Humble Brag Alias Pamer Colongan, Ini Penjelasan Psikologisnya


Secara definisi, mudahnya humble brag adalah memamerkan sesuatu tanpa disertai dengan rasa bersalah atau malu yang idealnya menyertai. Sederhananya, ini adalah cara untuk pamer dengan bumbu kerendahan hati.

0,0
30 Aug 2021|Azelia Trifiana
Humble brag pada rekan kerjaHumble brag pada rekan kerja
Pernah – atau bahkan sering – mendengar seseorang mengeluh tapi sebenarnya tersirat pamer di dalamnya? Judulnya sekadar bercerita, namun ada hal yang disisipkan di dalamnya. Dalam dunia psikologi, ini disebut dengan humble brag. Secara definisi, mudahnya humble brag adalah memamerkan sesuatu tanpa disertai dengan rasa bersalah atau malu yang idealnya menyertai. Sederhananya, ini adalah cara untuk pamer dengan bumbu kerendahan hati.

Mengapa orang melakukan humble brag?

Inti dari mengapa seseorang melakukan humble brag adalah rasa malu. Artinya, tujuan utamanya adalah untuk menghindari rasa kurang nyaman yang menyertai ketika sedang membanggakan sesuatu.Rasa malu ini tentu berbeda-beda parameternya antara satu orang dan lainnya. Biasanya, sensasi ini mengacu pada pengalaman yang pernah dilakukan sebelumnya yang membuat merasa gagal atau tidak terkoneksi dengan orang lain.Selain itu, humble brag juga terjadi karena kultur yang selama ini tertanam. Sejak dahulu kala, selalu ditanamkan untuk menyembunyikan kesuksesan dan jangan memamerkannya pada orang lain. Jadilah muncul kerendahan hati dengan maksud tersembunyi.Tak kalah menarik, ada juga anggapan bahwa seseorang pamer terselubung ini demi membuat orang lain terkesan. Artinya, ini dijadikan taktik untuk meningkatkan harga diri sekaligus membuat orang lain lebih respek terhadap diri sendiri.

Apakah humble brag efektif?

Sayangnya, humble brag cenderung tidak efektif dalam membuat orang lain terkesan. Justru, yang muncul adalah kesan bahwa seseorang cenderung palsu alias tidak tulus.Justru akan jauh lebih efektif pamer secara langsung atau mengeluh apa adanya ketimbang mencampur keduanya dan menjadi humble brag. Setidaknya ketika seseorang pamer tanpa dikemas humble brag, orang lain masih menangkap ketulusannya.Lebih jauh lagi, kebiasaan humblebragging juga akan membuat seseorang tidak sensitif terhadap situasi di sekitarnya. Bayangkan ada orang yang memamerkan dirinya “terlalu subur” sehingga memiliki banyak anak. Kemudian humble brag itu diunggah di berbagai platform di sosial media.Di saat yang sama, ada orang yang tidak subur dan kesulitan memiliki keturunan membaca unggahan itu. Jelas, mereka dianggap tidak sensitif dengan kondisi orang lain.Seakan-akan subur menjadi kutukan dan membuatnya mengeluh, sementara di sisi lain ada yang berusaha habis-habisan demi mendapatkan keturunan.

Bagaimana agar tidak terjebak?

perempuan ngobrol
Humble brag bisa terjadi tanpa disengaja
Terkadang bisa saja seseorang tidak bermaksud pamer colongan alias humble brag. Namun, situasi atau lawan bicara bisa saja membuat kelepasan melakukannya.Lalu, apa yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pola ini?
  • Jangan terpaku pada perasaan negatif

Sebisa mungkin, jangan fokus pada perasaan negatif yang tak terhindarkan pasti muncul ketika memamerkan sesuatu. Cara untuk tidak fokus dengan hal ini adalah dengan kenal betul dengan emosi dan perasaan.
  • Asah sikap empati

Penting juga untuk bersikap empati kepada orang lain sehingga tidak sembarangan memamerkan hal yang dirasa spesial. Apa yang menurut Anda biasa mungkin bisa membuat orang lain sedih luar biasa. Lagipula, tidak semua pencapaian perlu diumumkan.
  • Pisahkan pamer dan apresiasi

Jangan salah menilai mana yang termasuk pamer dan mana yang termasuk apresiasi akan kesuksesan diri sendiri. Ketulusan ada pada apresiasi. Nikmati kesuksesan yang telah Anda raih berkat perjuangan luar biasa. Jika ingin membanggakannya, seimbangkan dengan empati.
  • Tidak terjebak kompetisi

Di era ketika banyak orang saling menunjukkan keunggulan mereka di media sosial, ini kerap menimbulkan rasa iri hingga kesenjangan. Kompetisi pun tak terhindarkan. Namun sebaiknya jangan fokus pada hal itu.Tak perlu merasa ingin menyaingi orang lain dalam hal pamer di media sosial. Sebab, kita tidak pernah tahu apa yang ada di balik pencapaian mereka.

Catatan dari SehatQ

Sebenarnya melakukan humble brag bukanlah hal baru dan hampir semua orang mungkin pernah melakukannya. Baik sadar maupun tidak, ini adalah strategi ketika mempresentasikan diri di depan orang lain.Penyebab seseorang melakukan humble brag adalah karena sulit untuk bisa disukai orang dan pamer di saat bersamaan. Jadi, perlu dikemas dengan cara sedemikian rupa agar tidak terang-terangan.Sayangnya, humble brag justru tidaklah efektif untuk membuat orang terkesan atau memiliki kesan positif terhadap pelakunya. Justru pamer terang-terangan atau mengeluh apa adanya lebih bisa dihargai ketulusannya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar hubungan antara humblebragging dan kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalmenjaga kesehatan
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-gen-y-psy/201807/the-psychology-humblebragging
Diakses pada 16 Agustus 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201803/why-people-hate-humblebragging
Diakses pada 16 Agustus 2021
Time. https://time.com/5095144/humblebrag-bragging/
Diakses pada 16 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait