Ibu Hamil Mengidam Aneh-Aneh, Mungkinkah Tanda Kurang Zat Besi?

Pica banyak ditemukan pada ibu hamil dan dapat disebabkan oleh anemia defisiensi besi
Ibu hamil mengindam aneh-aneh bisa mengindikasikan adanya pica

Apakah saat hamil Anda mengidam benda-benda aneh yang bukan makanan? Misalnya, seperti tanah, tepung, atau es batu? Jika ya, mungkin Anda mengalami pica.

Pica adalah suatu gangguan makan di mana seseorang mengonsumsi benda atau zat yang bukan makanan wajar dan tidak memiliki nilai gizi, misalnya mengonsumsi tanah, beras, tepung, deterjen, kepingan cat tembok, atau es batu. Berbagai jenis pica ditemukan, dengan jenis yang paling sering adalah mengidam tanah, tepung, dan es batu. Kondisi ini banyak ditemukan pada ibu hamil dan anak-anak.

Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa orang-orang tertentu mengalami pica belum diketahui. Namun, para ahli menghubungkan pica dengan kelaparan, kekurangan zat gizi mikro, gangguan pencernaan, serta peningkatan paparan atau kerentanan terhadap toksin dan patogen.

Salah satu hipotesis juga menghubungkan kondisi pica dengan defisiensi zat besi. Mengidam dan memakan benda atau zat yang bukan makanan diperkirakan merupakan mekanisme tubuh untuk mendapatkan nutrisi yang tidak terpenuhi.

Hubungan pica dengan zat besi

Sebuah penelitian menemukan hubungan gejala pica, terutama pica terhadap es batu, dengan kondisi defisiensi zat besi. Salah satu studi paling awal berkaitan dengan hal ini adalah sebuah penelitian di tahun 1960an, di mana anggota angkatan udara Amerika Serikat diperiksakan ke klinik akibat anemia defisiensi zat besi. Ternyata hampir 60% dari mereka mengalami pica jenis es batu. Setelah diberi suplementasi zat besi untuk mengobati anemianya, gejala picanya pun hilang.

Penelitian lain yang melibatkan ibu hamil juga menemukan bahwa ibu hamil dengan gejala pica ternyata memiliki kadar zat besi dalam darah yang rendah. Hampir separuh ibu hamil yang diteliti menunjukkan gejala pica terhadap 18 jenis benda bukan makanan, dengan pica terhadap es batu ditemukan paling banyak. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan antara pica dengan kekurangan zat besi.

Hubungan ini menyebabkan kelompok yang rentan terhadap anemia defisiensi besi, juga rentan terhadap pica, seperti pada perempuan yang masih haid, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pada ibu hamil, kebutuhan zat besi meningkat jika dibandingkan dengan kondisi tidak hamil untuk memenuhi kebutuhan bayi yang dikandung. Oleh karena itu, ibu hamil berisiko mengalami kekurangan zat gizi mikro penting, terutama zat besi.

Kebutuhan zat besi ibu hamil meningkat drastis pada kehamilan trimester kedua. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya volume darah dan jumlah darah lewat plasenta yang semakin banyak. Tercukupi atau tidaknya zat besi dalam fase ini sangat bergantung pada banyaknya cadangan zat besi sebelum hamil dan konsumsi makanan yang kaya akan zat besi selama kehamilan.

[[artikel-terkait]]

Anemia defisiensi besi dan pica

Hubungan antara pica dengan anemia defisiensi besi pada ibu hamil seperti menentukan mana ayam atau telur yang lebih dulu ada. Anemia defisiensi zat besi dihubungkan dengan munculnya kondisi pica. Tetapi pica sendiri dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada ibu hamil.

Konsumsi benda yang tidak memiliki nilai gizi, tidak hanya menyebabkan kebutuhan akan gizi tidak terpenuhi, tetapi juga dapat mengganggu penyerapan makanan penuh gizi di usus sehingga menyebabkan malnutrisi. Malnutrisi pada ibu hamil tidak hanya berdampak kepada ibu, tetapi juga kepada bayi yang dikandungnya.

Kebutuhan zat besi ibu hamil dapat diperoleh melalui makanan dan suplemen. Pastikan Anda mengetahui berapa jumlah zat besi yang harus dimakan, dan jika perlu Anda dapat meminta suplemen zat besi ke dokter kandungan Anda.

Young SL, Khalfan SS, Farag TH, et al. Association of pica with anemia and gastrointestinal distress among pregnant women in Zanzibar, Tanzania. Am J Trop Med Hyg. 2010;83(1):144-51. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2912591/
Diakses pada Mei 2019

Rabel A, Leitman SF. Miller JL. Ask about ice, then consider iron. J Am Assoc Nurse Pract. 2016;28(2):116-120. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4635104/
Diakses pada Mei 2019

Lumish RA, Young SL, Lee S, et al. Gestational iron deficiency is associated with pica behaviors i adolescents. J Nutr. 2014;144(10): 1533-39. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4162476/
Diakses pada Mei 2019

Bothwell TH. Iron requirements in pregnancy and strategies to meet them. The American Journal of Clinical Nutrition. 2000;72(1):257-264. https://academic.oup.com/ajcn/article/72/1/257S/4729643
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed