Kerja Keras Tanpa Kenal Istirahat atau Hustle Culture, Ini Dampaknya bagi Kesehatan


Hustle culture adalah gaya hidup saat seseorang merasa harus bekerja keras tanpa kenal istirahat untuk bisa meraih kesuksesan. Bekerja tanpa istirahat bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental pelakunya.

0,0
Hustle culture adalah gaya hidup saat seseorang merasa harus bekerja keras tanpa kenal istirahat untuk bisa meraih kesuksesanKelelahan akibat bekerja dikaitkan dengan peningkatan risiko terserang hipertensi
Pernahkah Anda mendengar sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa seseorang harus bekerja keras apabila ingin meraih kesuksesan? Ungkapan tersebut memang benar adanya, namun masih sering disalahartikan oleh beberapa orang.Banyak orang yang mengartikan bahwa untuk meraih kesuksesan dalam hidup, mereka harus bekerja keras tanpa mengenal waktu dan lelah. Apabila Anda termasuk salah satu orang yang mempunyai pola pikir tersebut, fenomena ini dikenal dengan hustle culture.Jika diteruskan dan tidak segera diubah, gaya hidup ini malah bisa berdampak buruk untuk kesehatan fisik dan mental pelakunya. Akibatnya, pekerjaan yang dilakukan pun malah jadi tidak optimal.

Apa itu hustle culture?

Hustle culture adalah gaya hidup di mana seseorang merasa bahwa diri mereka harus terus bekerja, dengan hanya sedikit beristirahat, untuk bisa meraih kesuksesan. Beberapa orang menyebut fenomena ini sebagai “gila kerja” atau workaholic.Budaya buruk ini sudah mulai ada sejak tahun 80-an dan masih berlangsung hingga saat ini. Orang yang menganut gaya hidup ini akan memprioritaskan pekerjaan daripada kehidupan pribadi mereka. Apabila tak menghabiskan waktu untuk bekerja, mereka akan merasa tidak layak untuk sukses dalam hidupnya.

Dampak hustle culture terhadap kesehatan

Istirahat merupakan hal yang sangat penting untuk tubuh. Dengan beristirahat, tubuh dapat kembali segar, pekerjaan pun kemudian bisa dikerjakan secara optimal. Bekerja tanpa kenal istirahat dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Kelelahan akibat bekerja dikaitkan dengan peningkatan risiko terserang hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit kardiovaskuler. Selain itu, stres yang tak tertangani dengan baik akibat terlalu banyak bekerja juga berpotensi membuat Anda mengalami depresi. 

Bagaimana cara keluar dari hustle culture?

Hustle culture adalah gaya hidup yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, oleh sebab itu harus segera ditinggalkan. Bagi beberapa orang, untuk bisa keluar dari gaya hidup ini mungkin akan terasa sulit dan membutuhkan usaha keras.Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk keluar dari hustle culture:

1. Melatih kesadaran

Kesadaran sedang berada dalam hustle culture dapat membantu Anda dalam mengambil langkah perubahan. Untuk mengetahui apakah Anda sedang berada dalam gaya hidup ini, cobalah bertanya kepada diri sendiri.“Apakah energi Anda habis terkuras setiap hari akibat bekerja? Apakah Anda tidak mempunyai kegiatan lain dalam hidup selain bekerja?” Apabila iya, hal tersebut menjadi tanda bahwa Anda terjebak dalam hustle culture.

2. Perjelas tujuan hidup

Untuk menentukannya, perjelas tujuan hidup Anda dan tuliskan. Kemudian, luangkan waktu sejenak untuk berpikir mengenai tindakan-tindakan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk meraih tujuan hidup tersebut.

3. Rencanakan cara untuk mencapai tujuan hidup

Ketika Anda sudah menentukan tujan apa saja tujuan yang hendak diraih dalam hidup, buat rencana berisi cara untuk meraihnya. Jangan lupa untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kesejahteraan hidup Anda.

4. Beri waktu tubuh dan pikiranmu untuk beristirahat

Istirahat sangatlah penting bagi tubuh. Oleh sebab itu, beristirahatlah dengan seimbang usai menghabiskan waktu untuk bekerja. Istirahat yang cukup dapat membantu melindungi Anda dari kelelahan akibat bekerja.

5. Buat batasan dalam bekerja

Hustle culture membuat pelakunya berpikir bahwa kerja keras dan lelah yang mereka rasakan sekarang akan terbayar dengan hasil memuaskan. Hentikan pola pikir tersebut dan batasi diri dengan membuat jadwal kerja yang mencegah Anda dari  kelelahan.Apabila Anda mengalami kesulitan untuk keluar dari hustle culture, berkonsultasilah dengan profesional. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah kondisi kelelahan fisik dan mental yang dirasakan akibat terlalu banyak bekerja bertambah parah.

Catatan dari SehatQ

Hustle culture adalah gaya hidup di mana seseorang merasa harus bekerja keras tanpa kenal istirahat untuk bisa meraih kesuksesan. Meski kesuksesan memang dapat diraih dengan kerja keras, bekerja tanpa memerhatikan istirahat bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental pelakunya.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
istirahatlembur
UW Medicine. https://rightasrain.uwmedicine.org/life/work/hustle-culture
Diakses pada 10 Agustus 2021
Headversity. https://headversity.com/the-toxicity-of-hustle-culture-the-grind-must-stop/
Diakses pada 10 Agustus 2021
Global Health and Pharma. https://www.ghp-news.com/are-you-working-too-much-the-dangers-of-hustle-culture/
Diakses pada 10 Agustus 2021
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. https://fk.unair.ac.id/mengenal-hustle-culture-budaya-gila-kerja-generasi-muda/
Diakses pada 10 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait