Hummus Adalah Olesan Khas Timur Tengah dengan Nutrisi Melimpah, Sudah Coba?

(0)
04 Sep 2020|Azelia Trifiana
Hummus adalah makanan khas Timur Tengah yang menyehatkanHummus mengandung beragam nutrisi yang menyehatkan
Para pecinta salad tentu tak asing lagi dengan hummus, jenis selai atau pasta khas Timur Tengah. Hummus adalah selai yang terbuat dari kacang Arab yang diolah dengan wijen, minyak zaitun, bawang putih, garam, dan juga limau. Teksturnya yang lembut membuatnya cocok dipadukan dengan beragam makanan.Tak hanya lezat, hummus juga kaya akan nutrisi. Hummus hadir dengan beragam tekstur, mulai dari yang lembut seperti bubur hingga yang sedikit kasar sehingga bisa dipilih sesuai dengan selera orang yang ingin mencicipinya.

Kandungan nutrisi hummus

Dalam 100 gram sajian hummus, terdapat kandungan nutrisi berupa:
  • Kalori: 166
  • Lemak: 9,6 gram
  • Protein: 7,9 gram
  • Karbohidrat: 14,3 gram
  • Serat: 6 gram
  • Mangan: 39% AKG
  • Copper: 26% AKG
  • Folat: 21% AKG
  • Magnesium: 18% AKG
  • Fosfor: 18% AKG
  • Zat besi: 14% AKG
  • Zinc: 12% AKG
  • Thiamin: 12% AKG
  • Vitamin B6: 10% AKG
  • Potasium: 7% AKG
Tingginya kadar protein dalam hummus membuatnya menjadi pilihan orang yang menjalani diet vegan atau menyukai makanan nabati. Kandungan mineral dalam hummus juga bermanfaat bagi kebutuhan nutrisi seseorang.

Manfaat hummus untuk kesehatan

Membuat hummus tidaklah sulit, Anda bisa mengolah kacang arab dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Proses pembuatannya pun tidak terlalu lama. Lantas, apa saja manfaat hummus untuk kesehatan?

1. Mengatasi peradangan

Hummus mengandung beragam bahan yang dapat mengatasi peradangan kronis, salah satunya adalah minyak zaitun. Minyak zaitun mengandung antioksidan yang sama dan terdapat juga dalam obat-obatan antiperadangan. Selain itu, wijen di dalam hummus juga dapat menurunkan tanda-tanda inflamasi di tubuh seseorang.

2. Baik untuk pencernaan

Hummus termasuk sumber serat yang diperlukan sistem pencernaan manusia. Dalam sajian 100 gram hummus, terdapat 6 gram serat yang telah memenuhi 24% kebutuhan serat harian untuk perempuan, dan 16% kebutuhan laki-laki.Bonusnya lagi, mengonsumsi hummus dapat menjadi cara mengatasi BAB keras berkat kandungan seratnya. Kandungan hummus juga dapat memberi asupan nutrisi bagi bakteri baik dalam sistem pencernaan.

3. Indeks glikemik rendah

Jika Anda mencari jenis selai atau topping salad dengan indeks glikemik yang lebih rendah dari saus Thousand Island, hummus bisa menjadi pilihan. Indeks glikemik dari hummus tidak terlalu tinggi sehingga dicerna secara perlahan oleh tubuh. Dengan demikian, kadar gula seseorang tidak akan naik secara signifikan.Bandingkan dengan indeks glikemik dari roti tawar, yang melepaskan gula 4 kali lipat lebih tinggi ketimbang hummus. Padahal, kandungan karbohidrat keduanya cukup setara.

4. Potensi kurangi risiko serangan jantung

Hummus adalah olahan yang berpotensi mengurangi risiko seseorang mengalami serangan jantung. Dalam sebuah penelitian selama 5 pekan, 47 orang dewasa sehat yang mengonsumsi chickpea (kacang Arab) memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) lebih rendah.Tak hanya itu, kandungan lemak sehat dari minyak zaitun dalam hummus juga dapat menurunkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung. Belum lagi kandungan minyak zaitun yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 10%.

5. Menjaga berat badan ideal

Bagi siapapun yang sedang menjalani diet sehat, hummus bisa menjadi pilihan olesan yang aman. Dalam sebuah survei nasional, orang yang rutin mengonsumsi hummus memiliki 53% kemungkinan lebih kecil mengalami obesitas. Tak hanya itu, indeks massa tubuh dan ukuran lingkar pinggangnya juga 5,5 cm lebih ramping ketimbang yang tidak mengonsumsi sama sekali.Tingginya kandungan serat dalam hummus juga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, nafsu makan bisa lebih terkendali dan menjaga dari kemungkinan kelebihan kalori.

6. Cocok bagi yang alergi

Orang-orang yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap gluten, kacang-kacangan, maupun produk olahan susu tetap aman mengonsumsi hummus. Ini penting karena hummus tidak mengandung kacang (red: kacang Arab termasuk legume, bukan kacang), susu, atau gluten sama sekali. Namun jika membeli hummus dalam kemasan, pastikan telah membaca label dan memastikan tidak ada tambahan zat pengawet atau lainnya yang dapat memicu alergi.

Cara membuat hummus sendiri

Selain membeli hummus dalam kemasan, membuat hummus sendiri cukup mudah. Anda hanya perlu waktu sekitar 10 menit dan alat seperti food processor.Bahan:
  • 2 cangkir kacang arab atau chickpeas
  • 1/3 cangkir biji wijen
  • ¼ cup jus lemon
  • 1 sdm minyak zaitun
  • 2 bawang putih (dihancurkan)
  • sejumput garam
Cara membuatnya cukup dengan mencampurkan seluruh bahan di atas ke dalam sebuah food processor atau blender. Kemudian, hancurkan hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan. Hummus bisa dinikmati sebagai olesan di sandwich atau makanan lainnya.Dengan mencoba resep di atas, seseorang bisa mengonsumsi hummus setiap hari. Baik itu saat sarapan atau ketika ingin mengonsumsi camilan sehat. Mudah dibuat, hummus adalah pilihan tepat untuk orang yang ingin menjaga berat badan ideal.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-hummus-healthy
Diakses pada 20 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/hummus-recipe-and-benefits
Diakses pada 20 Agustus 2020
Well and Good. https://www.wellandgood.com/hummus-nutrition/
Diakses pada 20 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait