Hormon-hormon Kehamilan Ini Memicu Diabetes Gestasional

Beberapa hormon yang diproduksi tubuh selama kehamilan, ternyata bisa mengurangi kinerja insulin.
Selama kehamilan, tubuh memproduksi sejumlah hormon yang mampu mengurangi produktivitas dan efektivitas insulin.

Diabetes gestasional dapat terjadi pada wanita yang memiliki kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan. Ternyata, hormon bisa menjadi pemicu diabetes selama kehamilan ini. Sekitar 18% wanita mengalami diabetes gestasional saat hamil, namun hanya 7% yang mengalami komplikasi.

Diabetes gestasional tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi ibu hamil, tapi juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi bayi, jika tidak diobati. Lalu, bagaimana diabetes gestasional dapat terjadi?

Kekurangan Hormon Insulin Bisa Paju Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh Anda tidak mampu memproduksi cukup hormon insulin selama kehamilan. Insulin diperlukan untuk mengangkut glukosa darah ke dalam sel.

Tanpa insulin yang cukup, Anda akan memiliki terlalu banyak glukosa dalam darah, sehingga tingkat glukosa darah lebih tinggi dari normal. Kondisi inilah yang menyebabkan Anda terkena diabetes gestasional. Akan tetapi, mengapa tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin?

4 Hormon Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh memproduksi sejumlah hormon yang mampu mengurangi produktivitas dan efektivitas insulin. Kadar hormon tersebut meningkat secara signifikan.

Begitu pula dengan hPL yang meningkat hingga 30 kali lipat, dan PGH meningkat hingga 8 kali lipat.

Hormon-hormon tersebut diproduksi oleh plasenta, untuk membantu produksi ASI, serta pertumbuhan bayi. Bagi pertumbuhan bayi, hormon-hormon ini diperlukan pada tingkat yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, terjadilah resistensi terhadap insulin, yang menyebabkan insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Berikut ini hormon-hormon yang dimaksud.

1. Hormon Human Placental Lactogen (hPL)

Hormon human placental lactogen (hPL) atau dikenal juga sebagai hormon human chorionic somatomammotropin (hCS), dapat mengubah metabolisme ibu hamil, dan memproses karbohidrat serta lemak.

Selain itu, hPL dapat meningkatkan kadar glukosa darah ibu hamil, agar bayi yang dikandungnya bisa mendapatkan nutrisi ekstra. Akan tetapi, kemampuan hPL dalam meningkatkan kadar glukosa darah ibu hamil, membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin.

2. Hormon Human Placental Growth (hPGH)

Pada 15 minggu pertama kehamilan, hormon lain yaitu hormon human placental growth (hPGH) juga meningkat, dan menyebabkan kadar glukosa darah ibu mengalami kenaikan. Hormon ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Hormon ini membantu mengatur kadar glukosa darah ibu, untuk memastikan bahwa bayi mendapat jumlah nutrisi yang dibutuhkan.

3. Estrogen

Banyak studi penelitian menyelidiki hubungan yang jelas antara estrogen dan resistensi insulin. Terdapat kesimpulan berbeda. Beberapa peneliti mencatat bahwa estrogen yang lebih tinggi dari level normal, dikaitkan dengan peningkatan resistensi insulin.

Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kadar estrogen rendahlah yang lebih berkaitan dengan semakin tingginya resistensi insulin, dan efek lain dari sindrom metabolic, seperti perlemakan pada hati.

Akan tetapi, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kadar estrogen yang tinggi maupun rendah, secara signifikan dapat terlibat dalam pengembangan resistensi insulin.

4. Progesteron

Progesteron menjadi kunci perkembangan diabetes gestasional. Kadar hormon progesteron yang tinggi, berkaitan dengan perkembangan kelainan glukosa pada kehamilan. Oleh sebab itu, progesteron yang tinggi dapat meningkatkan resistensi terhadap insulin pula.

Jika kadar glukosa darah ibu hamil hanya mengalami sedikit peningkatan, maka hal tersebut dapat dikatakan normal. Akan tetapi, bila kadar glukosa darah meningkat tajam dan tetap tinggi, maka Anda harus waspada.

Bisa saja itu merupakan diabetes gestasional yang berisiko menjadi diabetes tipe-2. Oleh sebab itu berhati-hatilah, jangan sampai Anda mengabaikan hal tersebut. Akan lebih baik bila Anda rutin memeriksakan diri dan kandungan ke dokter maupun bidan, agar kondisinya terus terpantau.

Konsumsilah makanan sehat, yang dapat membantu Anda mengatasi ataupun mencegah diabetes gestasional. Selain itu, lakukan olahraga ringan untuk kehamilan, agar Anda dapat sehat dan bugar.

Artikel Terkait

Banner Telemed