Hipotensi Ortostatik Bisa Sebabkan Pusing Saat Berdiri, Kenali Penyebab dan Gejalanya

(0)
07 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hipotensi ortostatik bisa menyebabkan pusing dan terjatuhHipotensi ortostatik dapat dipicu oleh gangguan sistem saraf
Pernahkah Anda tiba-tiba mengalami pusing saat berganti posisi dari duduk atau berbaring ke berdiri? Rasa pusing ini disebabkan oleh kondisi yang disebut dengan hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi ketika Anda berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri.Orang yang mengalami hipotensi ortostatik umumnya mengalami penurunan tekanan darah sekitar 20/10 mmHg dalam waktu 3 menit setelah berdiri. Kondisi ini bisa membuat Anda merasakan berbagai gejala yang tidak nyaman selama beberapa menit atau bahkan lebih lama. Hipotensi ortostatik juga dapat mengindikasikan masalah serius yang perlu Anda waspadai. 

Penyebab hipotensi ortostatik

Ketika seseorang berdiri setelah duduk atau berbaring, darah umumnya berkumpul di kaki karena gravitasi. Tubuh kemudian bekerja untuk mendorong darah ke atas guna memasok oksigen ke otak.Jika tubuh tidak mampu melakukan hal tersebut, maka tekanan darah akan turun. Kondisi inilah yang disebut dengan hipotensi ortostatik.Tidak hanya itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hipotensi ortostatik juga dapat dipicu oleh berbagai penyebab lain, di antaranya:
  • Dehidrasi

Dehidrasi dapat terjadi akibat demam, muntah, tidak minum cukup cairan, diare parah, dan olahraga berat yang membuat Anda mengeluarkan banyak keringat. Kondisi ini bisa menurunkan volume darah Anda sehingga memicu terjadinya hipotensi ortostatik.
  • Masalah jantung

Beberapa masalah jantung, seperti bradikardia, gangguan katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung, dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Berbagai kondisi tersebut akan mencegah tubuh Anda untuk memompa lebih banyak darah saat berdiri sehingga membuat Anda pusing.
  • Anemia

Anemia bisa memicu hipotensi ortostatik
Anemia atau rendahnya jumlah sel darah merah dapat menjadi penyebab hipotensi ortostatik. Jumlah sel darah merah yang tidak memadai untuk memasok oksigen bisa membuat Anda pusing.
  • Masalah endokrin

Beberapa masalah endokrin, seperti gangguan tiroid, penyakit Addison, dan gula darah rendah, juga bisa  menyebabkan hipotensi ortostatik. 
  • Gangguan sistem saraf

Gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson, multiple system atrophy, dan amiloidosis, berpotensi mengganggu sistem pengaturan tekanan darah normal tubuh sehingga bisa menyebabkan hipotensi ortostatik.
  • Makan

Sebagian orang bisa mengalami tekanan darah rendah setelah makan. Ketika Anda langsung berdiri setelah makan, hipotensi ortostatik pun dapat terjadi.

Gejala hipotensi ortostatik

Menurut U.S. National Library of Medicine, hipotensi ortostatik memengaruhi sekitar 6 persen populasi di dunia. Kondisi ini juga banyak terjadi pada orang tua.Gejala-gejala hipotensi ortostatik yang mungkin terjadi, yaitu:
  • Pusing
  • Kliyengan
  • Penglihatan kabur
  • Jatuh
  • Mual
  • Lemas
  • Pingsan.
Pada kasus yang jarang, Anda juga dapat mengalami nyeri otot di leher dan bahu, serta nyeri punggung bawah. Gejala biasanya hilang saat tubuh perlahan-lahan menyesuaikan diri ke posisi tegak atau setelah kembali duduk/berbaring selama beberapa menit. Akan tetapi, gejala-gejala tersebut bisa memburuk karena aktivitas fisik, suhu yang hangat, mengonsumsi banyak makanan, atau berdiri dalam jangka waktu yang lama. Jika kondisi ini terjadi secara berulang, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi hipotensi ortostatik

Pengobatan hipotensi ortostatik berfokus untuk mengembalikan tekanan darah normal. Pada kasus yang ringan, Anda dapat mengatasinya dengan duduk atau berbaring sesegera mungkin setelah merasa pusing saat berdiri. Sementara itu, beberapa cara mengatasi hipotensi ortostatik lain yang bisa Anda lakukan, di antaranya:
  • Perubahan gaya hidup

Minum air putih dapat membantu mengatasi hipotensi ortostatik
Dokter akan menyarankan Anda untuk minum cukup air putih, berhenti minum alkohol, menghindari panas berlebih, tidak menyilangkan kaki saat duduk, dan berdiri secara perlahan.
  • Stoking kompresi

Stoking kompresi atau pengikat perut dapat membantu mengurangi penumpukan darah di kaki dan mengurangi gejala hipotensi ortostatik.
  • Obat-obatan

Beberapa obat digunakan untuk mengobati hipotensi ortostatik, misalnya midodrine dan droxidopa. Obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping, seperti mual, nyeri kandung kemih, dan gatal pada kulit kepala. Hindari berbaring selama 4 jam setelah meminumnya untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar hipotensi ortostatik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hipotensipusingtekanan darah rendah
CDC. https://www.cdc.gov/steadi/pdf/patient/customizable/PosturalHypotension-Brochure-Final-Customizable-508.pdf
Diakses pada 23 September 2020
GHR. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/orthostatic-hypotension#diagnosis
Diakses pada 23 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/orthostatic-hypotension/symptoms-causes/syc-20352548
Diakses pada 23 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/orthostatic-hypotension/diagnosis-treatment/drc-20352553
Diakses pada 23 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318158#Treatment-and-prevention
Diakses pada 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait