Hati-hati, HSDD Bisa Sebabkan Anda Enggan Puaskan Pasangan di Ranjang

HSDD bisa membuat Anda jadi enggan berhubungan seksual dengan pasangan.
Rasa tak ingin puaskan pasangan di ranjang jadi salah satu gejala HSDD.

Kondisi hypoactive sexual desire disorder (HSDD) berisiko menghilangkan gairah seks hingga menyebabkan lenyapnya keinginan berfantasi seksual pada wanita. Salah satu gejala HSDD yang sering ditemui ialah penurunan keinginan atau niat untuk memuaskan pasangan di ranjang.

Selain merusak keharmonisan kehidupan seksual, gejala HSDD yang satu ini juga bisa membuat hubungan rumah tangga jadi tidak harmonis. Ketika pasangan ingin berhubungan seks sedangkan Anda tidak, kemungkinan besar akan muncul konflik. Akibatnya, hubungan rumah tangga jadi terganggu. 

Maka dari itu, sebelum HSDD terjadi pada Anda, ada baiknya untuk mengenali penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Sehingga, Anda bisa meminimalisir potensi munculnya HSDD di masa yang akan datang.

HSDD bisa muncul akibat kondisi emosional

HSDD memiliki dua sebab, yakni dari segi fisik dan juga emosional seseorang. Gejala yang membuat Anda kehilangan hasrat untuk memuaskan pasangan di atas ranjang bisa jadi masuk ke dalam gejala yang disebabkan kondisi emosional. 

Misalnya, Anda kurang melakukan komunikasi atau ngobrol santai dengan pasangan. Hal itu bisa menjadi salah satu akar munculnya HSDD. Tanpa komunikasi, Anda jadi tidak tahu keinginan pasangan. Begitu juga sebaliknya. Mustahil bagi pasangan untuk memahami keinginan Anda, tanpa adanya komunikasi.

Dalam hal ini, sebaiknya perbaiki hubungan dengan pasangan. Misalnya, dengan lebih rajin lagi dalam melakukan komunikasi, termasuk sekadar ngobrol santai atau kencan romantis.

Tingkatkan gairah seks dan temukan cara memuaskan pasangan 

Dalam beberapa kasus, menonton film dewasa berdua dengan pasangan, dibalut dengan suasana yang romantis, juga bisa meningkatkan gairah dalam berhubungan seks. Aktivitas ini juga berpotensi menyalakan kembali gairah untuk memuaskan pasangan Anda di ranjang.

Sebagai wanita, Anda juga bisa menghemat tenaga di luar rumah dan menyisakannya, sebagai cara memuaskan pasangan di rumah. Pasalnya, rasa letih juga bisa menjadi penyebab HSDD yang bisa "membunuh" hasrat untuk memuaskan pasangan.

Perubahan gaya hidup juga dipercaya bisa menghindari dan mengobati HSDD pada diri wanita, sekaligus menjadi cara memuaskan pasangan. Berikut ini beberapa tips gaya hidup yang bisa Anda ikuti.

  • Berolahraga secara teratur 
  • Sisihkan waktu untuk menikmati keintiman bersama pasangan
  • Melakukan eksperimen seksual (berhubungan seks dengan gaya yang variatif, role-playing)
  • Menghindari zat yang bisa memengaruhi hasrat berhubungan seks, seperti rokok dan alkohol

Berkurangnya kadar hormon estrogen juga bisa jadi penyebab minimnya hasrat berhubungan seks pada wanita. Namun biasanya, hal ini terjadi pada wanita berusia lanjut, ketika kadar hormon estrogen akan menurun drastis saat menopause.

Apakah HSDD bisa disembuhkan?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi HSDD. Untuk menemukan cara terbaik, Anda harus mengerti penyebab dari gejala HSDD yang dirasakan. Anda konsumsi obat-obatan tertentu, yang ternyata menyebabkan HSDD pada diri Anda. Misalnya, obat antidepresan, yang disebut bisa mengurangi gairah seks. 

Dalam kasus tertentu, biasanya dokter akan menyarankan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan yang berefek samping seperti ini. Anda pun bisa menjalani terapi seksual, maupun mengonsumsi obat-obatan tertentu, untuk mengatasi HSDD.

  1. Terapi seksual

    Menjalani terapi seks juga dianjurkan tidak hanya untuk Anda sebagai wanita, tapi juga pasangan Anda. Terapi seks dipercaya bisa membawa perbaikan terhadap kehidupan seks yang kurang memuaskan. Anda pun bisa menyampaikan keluh-kesah terkait HSDD dengan seorang ahli kejiwaan, sehingga bisa mendapatkan jawaban dari permasalahan kehidupan seks selama ini.

    Anda tidak perlu membawa pasangan Anda ketika menjalani terapi seks. Beberapa wanita lebih nyaman ketika membahas tentang masalah HSDD, tanpa didampingi pasangannya. Namun sesungguhnya, tidak ada larangan untuk mengajak pasangan untuk mendampingi Anda selama menjalani terapi seks.

    Sebab, mengajak serta pasangan dalam sesi terapi juga dianggap mampu memperkuat hubungan antara Anda dengannya. Selain itu, kehadiran pasangan pun berpotensi memberikan  solusi yang lebih memuaskan.
  2. Penggunaan obat flibanserin

    Ada obat bernama flibanserin yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kembali gairah seks pada wanita. Namun, metode pengobatan ini belum tentu efektif untuk semua orang. Pasalnya, flibanserin bisa menyebabkan tekanan darah rendah, pusing, hingga pingsan.

    Obat ini sudah mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) dari Amerika Serikat. Walau demikian, flibanserin masih menuai kontroversi dan membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan keamanannya.

HSDD tidak bersifat permanen

Jangan takut. HSDD bukan sebuah kondisi yang bertahan selamanya pada diri Anda. Kondisi ini dapat diobati dan dikelola dengan konseling oleh ahli kejiwaan, baik dilakukan sendiri maupun dengan pasangan. Hal itu dilakukan guna mengatasi masalah kesehatan mental, serta mengonsumsi obat agar kondisi medis yang mendasarinya bisa dihilangkan. Langkah-langkah tersebut pun bisa menjadi cara memuaskan pasangan kembali.

Kehidupan seks Anda bersama pasangan pun akan kembali hangat. Ingat, berhubungan seks merupakan aktivitas yang bisa mendekatkan, sekaligus menjauhkan Anda dari pasangan.

Jadi, ketika salah satu dari Anda mengidap HSDD, kemungkinan besarnya, keharmonisan pun akan terganggu. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter, agar kondisi HSDD yang Anda rasakan bisa menghilang secepatnya.

WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/loss-of-sexual-desire-in-women#3
Diakses pada 13 September 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/conditions/sexual-desire-disorder
Diakses pada 13 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/treating-hsdd/symptoms-diagnosis-treatment#5
Diakses pada 13 September 2019

American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/hypoactive-sexual-desire-disorder/
Diakses pada 13 September 20

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed