Honeycomb dan Beragam Manfaatnya, Kenali Juga Cara Mengonsumsinya!

Honeycomb adalah bagian dari sarang lebah yang keras teksturnya.
Honeycomb memiliki banyak manfaat, salah satunya meredakan batuk anak.

Honeycomb adalah bagian dari sarang lebah yang bertekstur keras, tapi ternyata dapat dikonsumsi. Di dalam dunia medis, popularitas honeycomb sangat tinggi. Bahkan, bagian dari sarang lebah yang mengandung madu mentah ini, disebut memiliki banyak manfaat kesehatan.

Jika benar honeycomb menguntungkan kesehatan, apa saja khasiatnya? Apakah mengonsumsi honeycomb aman?

Honeycomb dan manfaatnya

Honeycomb dibuat oleh lebah untuk menyimpan madu, serbuk sari, hingga larvanya. Bahkan, para ahli juga menemukan kandungan propolis di dalamnya. Tidak heran kalau kemudian banyak yang percaya dengan manfaat honeycomb.

Berikut ini adalah beberapa manfaat honeycomb beserta penelitian yang membuktikannya.

1. Bernutrisi tinggi

Honeycomb mengandung karbohidrat dan antioksidan tinggi. Tidak hanya itu, honeycomb juga memiliki sedikit protein, vitamin, dan zat mineral. Namun, kandungan honeycomb didominasi oleh gula alami dan air.

Karena madu dalam honeycomb belum “terkontaminasi” campur tangan manusia, maka kandungan glukosa oksidasenya masih banyak. Glukosa oksidase inilah yang membuat madu mampu melawan bakteri dan mikroba.

Polifenol adalah antioksidan utama dalam madu. Beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa polifenol bisa mencegah diabetes, demensia, penyakit jantung, hingga kanker.

2. Berpotensi mencegah penyakit jantung

Beberapa penelitian membuktikan, kandungan alkohol dan lemak rantai panjang honeycomb bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor munculnya penyakit jantung.

Sebuah riset membuktikan bahwa alkohol yang ditemukan dalam lilin lebah bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) hingga 29% dan meningkatkan kolesterol baik hingga 8-15%.

Namun, penelitian itu menggunakan kadar alkohol lilin lebah yang tinggi. Sementara itu, penggunaan alkohol lilin lebah yang minim pun belum diketahui efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol.

Meski begitu, kandungan madu mentah dan murni honeycomb, terbukti memiliki kemampuan dalam menurunkan kolesterol.

Sebuah penelitian berskala kecil meminta partisipan untuk mengonsumsi 70 gram madu murni per hari, selama 1 bulan. Hasilnya, kolesterol baik (HDL) meningkat 3,3% dan kolesterol jahat (LDL) menurun 5,8%.

3. Berpotensi mencegah infeksi

Honeycomb
Honeycomb bisa cegah infeksi

Honeycomb dipercaya dalam meningkatkan kemampun tubuh untuk melawan infeksi. Dalam satu tes tabung, lilin lebah terbukti mencegah infeksi jamur dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh, seperti Staphylococcus aureus, Candida albicans, Salmonella enterica, dan E. coli.

Madu juga dikenal bisa menjaga usus Anda dari parasit berbahaya bernama Giardia lamblia. Namun, penelitian terhadap manusia masih dibutuhkan untuk membuktikan manfaat honeycomb yang satu ini.

4. Berpotensi meredakan batuk pada anak

Karena mengandung madu murni, honeycomb dipercaya bisa meredakan batuk pada anak. Dalam sebuah riset, anak-anak yang mengonsumsi setengah sendok teh (2,5 mililiter) madu soba, 30 menit sebelum tidur, mampu meredakan gejala batuknya. Tidak hanya itu, tidur mereka pun jadi lebih nyenyak.

Namun ingat, madu mengandung bakteri C. botulinum, yang bisa membahayakan kesehatan bayi. Maka dari itu, jangan memberikan madu pada anak di bawah 12 bulan!

5. Pengganti gula buatan

Untuk penderita diabetes, gula buatan sangat harus dihindari. Honeycomb pun bisa menjadi pengganti gula buatan yang menyehatkan.

Bahkan, madu disebut lebih manis daripada gula, walaupun hanya sedikit yang diteteskan ke dalam makanan ataupun minuman.

Namun ingat, madu tetap bisa meningkatkan kadar gula darah. Jadi, penderita diabetes pun disarankan untuk tidak mengonsumsinya terlalu banyak.

Bagi Anda yang punya diabetes, sebaiknya berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mengonsumsi honeycomb ataupun madu.

6. Berpotensi menjaga kesehatan organ hati

Honeycomb
Honeycomb berpotensi menyehatkan organ hati

Dalam riset yang berlangsung selama 24 minggu, campuran alkohol lilin lebah yang ditemukan dalam honeycomb diberikan pada penderita diabetes. Hasilnya, sekitar 48% partisipan yang menderita diabetes, bisa mengurangi gejala seperti sakit perut, kembung, dan mual-mual.

Bahkan, fungsi organ hati mereka meningkat hingga 28% setelah mengonsumsi alkohol lilin lebah.

Walaupun hasil studi ini sangat menjanjikan, masih perlu penelitian lagi untuk mencari tahu banyaknya honeycomb yang harus dikonsumsi, untuk mendapatkana manfaat tersebut.

Bagaimana cara mengonsumsi honeycomb?

Sebenarnya, ada banyak cara untuk mengonsumsi honeycomb. Bahkan, honeycomb sendiri pun dapat langsung dikonsumsi tanpa harus diproses terlebih dahulu.

Beberapa orang mungkin akan suka dengan campuran honeycomb dan pancake, oatmeal, ataupun yogurt.
Honeycomb juga bisa dikombinasikan dengan salad buah dan sayur, untuk menambah rasa manisnya.

Ingat, belilah honeycomb yang mengandung madu berwarna hitam. Semakin gelap warna madunya, semakin banyak juga manfaat antioksidannya.

Risiko mengonsumsi honeycomb

Seperti yang sudah disebutkan, madu yang ada di dalam honeycomb mengandung bakteri C. Botulinum, yang bisa berbahaya tidak hanya pada anak berusia 12 bulan ke bawah, tapi juga ibu hamil. Mengonsumsi madu terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan usus, yang berisiko mengganggu kehamilan.

Untuk alasan kesehatan, ibu hamil dilarang mengonsumsi honeycomb setiap hari. Selain itu, lebih mengonsumsinya dalam porsi kecil.

Orang-orang dengan alergi madu atau serbuk sari lebah juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi honeycomb.

Perlu diingat juga, honeycomb mengandung madu. Artinya kandungan gulanya cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsilah dalam porsi yang sewajarnya saja.

Sebelum mengonsumsinya, ibu hamil dan orang yang alergi madu, diwajibkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Sebab, bisa saja ada efek samping yang merugikan kesehatan.

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/486228-what-are-the-benefits-of-eating-honeycomb/
Diakses pada 13 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/raw-honeycomb#what-it-is
Diakses pada 13 April 2020

Artikel Terkait