Hydroquinone, Kandungan Pencerah Kulit yang Kontroversial

Hydroquinone atau hidrokinon adalah kandungan pemutih dan pencerah kulit yang harus mendapatkan izin dokter
Walau mencerahkan, dosis hidrokinon atau hydroquinone harus diberikan oleh dokter

Dalam mencerahkan dan memutihkan kulit, Anda mungkin mengenal kandungan hidrokinon atau hydroquinone. Zat ini memang disebutkan ampuh dalam mengatasi hiperpigmentasi kulit. Namun, apakah cocok untuk semua orang?

Apa itu hydroquinone?

Hydroquinone atau hidrokinon adalah agen atau zat pencerah dan pemutih kulit dalam produk skin care. Zat ini disebutkan mampu mengatasi berbagai jenis hiperpigmentasi kulit, seperti melasma dan sunspot.

Hydroqunione bekerja memutihkan kulit dengan mengurangi jumlah melanosit. Melanosit sendiri merupakan sel yang diperlukan untuk memproduksi melanin, agen pemberi warna pada kulit kita.

Hiperpigmentasi terjadi ketika kadar melanin terlalu tinggi akibat tingginya produksi melanosit. Agar warna kulit merata, diperlukan tindakan untuk mengendalikan produksi melanosit tersebut.

Biasanya, butuh waktu sekitar empat minggu agar hidrokuinon mulai memperlihatkan efeknya, dan butuh beberapa bulan agar hasilnya bisa kita nikmati.

Masalah kulit yang berpotensi mampu diatasi hydroquinone

Seperti yang diungkapkan di atas, hiperpigmentasi merupakan masalah kulit yang bisa diatasi oleh hydroqunione. Beberapa contoh kasus hiperpigmentasi tersebut, yaitu:

  • Bekas jerawat
  • Bintik usia akibat penuaan
  • Freckles
  • Melasma
  • Bekas masalah kulit karena peradangan, seperti psoriasis dan eksim
Hidrokuinon untuk mengatasi melasma
Melasma merupakan salah satu kasus yang bisa diatasi krim hidrokuinon

Meskipun hidrokuinon dapat membantu memudarkan bintik-bintik merah atau coklat, zat ini tidak dapat menangani peradangan aktif.

Sebagai contoh, hydroquinone dapat membantu mengurangi jaringan bekas jerawat. Namun zat ini tidak akan menangani kemerahan akibat jerawat yang masih aktif.

Hydroquinone sebagai pemutih dan pencerah kulit, aman atau tidak?

Apabila Anda mengikuti isu yang berkaitan dengan produk kecantikan, Anda mungkin tahu bahwa hidrokuinon merupakan kandungan yang kontroversial. Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, Food and Drugs Administration (FDA), menyatakan bahwa hydroquinone aman digunakan walau hingga saat ini masih kontroversial.

Karena hydroquine termasuk golongan obat keras, penggunaan hidrokuinon harus mendapatkan izin dan dosis dari dokter.

Hydroquinone juga tidak bisa digunakan untuk jangka panjang. Apabila resep dokter tersebut memberikan hasil, dokter mungkin menyarankan agar penggunaan zat ini tidak boleh lebih dari empat bulan. Jika ingin menggunakannya lagi, Anda harus menunggu tiga bulan berikutnya.

Hidrokuinon juga memberikan efek samping tertentu. Anda mungkin mengalami kulit kemerahan atau kering, terutama jika jenis kulit yang Anda miliki adalah kulit sensitif.

Pada kasus yang jarang terjadi, hydroquinone dapat menimbulkan masalah kulit seperti ochronosis. Kondisi ini ditandai oleh timbulnya jerawat papula dan pigmentasi berwarna hitam kebiruan.

Ochronosis cenderung terjadi setelah penggunaan yang terlalu lama. Oleh sebab itulah, Anda tidak boleh menggunakan produk dengan bahan hidrokuinon selama lebih dari lima bulan berturut-turut.

Tips penggunaan produk yang mengandung hydroquinone

Kita disarankan untuk melakukan patch test sebelum benar-benar mengoleskan krim yang mengandung hydroquinone ke wajah. Langkah-langkah test patch, yaitu

  • Oleskan sedikit krim atau produk ke lipatan siku lengan
  • Balut area tersebut dengan perban
  • Segera cuci tangan agar krim tersebut tak meninggalkan noda di pakaian
  • Tunggu hingga 24 jam
  • Hentikan penggunaan apabila terjadi iritasi atau gatal di lipatan tersebut, bisa dipastikan bahwa produk tersebut tak cocok untuk kulit Anda

Bagi Anda yang kulitnya dapat menerima produk yang mengandung hidrokuinon, Anda bisa mengoleskannya ke wajah setelah menggunakan pembersih dan toner, dan sebelum menggunakan pelembap.

Perempuan mengoleskan krim hidroquinone
Produk yang mengandung hidrokuinon biasanya dioleskan sedikit saja

Anda sebaiknya menggunakan krim tersebut sedikit saja, lalu oleskan dengan merata. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan setelahnya.

Pastikan pula Anda mengaplikasikan tabir surya dengan merata setelah menggunakan produk yang mengandung hydroquinone. Paparan sinar matahari berisiko membuat hidrokuinon menimbulkan efek merugikan, alih-alih mengatasi hiperpigmentasi kulit.

Dalam menangani hiperpigmentasi kulit, konsistensi adalah kunci dan disarankan untuk menggunakannya setiap hari.
Apabila setelah tiga bulan tak ada perubahan yang dihasilkan produk tersebut, Anda disarankan untuk kembali menemui dokter.

Alternatif pencerah kulit selain hidrokuinon

Apabila Anda tidak yakin untuk menggunakan hidrokuinon dari dokter, ada beberapa pilihan zat pencerah lain yang mungkin bisa dicari di produk yang dijual bebas. Beberapa zat tersebut, yaitu:

1. Antioksidan

Molekul antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C sering kita temukan dalam produk anti-penuaan. Vitamin ini membantu mencerahkan kulit dan meratakan rona kulit secara keseluruhan. Apabila konsisten dioleskan, antioksidan dapat mencerahkan bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi.

2. Asam alami

Berbagai produk kecantikan mencampurkan asam yang diekstraksi dari tumbuhan, seperti asam kojic dan ellagic. Kedua asam ini bekerja dengan memperlambat produksi melanin.

3. Vitamin B3

Niacinamide alias vitamin B3 telah menjadi idola baru dalam produk perawatan kulit. Kandungan berpotensi untuk mencegah hiperpigmentasi agar tak naik ke permukaan kulit.

Catatan dari SehatQ

Hidrokuinon mungkin membantu mencerahkan kulit bagi beberapa orang. Walau begitu, zat ini masih menimbulkan kontroversi dan tidak cocok untuk semua orang. Temui dokter untuk memastikan keamanan zat ini, serta mendiskusikan kandungan yang paling cocok untuk Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperpigmentation
Diakses pada 26 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/hydroquinone
Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait