Hubungan Penyakit Jantung dan Kesehatan Mental Ternyata Sangat Erat

Penyakit jantung dan kesehatan mental adalah penyakit yang saling memengaruhi satu sama lain
Kesehatan mental menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa terlepas, penyakit jantung dan kesehatan mental ternyata saling memengaruhi satu sama lain. Kondisi mental Anda dapat memengaruhi kesehatan jantung, begitu juga sebaliknya.

Gangguan seperti serangan jatung dan angina, diketahui sering muncul, disertai dengan gangguan kecemasan serta depresi. Selain itu, depresi juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Depresi juga akan memengaruhi proses penyembuhan penyakit jantung seseorang. Tidak hanya itu, kesehatan mental akan berpengaruh terhadap risiko gangguan jantung di kemudian hari.

[[artikel-terkait]]

Penyakit jantung bisa timbulkan gejala gangguan kesehatan mental

Sebuah survei yang dilakukan oleh British Heart Foundation menyebutkan, sekitar 68% orang dengan riwayat penyakit jantung, merasa kondisi yang mereka alami, memengaruhi kondisi mental, emosional, dan psikologis.

Lebih lanjut, sekitar 77% responden mengatakan, gangguan kecemasan merupakan gejala gangguan kesehatan mental yang paling umum dirasakan. Gejala lain seperti depresi, sedih, merasa rendah diri, takut, dan merasa tidak dimengerti, juga menjadi bagian di dalamnya.

Saat seseorang didiagnosis menderita penyakit jantung, akan muncul perasaan takut. Apalagi, penyakit ini berisiko menimbulkan serangan jantung atau stroke. Mereka juga takut menghadapi kematian dan meninggalkan keluarga, serta orang-orang tercinta, akibat penyakit tersebut.

Kesehatan mental bisa pengaruhi proses penyembuhan penyakit jantung

Sebagai hubungan dua arah, kesehatan mental ternyata juga merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, gangguan mental juga bisa memperlambat proses penyembuhan seseorang yang mengalami penyakit jantung.

Beberapa gangguan kesehatan mental yang erat kaitannya, sebagai faktor risiko penyebab penyakit jantung di antaranya:

1. Depresi

Depresi berkaitan dengan penyakit jantung koroner. Selain itu, orang yang merasa kesepian atau tinggal seorang diri, juga memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung kambuhan, dibandingkan dengan orang yang mendapat cukup dukungan dari teman dan keluarga.

Oleh karena itu, saat seseorang mulai berusaha mengatasi depresi yang ia alami, proses penyembuhan penyakit jantung yang sedang dijalani pun akan lebih optimal. Perawatan terhadap depresi akan mengurangi risiko berkembangnya penyakit ini menjadi lebih luas, dan membantu tubuh tetap sehat.

2. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan disebut-sebut merupakan salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung. Saat seseorang merasa cemas, tubuh akan bereaksi dengan memberikan tekanan berlebih pada jantung.

Gejala fisik yang terjadi pada serangan panik, bisa menimbulkan gangguan pada jantung, terutama pada individu dengan riwayat penyakit jantung. Gangguan kecemasan juga disebutkan berpengaruh pada kondisi di bawah ini.

• Peningkatan detak jantung

Kondisi ini ditandai dengan jantung yang berdetak dengan sangat cepat. Pada kondisi yang parah, takikardia menyebabkan gangguan fungsi jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung mendadak.

• Penurunan detak jantung

Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan serius hingga kematian, terutama jika terjadi setelah serangan jantung mendadak.

• Peningkatan tekanan darah

Gangguan kecemasan bisa meningkatkan tekanan darah. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus dan menjadi kronis, otot jantung akan menjadi lemah, dan berujung pada gagal jantung.

Hubungan antara kesehatan mental dengan kondisi fisik seseorang sebenarnya memang sangatlah erat. Sayangnya hingga saat ini, masih banyak orang yang tidak menyadarinya. Ingat, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Artikel Terkait

Banner Telemed