Perlukah Histerektomi pada Rahim Wanita yang Alami Kanker Ovarium?

Kanker ovarium terjadi ketika sel membelah dan berkembang biak dengan cara yang tidak teratur
Mayoritas kanker ovarium berawal di lapisan luar rahim.

Kanker ovarium merupakan pertumbuhan kanker yang dimulai dari indung telur. Sebagian besar kanker ovarium berawal di epitel (lapisan luar rahim).

Akan tetapi, penyakit ini dapat pula mulai terjadi di stroma (jaringan ovarium yang mengandung sel penghasil hormon), dan germinal (penghasil sel telur).

Penyebab Kanker Ovarium Belum Diketahui

Kanker ovarium terjadi ketika sel membelah dan berkembang biak dengan cara yang tidak teratur. Penyebab kanker ovarium tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, kanker ovarium mengakibatkan kematian tertinggi kelima pada wanita akibat kanker.

Pada tahap awal, mungkin hanya ada sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala akan semakin memburuk secara bertahap. Berikut ini gejala awal kanker ovarium.

  • Sakit punggung
  • Nyeri pada perut bagian bawah
  • Cepat merasa kenyang
  • Terasa sakit saat berhubungan seksual
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan
  • Gangguan pencernaan atau mulas
  • Sembelit

Sementara itu, gejala yang terjadi saat kanker berkembang yaitu mual, penurunan berat badan, sesak napas, kelelahan, tidak nafsu makan, mengalami kembung dan sakit di perut selama lebih dari beberapa minggu.

Berikut ini sejumlah faktor risiko terhadap penyakit kanker.

1. Usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada semua usia, meski paling sering terjadi pada wanita berusia tua, yaitu 50-60 tahun.

2. Mutasi Gen yang Diturunkan

Sebagian kasus kanker ovarium, disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan oleh orangtua. Gen yang meningkatkan risiko kanker ovarium yaitu gen kanker payudara dan sindrom Lynch.

3. Riwayat Keluarga

Bila memiliki kerabat dekat dengan kanker ovarium, seperti ibu atau saudara perempuan, maka Anda berisiko lebih besar terkena kanker ovarium.

4. Terapi Pengganti Hormon Estrogen

Menjalani terapi pengganti hormon estrogen dalam dosis besar dan dalam jangka waktu yang panjang, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker ovarium.

5. Usia Ketika Menstruasi Dimulai dan Berakhir

Bila mulai menstruasi pada usia dini, mengalami menopause pada usia lebih tua atau bahkan keduanya, maka Anda dapat memiliki risiko terkena kanker ovarium.

Diagnosis kanker ovarium dapat dilakukan melalui pemeriksaan panggul, tes pencitraan (USG atau CT Scan), tes darah, laparoskopi, kolonoskopi, biopsi, dan abdominal cairan perut.

Selain kemoterapi, terapi radiasi, dan terapi hormon, perawatan kanker ovarium juga dapat dilakukan dengan pembedahan.

Pembedahan menjadi pilihan utama yang dilakukan untuk menghilangkan kanker. Tingkat keberhasilan pembedahan tergantung pada stadium kanker. Salah satu pembedahan yang dapat dilakukan yaitu histerektomi.

Proses Pengangkatan Rahim Melalui Histerektomi

Histerektomi adalah pengangkatan rahim dan jaringan di sekitarnya yang terkena kanker ovarium. Bila rahim wanita diangkat, maka kemampuannya untuk hamil akan hilang.

Tindakan medis ini bertujuan untuk menghilangkan semua kanker ovarium yang terlihat. Ada beberapa jenis histerektomi, berdasarkan bagian rahim rahim dan jumlah jaringan di sekitarnya yang diangkat.

1. Histerektomi Parsial

Dokter bedah mengangkat rahim atas, tapi membiarkan rahim bagian bawah (serviks) tetap di tempatnya.

2. Histerektomi Total

Dokter bedah mengangkat seluruh rahim dan mulut rahim.

3. Histerektomi Radikal

Dokter bedah mengangkat rahim dan leher rahim, bersama dengan jaringan di kedua sisi leher rahim, serta bagian atas vagina.

4. Histerektomi Total dengan Bilateral Salpingo Ooforektomi (BSO)

Dokter bedah memotong saluran tuba dan indung telur, selain mengangkat rahim dan leher rahim.

Wanita yang telah menjalani histerektomi dengan BSO, hanya memiliki sedikit risiko terhadap kanker ovarium di kemudian hari. Meski demikian, tetap ada kemungkinan sel kanker tertinggal.

Histerektomi dengan BSO dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga 85-95%. Hal tersebut tidak berlaku untuk histerektomi tanpa BSO.

Meski dengan prosedur histerektomi ini wanita akan kehilangan rahimnya, namun hal tersebut menjadi salah satu solusi terbaik dalam menangani kanker ovarium.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159675.php
Diakses pada 20 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinci.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/diagnosis-treatment/drc-20375946
Diakses pada 20 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324227.php
Diakses pada 20 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed