat Hamil Begitu Mengganggu? Atasi dengan Cara Ini

Penyebab ibu hamil muntah

Tidak jelas apa yang faktor pasti yang menyebabkan mual muntah pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Namun yang pasti, saat mengandung ada perubahan level hormon dalam tubuh secara signifikan.Dikutip dari American Pregnancy, beberapa penyebab ibu hamil muntah di antaranya:

1. Perubahan hormon

Hormon kehamilan atau human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron akan melonjak tajam saat seseorang dinyatakan hamil. Selain itu, ada produksi hormon serotonin yang berpengaruh pada sistem saraf pusat dan pencernaan.

2. Faktor risiko

Ibu hamil muntah juga bisa menjadi lebih parah apabila ada faktor risiko yang menyertainya. Contohnya ketika seseorang sangat sensitif terhadap bau tertentu, riwayat keluarga mengalami morning sickness tiap hamil, mudah mabuk perjalanan, atau kehamilan anak kembar.

3. Masalah medis

Beberapa masalah medis juga dapat menyebabkan ibu hamil muntah. Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi atau preeklamsia, batu empedu, masalah usus buntu, hingga migrain.

4. Makanan yang dikonsumsi

Penyebab ibu hamil muntah lainnya adalah karena makanan atau vitamin yang dikonsumsi. Biasanya, makanan dengan bau menyengat hingga rasa yang terlalu manis atau asin dan pedas bisa memicu mual dan muntah pada ibu hamil.Vitamin yang dikonsumsi, salah satunya seperti vitamin zat besi, juga bisa memicu muntah yang sering pada ibu hamil. Ini karena zat besi membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat, sehingga rasa mual dan muntah menjadi lebih tingigi. 

Apakah ibu hamil muntah berbahaya untuk bayi?

Selama ibu hamil muntah tidak mengalami dehidrasi atau penurunan berat badan drastis, maka tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan. Meskipun tidak bisa mendapatkan asupan nutrisi maksimal karena sang ibu terus menerus muntah, bayi bisa mendapatkan nutrisi dari cadangan di tubuh ibu.

Cara mengatasi muntah saat hamil

Selain mengurangi rasa mual dengan minum obat yang diresepkan dokter, beberapa cara untuk mengatasi rasa mual dan keinginan untuk muntah saat mengandung adalah:

1. Mengubah pola makan

Siasati pola makan dengan porsi yang tidak terlalu besar namun frekuensinya lebih sering. Konsumsi sereal atau roti di pagi hari, lalu pilih makanan kaya protein rendah lemak untuk makan malam.Selain itu, sebisa mungkin hindari makanan yang terlalu pedas atau berminyak. Jika sensitif dengan aroma tertentu, pilih makanan yang tidak terlalu dominan aromanya.

2. Mengonsumsi buah

Salah satu manfaat pisang untuk ibu hamil adalah meredakan morning sickness. Namun tentu hal ini tidak berlaku sama untuk semua ibu hamil. Pilih buah yang disukai dan bisa mengalihkan rasa mual. Semua buah baik, asalkan dikonsumsi sewajarnya.

3. Cukupi cairan tubuh

Mual dan muntah berlebihan pada ibu hamil bisa menyebabkan dehidrasi. Untuk itu, pastikan Anda memenuhi asupan cairan tubuh saat sering muntah. Minum air putih lebih banyak agar rasa mual dan muntah teratasi. 

4. Distraksi pikiran

Terkadang pikiran kosong dapat menyebabkan munculnya rasa mual. Untuk itu, distraksi dengan hal yang menyenangkan sesuai dengan hobi. Entah itu meditasi, yoga, atau menulis jurnal. Lakukan hal yang mengisi waktu dan membuat Anda “sibuk” sehingga rasa mual bisa teralihkan.Namun jika setelah melakukan semua hal di atas tetap terjadi mual muntah dan tanda-tanda dehidrasi, Anda harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Agar ibu hamil bisa mengatasi keluhan mual dan muntah ini, Anda perlu memahami kapan morning sickness terjadi dan apa saja hal yang perlu dipersiapkan ketika mengalami kondisi tersebut.Apabila mual dan muntah sudah terasa sangat mengganggu hingga tidak bisa mendapatkan asupan makanan dan minuman setiap harinya, segera konsultasikan pada dokter. Jangan sampai morning sickness menyebabkan dehidrasi bahkan asupan nutrisi tidak maksimal untuk janin.Anda bisa berkonsultasi langsung pada dokter seputar mual muntah saat hamil, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuihamilmuntah
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/pregnancy-vomiting-treatment
Diakses 4 April 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vomit-during-pregnancy#treatments
Diakses 4 April 2020
E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/pregnancy_vomiting/article_em.htm#what_causes_morning_sickness_vomiting_during_pregnancy
Diakses 4 April 2020
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/vomiting-during-pregnancy/
Diakses 4 April 2020
Patient. https://patient.info/pregnancy/common-problems-in-pregnancy-leaflet/morning-sickness-in-pregnancy
Diakses 4 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait