Testosteron Rendah, Ini Gejala dan Terapi Penyembuhannya


Testosteron rendah atau hipogonadisme bisa menyebabkan berbagai masalah serius pada pria. Testosteron merupakan hormon yang memengaruhi pembentukan karakteristik dan maskulinitas seorang pria.

(0)
13 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Testosteron rendah dalam hubungan rumah tanggaPria dengan kadar testosteron yang rendah, bisa mengalami disfungsi ereksi.
Testosteron merupakan hormon yang memengaruhi pembentukan karakteristik dan maskulinitas seorang pria. Hormon pada pria ini juga memengaruhi libido, serta pertumbuhan rambut pada bagian dada. Gangguan pada hormon ini, bisa mengakibatkan hipogonadismeSebenarnya, tubuh wanita juga memproduksi hormon testorteron. Namun, jumlahnya lebih sedikit dibanding yang diproduksi oleh tubuh pria.[[artikel-terkait]]

Fungsi hormon pada pria

Pada saat masa pubertas, testosteron berkontribusi dalam pembentukan otot, membuat suara menjadi lebih berat, dan mendukung perkembangan penis dan testis. Pada saat dewasa, testosteron mempertahankan ukuran dan massa otot pria, libido, dan massa menguatkan tulang.Rendahnya kadar testosteron, menyebabkan beberapa masalah pada pria. Salah satunya adalah infertilitas. Namun pada wanita, infertilitas dan kebotakan, justru disebabkan oleh kadar testosteron yang berlebihan.

Gejala hormon testosteron rendah pada pria

Jumlah hormon testosteron yang berlebih maupun rendah, dapat memicu timbulnya beberapa gangguan pada pria. Berikut adalah beberapa hal gejala yang dapat terjadi apabila seorang pria memiliki kadar testosteron yang rendah atau hipogonadisme:

1. Disfungsi ereksi

Salah satu fungsi penting dari hormon testosteron adalah untuk merangsang gairah bercinta pria, termasuk membantu munculnya ereksi. Jadi, tanda yang paling mudah dikenali saat seorang pria memiliki kadar testosteron yang rendah adalah disfungsi ereksi. Termasuk ereksi spontan yang biasanya terjadi pada pria saat tidur.

2. Sedikitnya sperma yang keluar

Sperma atau air mani adalah sel yang diproduksi oleh pria untuk membuahi sel telur. Setelah diproduksi, sel ini umumnya akan keluar bersamaan dengan ejakulasi. Banyaknya volume sperma yang keluar dapat dikatakan sebagai tolok ukur dari kadar testosteron yang dimiliki sang pria. Semakin rendah kadar testosteron pria, maka semakin sedikit pula sperma yang dihasilkan. 

3. Penurunan libido

Karena berkaitan erat dengan libido pria, kadar testosteron yang menurun pun bisa membuat gairah bercinta ikut berkurang. Oleh karena itu, waspadai jika Anda mengalami penurunan minat seksual secara drastis. 

4. Kenaikan berat badan 

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh bisa memicu kenaikan berat badan, khususnya lemak dalam tubuh. Saat seorang pria mengalami penurunan kadar testosteron dalam tubuhnya, kenaikan lemak dalam tubuh juga bisa terjadi.

5. Perubahan suasana hati secara drastis

Perubahan suasana hati secara drastis juga bisa menjadi salah satu tanda rendahnya testosteron pada pria. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa berkembang menjadi gejala yang lebih serius, seperti stres, depresi dan sulit berkonsentrasi.

6. Mudah lelah

Tak hanya berkaitan dengan gairah dan stamina pria secara seksual, testosteron juga memiliki peran untuk menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Tak heran, ketika seorang pria mengalami kekurangan testosteron, tubuhnya pun akan jadi lebih mudah lelah.

7. Hilangnya massa otot

Otot merupakan salah satu aset tubuh yang dimiliki oleh pria untuk menunjang penampilan serta menjaga tubuh tetap fit. Jika kamu mengalami penurunan kemampuan saat mengangkat latihan angkat bebas maupun saat berolahraga, waspadailah itu sebagai tanda menurunnya hormon testosteron dalam tubuh. Sebab, penurunan hormon ini juga bisa ditandai dengan hilangnya massa otot.Kadar testosteron yang rendah atau hipogonadisme ini dapat disebabkan beberapa hal seperti cedera pada testis, kanker testis, kastrasi, infeksi testis, obat-obatan, gangguan hormonal, penyakit kronis, dan penyakit genetik.Sementara itu, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, bisa menyebabkan pubertas dini. Kondisi ini umumnya ditemukan pada pria yang lebih muda. Namun, kondisi ini jarang terjadi atau ditemukan.

Terapi untuk hipogonadisme alias testosteron rendah

Pada umumnya, terapi dilakukan untuk hipogonadisme yang terjadi akibat penuaan. Berikut ini 3 terapi yang bisa menjadi pilihan untuk mengatasi hipogonadisme.

1. Pemberian suplemen testosteron

Beberapa obat-obatan suplementasi testosteron, direkomendasikan untuk mengganti testosteron yang hilang. Namun perlu diingat, obat-obatan tersebut, dapat merusak hati. Oleh karena itu pilihan ini hanya dilakukan untuk pada kasus hipogonadisme yang berat.

2. Terapi penggantian hormon

Terapi penggantian hormon testosteron telah terbukti meningkatkan kepadatan massa tulang dan kadar hemoglobin darah. Namun, terapi ini memiliki beberapa efek samping berupa pembesaran prostat, pembesaran payudara, timbulnya jerawat, kesulitan bernapas pada saat tidur, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.

3. Pemberian suplemen prohormon

Prohormon seperti dehydroepiandrosterone (DHEA) dan beberapa produk herbal, dapat meningkatkan kadar testosteron. Namun pemberian prohormon juga dapat meningkatkan kadar estrogen, dan mengganggu keseimbangan kolesterol darah dengan mengurangi kadar kolesterol baik.Beberapa metode dapat digunakan untuk mengatasi hipogonadisme. Namun perlu diingat, hampir seluruh metode memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda mengenai hipogonadisme dan modalitas terapi manakah yang sekiranya cocok untuk Anda.
disfungsi ereksipenyakit priahipogonadismedisfungsi seksual
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/276013.php
Diakses pada 21 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/men/features/low-testosterone-explained-how-do-you-know-when-levels-are-too-low#1
Diakses pada 21 Mei 2019
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/urology/adult-patients/andropause-hypogonadism.aspx
Diakses pada 20 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait