Hubungan Intim Usia Dini Bisa Berbahaya untuk Kesehatan


Hubungan intim usia dini bisa meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan berbahaya seperti penyakit menular seksual, kanker serviks, hingga komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan bayi. Karena itu pendidikan seks sejak kecil penting diberikan.

(0)
05 Feb 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Berhubungan intim di usia dini bisa berbahaya bagi kesehatan fisik dan mentalBerhubungan intim di usia dini bisa memberikan banyak dampak negatif
Mulai melakukan hubungan intim sejak usia dini tidak disarankan dari sisi kesehatan. Sebab, perilaku ini dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan berbahaya, seperti penyakit menular seksual hingga kanker serviks.Anak yang mulai melakukan hubungan seks sejak usia remaja tanpa cara yang aman dan tepat juga berisiko lebih tinggi terkena masalah kejiwaan seperti depresi saat dewasa. Maka dari itu, perlu usaha dari berbagai pihak untuk menekan perilaku ini.

Dampak hubungan intim usia dini

Menilik dari sudut pandang medis, memulai aktivitas seksual sejak usia dini, berisiko memberikan berbagai dampak merugikan bagi para remaja, terutama remaja perempuan.Berikut ini beberapa dampak merugikan yang bisa muncul pada remaja yang mencoba berhubungan intim di usia yang terlalu dini.

1. Lebih mungkin melakukan hubungan seks risiko tinggi

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa memulai hubungan intim di usia dini berhubungan erat dengan meningkatkan kemungkinan melakukan hubungan seks risiko tinggi.Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, termasuk:
  • Potensi memiliki beberapa pasangan seksual sebelum menginjak usia dewasa
  • Pengetahuan yang belum baik membuat penggunaan kondom saat berhubungan intim masih kurang atau tidak konsisten.
Selain itu, para remaja cenderung belum bisa mengerti sepenuhnya konsep dari konsekuensi suatu perbuatan.
Sebab pada usia remaja, bagian korteks prefrontal di otak yang berperan dalam kemampuan penalaran, berpikir dan menimbang baik dan buruk dari suatu perbuatan, belum sepenuhnya terbentuk.
Bagian otak ini bahkan belum akan terbentuk sempurna hingga seseorang memasuki usia pertengah usia 20-an. Akibatnya, remaja cenderung lebih nekat dan berani dibanding orang dewasa, termasuk dalam hal mengambil keputusan yang berhubungan dengan seksual.

2. Lebih berisiko mengalami penyakit menular seksual

Kemampuan membuat keputusan yang belum sepenuhnya matang juga membuat remaja berisiko lebih tinggi tertular penyakit menular seksual. Bahkan, orang berusia 15-24 tahun merupakan kelompok umur terbanyak pengidap infeksi menular seksual.Contoh dari penyakit menular seksual adalah chlamydia, herpes kelamin, sifilis alias raja singa, gonnorhea, hingga HIV.

3. Risiko kanker serviks atau kanker leher rahim jadi meningkat

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum diderita oleh perempuan di Indonesia. Kanker ini bisa terjadi akibat infeksi human papiloma virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seks.Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko seorang perempuan terkena penyakit ini. Salah satunya adalah melakukan hubungan intim di usia yang terlalu dini.Perempuan yang melakukan hubungan intim pertama kali sebelum usia 16 tahun, akan mengalami kenaikan risiko terkena kanker serviks dengan rentang yang cukup signifikan yaitu 1,6 kali hingga 58 kali lebih berisiko.Semakin muda usia saat hubungan intim pertama kali dilakukan, maka semakin tinggi juga risiko seseorang terkana kanker serviks di kemudian hari.Baca Juga: Konsekuensi Nikah Muda, Ini yang Perlu Jadi Pertimbangan

4. Berisiko lebih tinggi hamil di luar keinginan

Hamil di luar rencana bagi remaja-remaja usia sekolah tentu akan menghambat masa depannya. Namun, hal ini berisiko tinggi dialami oleh anak yang mulai melakukan hubungan intim sejak usia dini.Menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), data tahun 2012 menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di Indonesia mengenai kesehatan reproduksi belum memadai.Hanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki berusia 15-19 tahun yang mengetahui kalau perempuan bisa hamil meski hanya berhubungan seks satu kali.Hal ini membuat angka kehamilan pada remaja yang aktif secara seksual, masih tinggi.

5. Remaja yang hamil berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi

Dampak negatif hubungan intim usia dini tidak berhenti ketika remaja yang hamil diluar nikah kemudian dikawinkan dengan pasangannya.Sebab, kehamilan yang terjadi pada perempuan usia remaja berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi alias gangguan pada kesehatan ibu maupun bayi.Perempuan yang hamil saat usia remaja berisiko lebih tinggi melahirkan bayi secara prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Selain itu, saat proses persalinan, remaja juga lebih berisiko mengalami perdarahan yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian ibu dan bayi.Risiko perdarahan parah bahkan kematian ibu juga muncul apabila janin yang ada di dalam kandungan berusaha digugurkan atau diaborsi dengan cara-cara ilegal yang tidak aman atau sesuai dengan ketentuan hukum maupun medis.

Catatan dari SehatQ

Kesehatan reproduksi dan seksual seharusnya sudah tidak lagi menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan, terutama jika tujuannya adalah memberikan pendidikan kepada para remaja.Dengan menanamkan pengetahuan mengenai bahaya hubungan intim usia dini sekaligus perilaku seksual yang aman dan sehat, diharapkan para remaja tidak lagi menjalani perilaku yang merugikan bagi kesehatan sekaligus masa depannya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pendidikan seks bagi remaja maupun kesehatan seksual serta reproduksi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah seksualhubungan seks beresikopendidikan seks
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5435379/
Diakses pada 25 Januari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4953229/
Diakses pada 25 Januari 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170930/5823163/inilah-risiko-hamil-usia-remaja/
Diakses pada 25 Januari 2021
Jurnal BIKFOKES Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. https://journal.fkm.ui.ac.id/bikfokes/article/view/4054/1068
Diakses pada 25 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait