Hipospadia menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria.
Merokok adalah kebiasaan yang dapat menyebabkan kemandulan

Hipospadia merupakan kelainan bawaan di mana muara uretra (saluran yang mengalirkan urine keluar dari kandung kemih) berada di bawah penis. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria. Hipospadia ditemukan pada setiap satu dari 250 bayi laki-laki yang lahir hidup.

Normalnya, muara uretra ini berada di ujung penis. Letak muara uretra berperan penting dalam menghasilkan pembuahan. Selain mengeluarkan urine, uretra juga berfungsi untuk mengeluarkan cairan semen (air mani) dari dalam tubuh.

Pada hipospadia, penis akan membentuk lengkungan yang dinamakan chordee. Lengkungan penis ini akan tampak saat terjadi ereksi. Kondisi ini menyebabkan pria dengan hipospadia sulit untuk melakukan hubungan seksual.

Kelainan muara uretra dapat dibagi dalam beberapa tipe berdasarkan lokasinya, yaitu di dekat ujung penis (subkoronal), pertengahan batang penis, di antara pertemuan penis dan skrotum, atau di skrotum (penoskrotal). Jenis kelainan yang paling sering ditemukan adalah hipospadia tipe subkoronal.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari hipospadia belum diketahui. Peneliti meyakini bahwa faktor genetik memegang peranan penting. Dalam berbagai penelitian, kejadian hipospadia lebih banyak ditemukan pada anak kembar.

Hormon juga dianggap memiliki peran dalam terjadinya hipospadia. Kadar hormon testosteron dalam tubuh memengaruhi pembentukan uretra. Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa paparan prosgesteron dan estrogen yang tinggi saat kehamilan akan memengaruhi bayi lahir dengan hipospadia.

Masalah kesuburan akibat hipospadia akan menghilang setelah dilakukan perbaikan hipospadia lewat operasi. Setelah operasi, lengkungan penis akan kembali lurus sehingga ejakulasi dapat terjadi dengan normal.

Hipospadia Dapat Menyebabkan Kriptorkismus

Kelainan hipospadia sering disertai dengan kelainan lainnya, yaitu undesensus testis atau kriptorkismus. Kondisi ini juga menjadi penyebab kemandulan pada pria. Pada masa awal pembentukan, testis kanan berada dalam rongga abdomen kemudian akan mengalami penurunan menuju skrotum. Pada kondisi kriptorkismus, testis gagal turun ke skrotum.

Testis yang tidak mengalami penurunan bisa menjadi penyebab kemandulan pada pria. Potensi kemandulan akan semakin meningkat bila kriptorkismus terjadi pada kedua testis. Jika hanya satu testis yang tidak turun, umumnya fungsi fertilitas akan tetap baik.

Testis berperan dalam pembuatan dan penyimpanan sperma. Testis perlu berada dalam suhu di bawah suhu tubuh agar bisa memproduksi sperma dengan baik. Dengan berada pada rongga abdomen, suhu pada testis akan meningkat dibandingkan normal dan memengaruhi produksi sperma.

Selain menjadi penyebab kemandulan pada pria, kriptorkismus juga meningkatkan risiko mengalami torsi testis dan tumor saat dewasa. Saat bertambah dewasa, kondisi ini sering dikaitkan dengan terjadinya hernia inguinal. Penampilan skrotum yang tidak berisi atau asimetris juga dapat membuat penderitanya mengalami penurunan kepercayaan diri.

Jika saat lahir testis belum turun ke dalam skrotum, Anda dapat menunggu hingga 6 bulan. Apabila 6 bulan testis tak kunjung turun, maka harus dilakukan operasi yang dinamakan orkiopeksi. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di lihat paha, kemudian testis dibawa turun ke skrotum dan diperbaiki.

Kondisi Lain yang Menjadi Penyebab Kemandulan pada Pria

Dalam proses pembuahan, diperlukan sperma yang berkualitas dan jumlah yang semen (air mani) yang cukup agar bisa terjadi kehamilan.

Penyebab kemandulan pada pria dapat berasal dari masalah medis, pengaruh lingkungan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Hipospadia mampu menyebabkan kemandulan karena timbulnya gangguan melakukan hubungan seksual. Adanya disfungsi ereksi, ejakulasi dini, dan nyeri saat berhubungan seksual juga bisa menjadi penyebab kemandulan pada pria.

Kadar testosteron dalam tubuh yang rendah, gangguan kromosom, infeksi, tumor, dan riwayat operasi sebelumnya juga memiliki peran dalam kemandulan. Dari faktor lingkungan, paparan berlebih terhadap panas, toksin, dan zat kimia bisa menurunkan produksi dan fungsi sperma.

Gaya hidup yang berkaitan dengan kemandulan, yaitu konsumsi obat steroid jangka panjang, alkohol, merokok, dan berat badan berlebih. Kondisi emosional seperti stres dan depresi juga dapat memengaruhi kesuburan pada pria.

Fertility Authority. https://www.fertilityauthority.com/articles/infertility-causes-%E2%80%94-hypospadia-can-cause-male-factor-infertility
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-hypospadias
Diakses pada Mei 2019

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/cryptorchidism.html
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed