Ibu hamil muntah di trimester pertama adalah hal yang wajar
Ibu yang hamil seringkali mengalami mual dan muntah

Di antara keluhan ibu hamil selama mengandung – terutama di trimester pertama – ibu hamil muntah adalah hal yang paling umum dialami. Ada ibu hamil muntah karena aroma tertentu, ada juga yang muntah seharian tanpa sebab. Bukan hanya morning sickness, tapi all-day sickness. Jika ada yang bisa bertanggung jawab atas kondisi ini, hormon adalah jawabannya.

Jika Anda termasuk ibu hamil muntah dan merasa tidak nyaman di sekitar 4 bulan pertama kehamilan, Anda tidak sendiri. Setidaknya 80% kehamilan pasti mengalami morning sickness. Biasanya, gejala ini membaik saat memasuki trimester kedua.

Apakah ibu hamil muntah mengkhawatirkan?

Dokter spesialis kandungan umumnya akan meresepkan obat anti-mual atau yang berhubungan dengan pencernaan. Jika muntah-muntah saat hamil masih bisa diimbangi dengan asupan nutrisi, tak perlu terlalu khawatir.

Namun ada beberapa kondisi ibu hamil muntah yang perlu perhatian, yaitu jika:

1. Hyperemesis gravidarum

Beberapa ibu hamil bisa mengalami morning sickness yang cukup ekstrem, disebut hyperemesis gravidarum. Pemicunya adalah level hormon yang melonjak signifikan.

Berbeda dengan ibu hamil muntah biasa yang masih bisa menahan atau hanya muntah beberapa kali dalam sehari, ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum muntah dengan frekuensi tinggi hingga berisiko dehidrasi. Tak hanya itu, berat badan ibu hamil justru menurun karena tidak bisa menyerap makanan atau minuman yang masuk.

Hyperemesis gravidarum terjadi pada puncaknya sekitar kehamilan minggu ke-9 hingga ke-13 sebelum membaik. Terkadang, kondisi ini juga disertai rasa pusing dan lemas.

2. Keracunan makanan

Ibu hamil muntah juga bisa disebabkan karena keracunan makanan atau tanpa sengaja mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Perempuan yang tak pernah mengalami hal ini bisa saja mendadak merasakannya karena selama mengandung, sistem kekebalan tubuh menurun.

Hal yang membedakan keracunan atau terkontaminasi makanan dengan muntah biasa adalah gejala yang muncul. Biasanya, disertai dengan sakit kepala, nyeri sendi, dan juga demam tinggi. Muntah-muntah akibat keracunan akan terjadi dalam periode 24-48 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Penyebab ibu hamil muntah

Tidak jelas apa yang faktor pasti yang menyebabkan ibu hamil muntah terutama pada trimester pertama. Namun yang pasti, saat mengandung ada perubahan level hormon dalam tubuh secara signifikan.

Beberapa penyebab ibu hamil muntah di antaranya:

  • Fluktuasi hormon

Hormon kehamilan atau human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron akan melonjak tajam saat seseorang dinyatakan hamil. Selain itu, ada produksi hormon serotonin yang berpengaruh pada sistem saraf pusat dan pencernaan.

  • Faktor risiko

Ibu hamil muntah juga bisa menjadi lebih parah apabila ada faktor risiko yang menyertainya. Contohnya ketika seseorang sangat sensitif terhadap bau tertentu, riwayat keluarga mengalami morning sickness tiap hamil, mudah mabuk perjalanan, atau kehamilan anak kembar.

  • Masalah medis

Beberapa masalah medis juga dapat menyebabkan ibu hamil muntah. Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi atau preeklamsia, batu empedu, masalah usus buntu, hingga migrain.

Apakah ibu hamil muntah berbahaya untuk bayi?

Selama ibu hamil muntah tidak mengalami dehidrasi atau penurunan berat badan drastis, maka tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan. Meskipun tidak bisa mendapatkan asupan nutrisi maksimal karena sang ibu terus menerus muntah, bayi bisa mendapatkan nutrisi dari cadangan di tubuh ibu.

Selain mengurangi rasa mual dengan minum obat yang diresepkan dokter, beberapa cara untuk menyiasati rasa mual dan keinginan untuk muntah saat mengandung adalah:

  • Mengubah pola makan

Siasati pola makan dengan porsi yang tidak terlalu besar namun frekuensinya lebih sering. Konsumsi sereal atau roti di pagi hari, lalu pilih makanan kaya protein rendah lemak untuk makan malam.

Selain itu, sebisa mungkin hindari makanan yang terlalu pedas atau berminyak. Jika sensitif dengan aroma tertentu, pilih makanan yang tidak terlalu dominan aromanya.

  • Mengonsumsi buah

Salah satu manfaat pisang untuk ibu hamil adalah meredakan morning sickness. Namun tentu hal ini tidak berlaku sama untuk semua ibu hamil. Pilih buah yang disukai dan bisa mengalihkan rasa mual. Semua buah baik, asalkan dikonsumsi sewajarnya.

  • Distraksi pikiran

Terkadang pikiran kosong dapat menyebabkan munculnya rasa mual. Untuk itu, distraksi dengan hal yang menyenangkan sesuai dengan hobi. Entah itu meditasi, yoga, atau menulis jurnal. Lakukan hal yang mengisi waktu dan membuat Anda “sibuk” sehingga rasa mual bisa teralihkan.

Namun jika setelah melakukan semua hal di atas tetap terjadi mual muntah dan tanda-tanda dehidrasi, Anda harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Apabila mual dan muntah sudah terasa sangat mengganggu hingga tidak bisa mendapatkan asupan makanan dan minuman setiap harinya, segera konsultasikan pada dokter. Jangan sampai morning sickness menyebabkan dehidrasi bahkan asupan nutrisi tidak maksimal untuk janin.

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/pregnancy-vomiting-treatment
Diakses 4 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vomit-during-pregnancy#treatments
Diakses 4 April 2020

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/pregnancy_vomiting/article_em.htm#what_causes_morning_sickness_vomiting_during_pregnancy
Diakses 4 April 2020

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/vomiting-during-pregnancy/
Diakses 4 April 2020

Patient. https://patient.info/pregnancy/common-problems-in-pregnancy-leaflet/morning-sickness-in-pregnancy
Diakses 4 April 2020

Artikel Terkait