Bayi yang lahir prematur 7 bulan dikaitkan dengan berat badan bayi yang rendah
Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah memiliki hubungan

Kebanyakan orang mengenal istilah bayi prematur sebagai bayi yang lahir di usia 7 bulan atau kurang. Secara medis, bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kelahiran prematur sendiri digolongkan menjadi empat kelompok berdasarkan seberapa dini persalinan terjadi, di antaranya:

  • Late preterm, bayi dilahirkan dalam usia kehamilan 34-36 minggu
  • Moderately preterm, bayi dilahirkan dalam usia kehamilan 32-34 minggu
  • Very preterm, bayi dilahirkan dalam usia kehamilan kurang dari 32 minggu
  • Extremely preterm, bayi dilahirkan dalam usia kehamilan kurang dari 25 minggu

Kelahiran prematur dan bentuk bayi yang lebih kecil dibandingkan usia kehamilannya merupakan penyebab berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi BBLR inilah yang menjadi penyebab tidak langsung kematian bayi setelah lahir. BBLR berkontribusi dalam 60-80% kematian bayi setelah lahir.

Bayi lahir prematur berarti bayi belum mencapai tahapan tumbuh kembang yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di luar rahim, termasuk berat badannya. Bayi yang lahir prematur akan lahir dengan berat badan lahir rendah.

Berat badan bayi berdasarkan usia kehamilannya

Berat badan bayi prematur 7 bulan berbeda-beda bergantung pada kondisi medis ibu dan bayi. Berikut adalah tabel rata-rata berat badan bayi sesuai dengan usia kehamilan dan jenis kelamin bayi.

1. Bayi laki-laki

Usia Kehamilan (Laki-laki)

Berat badan

24 minggu

650 gram

28 minggu

1100 gram

32 minggu

1800 gram

35 minggu

2500 gram

40 minggu

3600 gram

2. Bayi perempuan

Usia Kehamilan (Perempuan)

Berat badan

24 minggu

600 gram

28 minggu

1000 gram

32 minggu

1700 gram

35 minggu

2400 gram

40 minggu

3400 gram

[[artikel-terkait]]

Komplikasi dari rendahnya berat badan bayi prematur

Berat badan bayi yang lahir prematur mendapatkan perhatian yang serius karena semakin rendah beratnya saat lahir, semakin besar komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Kurangnya kadar oksigen dalam darah saat lahir. Saat lahir, bayi sudah tidak mendapatkan asupan oksigen dari plasenta. Bayi harus bernapas untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
  • Ketidakmampuan untuk menjaga suhu tubuh normal. Fungsi tubuh dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh biasanya belum tercapai pada bayi prematur sehingga bayi prematur lebih rentan mengalami hipotermia.
  • Kesulitan makan dan pertambahan berat badan. Fungsi usus bayi yang lahir. prematur belum sempurna sehingga seringkali terjadi masalah dalam hal pemberian makan. Jika pemberian makan tidak efektif, berat badan pun tidak dapat bertambah dengan baik.
  • Risiko infeksi yang tinggi
  • Masalah pernapasan. Paru-paru bayi yang lahir prematur seringkali fungsinya belum sempurna sehingga dapat terjadi kesulitan napas ketika lahir.
  • Masalah saraf. Bayi yang lahir prematur dapat mengalami perdarahan otak.
  • Masalah pencernaan. Necrotizing enterocolitis adalah peradangan usus yang dapat berakibat fatal, tetapi umum ditemukan pada bayi premature.
  • Risiko kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome).

Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah bukanlah kondisi yang sama, namun saling berhubungan dan dapat tumpang tindih. Bayi yang lahir prematur dapat memiliki berat badan lahir yang rendah, namun beratnya juga bisa sesuai berdasarkan usia kehamilan saat bayi lahir.

Berat badan lahir rendah juga dapat dihubungkan dengan keadaan bayi yang kecil ketimbang usia kehamilan ibu, di mana berat badan lahirnya lebih kecil daripada rata-rata bayi lain pada usia kehamilan yang sama, misalnya akibat pertumbuhan yang terhambat.

Bayi yang lahir prematur dan berat badan lahir rendah membutuhkan penanganan khusus setelah persalinan, agar dapat beradaptasi dengan kehidupan baru di luar rahim.

WHO. https://www.who.int/maternal_child_adolescent/newborns/prematurity/en/

Diakses pada Mei 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730

Diakses pada Mei 2019

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=low-birthweight-90-P02382

Diakses pada Mei 2019

Alexander GR. Prematurity at birth: determinants, consequences, and geographic variation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11386/

Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed