Meski ibu hamil boleh makan daging kambing, tetapi hindari sate kambing karena tidak ada jaminan bagian dalam daging telah matang
Ibu hamil boleh makan daging kambing tetapi jangan yang berbentuk sate

Sajian daging kambing tentu menggugah selera. Tapi kerap beredar mitos bahwa ibu hamil makan daging kambing sangat berisiko terhadap janin yang dikandungnya. Padahal nyatanya, mengonsumsi daging kambing aman-aman saja selama pengolahannya tepat.

Memang benar bahwa ada banyak mitos seputar kehamilan, terutama apa yang dikonsumsi sang ibu. Misalnya, ibu hamil makan nangka dianggap rentan menyebabkan keguguran. Atau daging kambing dianggap ‘panas’ bagi janin.

Patahkan semua mitos itu dengan deretan manfaat mengonsumsi daging kambing bagi siapapun, termasuk ibu hamil. Apa saja?

Manfaat konsumsi daging kambing

  • Sumber protein

Daging kambing merupakan sumber protein yang baik. Ibu hamil makan daging kambing dapat memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama kehamilan. Tak hanya itu, protein juga membantu pertumbuhan janin.

  • Kaya zat besi

Daging kambing juga kaya zat besi yang membantu mengendalikan kadar hemoglobin seseorang sesuai dengan kebutuhan. Jika kadar hemoglobin seseorang rendah, yang terjadi adalah ibu hamil rentan merasa lemah dan lesu.

Zat besi juga membantu pembentukan sel darah merah sehingga oksigen dapat dialirkan ke seluruh tubuh dengan lancar.

  • Tingkatkan kekebalan tubuh

Tidak berlebihan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari obat karena dikhawatirkan berisiko bagi janin. Untuk itu, tentu ibu hamil perlu memiliki kekebalan tubuh yang baik. 

Kandungan zinc yang tinggi dalam daging kambing dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan memastikan sel janin tumbuh dengan optimal.

  • Sumber vitamin B12

Ibu hamil makan daging kambing juga dapat diuntungkan karena kambing merupakan sumber vitamin B12. Vitamin ini memastikan sistem saraf tetap sehat, mencegah anemia, dan membantu pembentukan sel darah merah.

Konsumsi daging kambing sewajarnya

Namun tetap perlu diingat bahwa ibu hamil makan daging kambing harus dalam porsi yang sewajarnya. Berlebihan tidak pernah baik, mengingat daging kambing mengandung purin. Unsur purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kelebihan kadar purin dalam tubuh juga dapat menyebabkan batu ginjal

Selain itu, daging kambing juga mengandung lemak jahat dan kolesterol tinggi yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi tidak nyaman. 

Bagaimana dengan sate kambing?

Sayangnya, mengonsumsi sate kambing tidak disarankan untuk ibu hamil. Bukan karena daging kambingnya, tapi karena proses pengolahannya.

Seperti yang kita ketahui, daging sate diolah dengan cara menusukkan daging mentah dan dipanggang di pembakaran. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa daging di bagian dalam sate benar-benar matang sempurna.

Daging yang tidak matang dapat membahayakan janin karena mengandung parasit toxoplasmosis atau bakteri lainnya. Mikroorganisme ini bisa mengakibatkan keguguran atau bayi terlahir cacat.

Di sisi lain, apabila daging kambing diolah terlalu matang hingga tampak kehitaman, itu juga berbahaya bagi ibu hamil. Bagian yang menghitam itu mengandung senyawa karsinogenik yang rentan menyebabkan kanker.

Lagi-lagi yang perlu digarisbawahi adalah mengonsumsi daging kambing tidak aman apabila proses pengolahannya tidak sesuai. Olahan sate kambing bisa jadi mengandung daging yang belum matang. Bagian luar sate kambing yang menghitam pun bersifat karsinogenik.

Ibu hamil makan daging kambing boleh saja, asal…

Menarik kesimpulan dari paparan manfaat dan risiko konsumsi daging kambing di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil jika mengonsumsi daging lezat yang satu ini.

Beberapa catatan itu di antaranya:

  • Imbangi konsumsi daging kambing dengan banyak minum air putih
  • Konsumsi sayur dan buah-buahan untuk meningkatkan nutrisi bagi janin Anda
  • Pastikan daging kambing yang dikonsumsi benar-benar matang sempurna di seluruh bagiannya. Suhu ideal saat mengolah daging kambing adalah 63 derajat Celsius
  • Hindari olahan daging kambing dengan santan karena akan menambah kadar lemak jenuh dan kalori 
  • Berolahraga ringan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. Olahraga harus dilakukan di bawah pengawasan trainer yang tersertifikasi menangani ibu hamil.
  • Konsumsi dalam porsi secukupnya agar tidak meningkatkan risiko kolesterol atau meningkatnya ritme jantung

Jika masih tidak yakin apakah ibu hamil makan daging kambing diizinkan atau tidak, konsultasikan kepada dokter kandungan Anda. Dokter pasti tahu bagaimana perjalanan kehamilan Anda sejak trimester awal hingga akhir.

Ketika dokter sudah memberi lampu hijau, maka tinggal ibu hamil yang bijak mengatur konsumsi daging kambing. Selama tidak berlebihan dan memasaknya sudah benar, then you’re good to go.

Babyment. https://www.babyment.com/nutrition/safe-to-eat.php?food=Lamb
Diakses 5 Oktober 2019

BBC. https://www.bbc.com/news/magazine-32033409
Diakses 5 Oktober 2019

Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/health-benefits-eating-lamb-pregnancy_0086651/#gref
Diakses 5 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed