Hypophrenia, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Menangis Tanpa Alasan

(0)
28 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab hypophrenia adalah pengalaman traumatis di masa laluHypophrenia menyebabkan penderitanya menangis tanpa alasan yang jelas
Kamus psikologi referensi Oxford mendefinisikan hypophrenia adalah gangguan mental atau bentuk dari disabilitas intelektual. Orang dengan disabilitas intelektual, memiliki kesulitan dalam fungsi intelektual dan fungsi adapifnya, yang meliputi kehidupan sosial dan keterampilan praktis.Namun, definisi tersebut tidak menggambarkan secara langsung gejala yang dialami oleh penderita hypophrenia. Dalam bidang psikologi, hypophrenia termasuk dalam kelompok gangguan mental yang unik.

Gejala hypophrenia

Penderita hypophrenia mengalami gangguan di bagian otak yang berkaitan dengan emosionalnya. Kondisi ini menyebabkan mereka kerap merasa sedih dan menangis tanpa sebab yang jelas.Kesedihan ini bahkan dapat membuat penderita hypophrenia memiliki gangguan fungsi sosial, seperti tidak ingin atau tidak dapat bersosialisasi atau melakukan kewajiban pekerjaannya.Rasa sedih dan berduka pada penderita hypophrenia dapat datang tiba-tiba tanpa alasan. Emosi yang muncul dapat dalam bentuk yang sangat kuat sehingga bisa mengalihkan seluruh perhatian penderita gangguan mental ini dari aktivitas yang sedang dikerjakan.Kesedihan mendalam tersebut bisa membuat penderitanya banyak pikiran, berduka, hingga menjadi malas atau tidak bergairah. Tidak jarang kesedihan tanpa alasan itu juga menghancurkan perasaan dan membuat mereka tiba-tiba menangis. Padahal, penderita hypophrenia tidak tahu pasti dari mana kesedihan itu datang.Bersedih tanpa alasan yang jelas lama-kelamaan akan terasa melelahkan. Apalagi saat mencoba menerka-nerka apa penyebab kesedihan tersebut.

Penyebab hypophrenia

Otak menyimpan banyak sekali informasi dan ingatan, termasuk peristiwa duka atau yang membuat sedih di masa lalu. Pengalaman menyedihkan tersebut tersimpan di pikiran bawah sadar.Pemicu hypophrenia adalah rangsangan audio atau visual yang mungkin berkaitan dengan pengalaman buruk di masa lalu yang diingat tubuh tanpa sadar. Beberapa dari momen tersebut, kita tidak menyadari peristiwa yang bisa diingat, tetapi tubuh kita bisa merasakannya dan rasa sedih tersebut dapat muncul.Beberapa wujud pengalaman masa lalu yang dapat menjadi penyebab hypophrenia adalah:

1. Dikhianati seseorang yang dipercaya

Pernah dikhianati oleh orang yang sangat dipercaya sebelumnya dapat menimbulkan perasaan sedih mendalam. Konsekuensinya, orang yang dikhianati akan selalu curiga dan sulit untuk terbuka atau memercayai orang lain.

2. Penyesalan mendalam

Menyesali perbuatan di masa lalu atau kejadian yang pernah menimpa sebelumnya dapat menjadi sumber perasaan sedih yang dapat terus diingat oleh seseorang yang mengalaminya.

3. Berpikir secara berlebihan (overthink)

Terlalu banyak memikirkan pandangan atau ucapan negatif dari orang lain dapat memberikan dampak mendalam. Kondisi ini dapat menjadi lebih buruk pada orang yang mudah berempati.

4. Pengalaman traumatis

Penyebab lain hypophrenia adalah pengalaman traumatis yang masih membekas dan dapat kembali mengguncang jiwa secara tiba-tiba. Bentuk-bentuk pengalaman ini dapat berupa kekerasan saat kecil, pelecehan seksual, KDRT, dan sebagainya.

5. Duka mendalam

Kehilangan seseorang yang dicintai memiliki kontribusi besar dalam menciptakan perasaan sedih. Perasaan sangat terpukul atau kehilangan dapat meninggalkan memori yang membekas di dalam pikiran.Selain karena pengalaman masa lalu yang buruk, ada sejumlah kondisi lain yang dianggap bisa menyebabkan hypophrenia. Penyebab-penyebab lain dari hypophrenia adalah:

1. Perubahan hormon

Saat memasuki masa menstruasi atau menopause, terjadi perubahan hormon yang juga dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.

2. Efek samping obat-obatan atau alkohol

Alkohol dan beberapa jenis obat-obatan penenang bisa menjadi penyebab kesedihan pada penderita hypophrenia.

3. Penyakit tertentu

Karl A. Menninger, seorang psikiater terkenal di dunia, mengungkapkan dalam The Journal of the America Medical Association edisi 75 mengenai keterkaitan influenza dengan hypophrenia. Jurnal tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan infeksi penyakit tertentu yang dapat memengaruhi bagian otak dan mengakibatkan hypophrenia.

Penanganan hypophrenia

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani hypophrenia adalah:
  • Mencurahkan perasaan pada orang yang dipercaya dapat membantu meringankan perasaan.
  • Menerima kenyataan mengenai apa yang telah terjadi dan mencoba untuk tidak berpikir terlalu berlebihan mengenai hal tersebut.
  • Berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater untuk membantu mencari penyebab dan menemukan penanganannya.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, jika Anda kerap merasakan perasaan yang membebani, apalagi jika sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Anda mungkin akan disarankan untuk menjalani terapi perilaku atau diresepkan obat-obatan tertentu.Jika Anda punya pertanyaan seputar hypophrenia atau menangis tanpa sebab, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mental
Oxford Reference. https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803095954597
Diakses 14 Oktober 2020
AAIDD. https://www.aaidd.org/intellectual-disability/definition/faqs-on-intellectual-disability
Diakses 14 Oktober 2020
Science ABC. https://www.scienceabc.com/social-science/sometimes-feel-sad-no-reason.html
Diakses 14 Oktober 2020
Brandeis Edu. http://bir.brandeis.edu/bitstream/handle/10192/32460/630%20p-35.pdf?sequence=1
Diakses 14 Oktober 2020
Dosen Psikologi. https://dosenpsikologi.com/hypophrenia
Diakses 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait