Gejala awal virus HIV yang paling umum adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening
Virus HIV memang belum ada obatnya, tetapi deteksi dini akan mencegah berkembang menjadi AIDS.

Siapa yang tidak takut jika terserang penyakit yang belum ada obatnya? Semua orang pasti diselimuti dengan ketakutan dan kekhawatiran, terutama jika membahas Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Seperti apa virus HIV itu?

Virus HIV adalah pelaku yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Oleh karenanya, istilah masyarakat dalam merujuk penyakit ini adalah HIV AIDS.

Pada awalnya penderita terinfeksi dengan virus HIV dan lama kelamaan virus HIV tersebut berkembang menjadi AIDS. AIDS merupakan kondisi yang merujuk pada kerentanan penderita virus HIV untuk mengidap beragam infeksi maupun penyakit karena sistem imun yang telah rusak.

Asal Mula Virus HIV

Kekhawatiran mengenai virus HIV memicu banyak mitos-mitos yang belum tentu benar mengenai HIV. Virus HIV tampak seperti sosok misterius yang tidak diketahui asal-usulnya.

Awalnya virus HIV hanya ditemukan pada simpanse di Afrika, serta hanya menginfeksi simpanse saja. Namun, peneliti berspekulasi bahwa virus HIV bermutasi dan dapat menginfeksi manusia karena manusia mengonsumsi daging simpanse yang terinfeksi virus HIV.

Setelahnya, virus HIV mulai menyebar ke daerah dan negara-negara lainnya.

Ketakutan Terhadap Virus HIV

Apa yang membuat virus HIV sangat ditakuti? Pertama, karena belum ditemukan obat untuk mengatasi virus HIV. Kedua, gejala HIV mirip dengan gejala penyakit lain sehingga sulit dideteksi. Selain itu, HIV sangat ditakuti karena menyerang sel CD4 yang berperan dalam sistem imun manusia.

Normalnya, manusia yang sehat memiliki sel CD4 yang berkisar antara 500-1500 milimeter kubik.

Saat virus HIV menyerang sel CD4, maka sel tersebut akan berkurang dan imun tubuh juga akan menurun. Seseorang dikatakan mengalami AIDS ketika jumlah sel CD4 berada di bawah 200.

Pada awalnya virus HIV mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas dan bahkan hanya terasa seperti mengalami flu biasa. Sulitnya mendeteksi virus HIV membuat penyakit ini tambah ditakuti oleh masyarakat.

Gejala awal virus HIV yang paling umum adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Gejala ini biasanya baru akan muncul saat sekitar satu atau dua bulan setelah penderita terinfeksi virus HIV.

Mengapa Virus HIV Sulit Disembuhkan?

Sebenarnya apa yang membuat virus HIV sulit untuk disembuhkan? Virus HIV langsung menyerang sel CD4 yang berperan dalam sistem imun manusia.

Saat sel CD4 aktif, virus HIV akan aktif memproduksi virus-virus HIV lainnya di dalam sel CD4. Namun, jika sel CD4 tidak aktif, virus HIV yang berada dalam sel CD4 juga menjadi tidak aktif (dorman) sampai sel CD4 tersebut aktif kembali.

Virus HIV yang berlindung dan bersembunyi dalam sel CD4 tidak dapat dihilangkan dengan terapi obat.  Meskipun belum ada obatnya, HIV yang dideteksi dengan cepat dapat ditangani dan dicegah untuk berkembang menjadi AIDS.

Deteksi dini dan penanganan yang sigap terhadap HIV dapat membantu penderita untuk dapat hidup lebih lama dan tidak mengalami AIDS.

Oleh karenanya, jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening setelah melakukan aktivitas seksual, Anda perlu dengan segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh.

Healthline. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524
Diakses pada 29 Maret 2019

Mayo Clinic. https://www.healthline.com/health/hiv-aids#hiv-and-aids
Diakses pada 29 Maret 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/
Diakses pada 29 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed