Menilik Fungsi Hormon DHT (Dihidrotestosteron) dan Hubungannya dengan Kebotakan Rambut


DHT atau dihidrotestosteron sebenarnya memiliki fungsi penting bagi tubuh, yakni turut memunculkan karakteristik pria seperti suara berat dan rambut di pipi (brewok). Namun, kadar hormon DHT yang terlalu tinggi justru dapat memicu kebotakan pada pria.

(0)
04 Apr 2021|Rhandy Verizarie
hormon DHTKadar DHT yang tinggi dapat memicu kebotakan pada pria
Dihidrotestosteron atau dihydrotestosterone (DHT) adalah hormon yang kerap dikaitkan dengan penyebab kebotakan pada pria. Di satu sisi, hormon DHT sebenarnya memiliki fungsi penting bagi tubuh. Kenali lebih jauh mengenai hormon dihidrotestosteron mulai dari fungsi, hubungannya dengan kebotakan rambut, hingga cara menurunkan kadarnya berikut ini.

Mengenal hormon DHT dan fungsinya

DHT adalah hormon turunan dari testosteron, atau hormon seks pria. Dihidrotestosteron tercipta setelah tubuh mengubah hormon testosteron pada testis dan kelenjar prostat dengan dibantu oleh enzim 5-alpha-reductase (5-AR). Idealnya, sepuluh persen testosteron akan diubah menjadi hormon DHT oleh tubuh.Baik testosteron maupun dehidrotestosteron merupakan hormon androgen, yakni hormon yang bertanggung jawab terhadap perkembangan karakteristik pria, seperti:
  • Suara berat
  • Rambut di dagu, pipi, dan dada
  • Massa otot yang lebih besar
  • Produksi sperma (spermatogenesis)
  • Pertumbuhan organ reproduksi pria (penis, testis, skrotum)
Seiring bertambahnya usia, fungsi hormon ini pun bertambah, yakni merawat massa otot, menjaga fungsi seksual, dan mempertahankan kesuburan pria. Hormon DHT diklaim lebih kuat ketimbang hormon testosteron.

Hormon DHT, salah satu pemicu kebotakan

Terlepas dari fungsinya tersebut, faktanya dihidrotestosteron menjadi salah satu faktor pemicu kebotakan rambut atau dalam dunia medis dikenal sebagai alopecia. Mengapa bisa demikian?Rambut di tubuh Anda tumbuh dari struktur di bawah kulit yang dikenal sebagai folikel. Rambut di dalam folikel biasanya mengalami siklus pertumbuhan yang berlangsung sekitar 2-6 tahun. Di akhir siklus ini, rambut memasuki fase istirahat sebelum akhirnya rontok beberapa bulan kemudian. Folikel kemudian menghasilkan rambut baru, dan siklusnya dimulai lagi. Nah, kadar hormon androgen yang tinggi, termasuk DHT, dapat mengecilkan folikel rambut Anda dan memperpendek siklus ini. Akibatnya, rambut tumbuh tampak lebih tipis dan rapuh, serta rontok lebih cepat. Dihidrotestosteron juga dapat membuat folikel membutuhkan waktu lebih lama untuk menumbuhkan rambut baru setelah rambut lama rontok.Setiap orang memiliki reseptor androgen yang merespons DHT secara berbeda. Reseptor androgen adalah protein yang mengikat hormon laki-laki, seperti testosteron dan DHT.Pria dengan reseptor androgen yang sangat sensitif pada folikel rambut, berisiko lebih tinggi untuk mengalami kebotakan berpola, akibat produksi DHT yang meningkat pula.Berikut ini adalah beberapa pemicu tingginya kadar hormon DHT:
  • Peningkatan reseptor androgen di folikel rambut
  • Tingginya sensitivitas reseptor androgen
  • Produksi dihidrotestosteron di area tubuh lainnya yang kemudian ikut terbawa aliran darah menuju folikel
  • Tingginya kadar testosteron yang akan menjadi cikal bakal hormon DHT
Selain rambut rontok, kadar DHT yang tinggi juga ditandai oleh munculnya jerawat pada wajah. Akan tetapi, hal ini biasanya jarang terjadi pada orang dewasa.Tak hanya sekadar memicu kebotakan rambut, hormon DHT juga dapat berisiko menyebabkan sejumlah gangguan medis lainnya seperti:
  • Luka lebih lama sembuh
  • Pembesaran prostat
  • Kanker prostat
  • Penyakit jantung koroner (PJK)

Cara menurunkan kadar hormon DHT

Kabar baiknya, ada sejumlah obat-obatan yang efektif untuk mengatasi kebotakan rambut dengan cara menurunkan kadar hormon DHT, yaitu:

1. Minoxidil

Menurut penelitian tahun 2017, minoxidil efektif untuk mengatasi kebotakan rambut pada kasus alopecia androgenetik.Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir dengan lancar, termasuk yang menuju folikel rambut. Dengan begitu, pertumbuhan rambut bisa optimal.

2. Finasteride

Studi tahun 2012 dalam The Journal of Dermatology mengungkapkan bahwa finasteride terbukti ampuh untuk mengatasi kebotakan rambut akibat tingginya kadar DHT di dalam tubuh.Finasteride bekerja dengan cara mencegah DHT dan enzim 5-AR saling mengikat. Mekanisme ini membuat folikel rambut terhindar dari penyusutan.

3. Kulit pohon pygeum

Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk membantu menurunkan kadar dihidrotestosteron, salah satunya kulit pohon ceri Afrika (pygeum).Ekstrak kulit pohon pygeum dipercaya dapat mencegah produksi DHT yang terlalu tinggi. Akan tetapi, hal ini masih harus dibuktikan lebih lanjut.

4. Minyak biji labu

Bahan alami lainnya yang diklaim dapat membantu mencegah produksi dihydrostestosterone terlalu tinggi adalah minyak biji labu.Hasil sebuah penelitian tahun 2014 menunjukkan bahwa pria yang mengalami kebotakan berpola berhasil mengalami peningkatan pertumbuhan rambut sebanyak 40 persen setelah menggunakan 400 miligram minyak biji labu per hari selama 24 minggu.Diskusikan dengan dokter Anda apabila hendak menggunakan cara-cara di atas untuk menurunkan kadar DHT, khususnya obat-obatan karena hal ini bisa saja menimbulkan efek samping seperti:
  • Disfungsi ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Ruam kulit
  • Mual
  • Gagal jantung kongestif
Gunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk konsultasi medis yang lebih mudah tanpa harus keluar rumah. Download sekarang juga di App Store dan Google Play
hormon sekshormonkesehatan pria
Evidence Based Complement Alternative Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4017725/ Diakses pada 24 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/dht#hair-loss Diakses pada 24 Maret 2021Journal of the American Academy of Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28396101/ Diakses pada 24 Maret 2021Journal of Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21980923/ Diakses pada 24 Maret 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/68082#effects Diakses pada 24 Maret 2021WebMD. https://www.webmd.com/connect-to-care/hair-loss/symptoms-of-high-dht Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait