Hot Flashes saat Menopause, Apa Penyebab dan Gejalanya?


Hot flashes adalah sensasi hangat pada bagian atas tubuh yang dapat dirasakan wanita menopause. Penyebabnya beragam, mulai dari perubahan hormon, merokok, hingga obesitas.

0,0
04 Aug 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hot flashes pada menopauseHot flashes pada menopause ditandai dengan sensasi hangat di bagian tubuh atas.
Pernahkah Anda merasakan sensasi hangat dan gerah di bagian tubuh atas secara tiba-tiba? Kondisi ini bisa menandakan adanya hot flashes yang perlu diwaspadai. Hot flashes adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya sensasi hangat di wajah, leher, hingga dada.Hot flashes termasuk salah satu gejala menopause yang sering dirasakan oleh wanita berusia 45-55 tahun. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi hot flashes supaya Anda bisa mengantisipasinya.

Penyebab hot flashes pada menopause

Hot flashes terjadi saat pembuluh darah di dekat permukaan kulit melebar untuk melakukan pendinginan. Hasilnya, tubuh dapat berkeringat. Sebagian wanita juga mengalami gejala berupa detak jantung cepat dan menggigil saat menderita hot flashes.Ketika hot flashes terjadi saat tidur, kondisi ini dikenal dengan sebutan night sweats atau keringat malam. Hot flashes tentunya bisa mengganggu jam tidur sehingga menyulitkan Anda untuk beristirahat.Terdapat berbagai penyebab hot flashes yang perlu Anda ketahui, di antaranya:
  • Perubahan hormon

Penyebab hot flashes pada menopause yang paling umum adalah perubahan kadar hormon estrogen. Penurunan hormon estrogen menyebabkan termostat (hipotalamus) atau pusat pengatur suhu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu.Ketika hipotalamus mendeteksi bahwa tubuh terlalu hangat, hot flashes dapat muncul sebagai cara untuk mendinginkan tubuh Anda.
  • Merokok

Dilansir dari Mayo Clinic, wanita yang merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hot flashes.
  • Obesitas

Indeks massa tubuh yang tinggi atau obesitas ternyata juga bisa menyebabkan munculnya hot flashes pada wanita.
  • Ras

Wanita berkulit hitam dipercaya lebih berisiko mengalami hot flashes saat menopause, dibandingkan dengan ras lainnya. Selain itu, hot flashes paling jarang terjadi pada wanita Asia.

Gejala hot flashes yang mengganggu

Saat hot flashes pada menopause terjadi, berikut adalah berbagai gejala yang bisa muncul:
  • Sensasi hangat di bagian dada, leher, dan wajah yang muncul tiba-tiba
  • Kulit menjadi merah dan menimbulkan bercak
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat di bagian tubuh atas
  • Munculnya sensasi dingin di tubuh saat hot flashes berhenti
  • Merasa cemas.
Frekuensi dan intensitas hot flashes bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Gejalanya juga bervariasi, mulai dari ringan hingga parah sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak hanya itu, hot flashes dapat terjadi pada siang atau malam hari.Hot flashes pada menopause bisa berlangsung selama lebih dari 7 tahun. Sebagian wanita bahkan dapat mengalaminya selama lebih dari 10 tahun.

Berbagai pemicu hot flashes

Hot flashes dapat dipicu oleh berbagai kondisi, di antaranya:
  • Mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi produk yang mengandung kafein
  • Mengonsumsi makanan padas
  • Berada di dalam ruangan yang panas
  • Merasa stres dan cemas
  • Menggunakan pakaian ketat
  • Merokok atau terekspos dengan asap rokok
  • Membungkuk.
Untuk mengetahui pemicu hot flashes, cobalah siapkan catatan dan tuliskan berbagai hal yang Anda lakukan sebelum gejalanya muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui pemicunya dan mencegah kemunculan hot flashes.

Apakah hot flashes dapat menimbulkan komplikasi?

Hot flashes beserta gejalanya dapat menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya adalah mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup Anda.Hot flashes yang terjadi di malam hari dapat membangunkan Anda dari tidur. Jika tidak segera ditangani, situasi ini berpotensi menyebabkan gangguan tidur jangka panjang.Wanita yang menderita hot flashes juga dianggap memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung dan hilangnya kepadatan tulang, dibandingkan dengan wanita yang tidak menderitanya.

Cara mengatasi hot flashes yang bisa dicoba

Beberapa wanita dapat menunggu hingga hot flashes berhenti muncul. Namun, jika gejalanya terasa sangat mengganggu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.Dokter dapat merekomendasikan terapi penggantian hormon untuk waktu yang terbatas, biasanya kurang dari 5 tahun.Terapi ini dapat membantu wanita terhindar dari hot flashes dan berbagai gejala menopause lainnya, seperti vagina kering dan gangguan suasana hati.Akan tetapi, saat Anda berhenti menjalani terapi penggantian hormon, hot flashes kemungkinan dapat terjadi lagi. Selain itu, beberapa terapi penggantian hormon yang dilakukan dalam jangka pendek bisa meningkatkan risiko pembekuan darah, kanker payudara, kanker endometrium, dan peradangan kantong empedu.Jika terapi penggantian hormon tidak cocok untuk Anda, dokter dapat merekomendasikan berbagai pengobatan lain untuk mengatasi hot flashes, misalnya:
  • Obat antidepresan dengan dosis rendah, seperti fluoxetine, paroxetine, atau venlafaxine
  • Obat tekanan darah tinggi seperti clonidine
  • Obat antikejang seperti gabapentin.
Vitamin B kompleks, vitamin E, dan ibuprofen juga dipercaya bisa membantu Anda mengatasi hot flashes.Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan hot flashes yang paling tepat untuk Anda. Jangan pernah mengonsumsi obat-obatan di atas tanpa resep dan izin dokter.Jika Anda ingin bertanya seputar hot flashes, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
menopausepenyakit wanitakesehatan wanita
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hot-flashes/symptoms-causes/syc-20352790
Diakses pada 21 Juli 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/menopause/#:~:text=The%20menopause%20is%20a%20natural,before%2040%20years%20of%20age.
Diakses pada 21 Juli 2021
Web MD. https://www.webmd.com/menopause/guide/menopause-hot-flashes
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/menopause/understanding-hot-flashes#triggers
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait