Hipoglikemia pada Bayi Baru Lahir Perlu Diwaspadai, Ini Tanda-Tandanya


Hipoglikemia pada bayi baru lahir dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang bisa berbahaya. Kondisi ini dapat ditangani dengan pemberian asupan tambahan lewat ASI atau susu formula hingga memberikan larutan glukosa lewat infus jika kadar gula darah bayi terlalu rendah.

0,0
18 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hipoglikemia pada bayi baru lahir perlu segera ditanganiGula darah rendah atau hipoglikemia pada bayi baru lahir perlu diwaspadai
Hipoglikemia adalah kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar glukosa (gula darah). Kondisi ini dapat dialami oleh bayi baru lahir. Hipoglikemia pada bayi baru lahir atau hipoglikemia neonatal terjadi ketika bayi memiliki gula darah rendah selama beberapa hari pertama setelah kelahiran.Gula darah rendah pada bayi baru lahir dapat terjadi karena berbagai penyebab. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, misalnya gangguan pernapasan dan gangguan makan.

Penyebab hipoglikemia pada bayi baru lahir

Bayi membutuhkan gula darah (glukosa) sebagai energi yang sebagian besarnya digunakan oleh otak. Saat berada di dalam kandungan, bayi mendapatkan glukosa dari ibu melalui plasenta.Sementara itu, bayi mendapatkan glukosa dari ASI atau susu formula setelah lahir. Mereka juga memproduksi sejumlah glukosa di hatinya.Hipoglikemia pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
  • Terlalu banyak insulin dalam darah, misalnya karena ibu memiliki diabetes yang tidak terkontrol
  • Tubuh bayi menggunakan lebih banyak glukosa daripada yang diproduksi
  • Bayi tidak mampu menghasilkan glukosa yang cukup
  • Bayi tidak mendapatkan glukosa yang memadai lewat menyusu
  • Gizi buruk pada ibu selama kehamilan
  • Cacat lahir
  • Penyakit hati
  • Penyakit metabolik bawaan atau defisiensi hormon
  • Tidak cukup oksigen saat lahir (asfiksia lahir)
  • Golongan darah ibu dan bayi yang tidak cocok (penyakit hemolitik berat pada bayi baru lahir)
  • Infeksi akibat obat-obatan tertentu yang mungkin dikonsumsi ibu.

Faktor risiko hipoglikemia pada bayi baru lahir

Di samping itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi baru lahir mengalami hipoglikemia neonatal.
  • Lahir dari ibu yang menderita diabetes
  • Bayi prematur, terutama yang memiliki berat badan lahir rendah
  • Lahir dari ibu yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya terbutaline
  • Mengalami infeksi serius atau membutuhkan oksigen segera setelah melahirkan
  • Pertumbuhan rahim yang lebih lambat dari yang diharapkan selama kehamilan
  • Ukuran janin lebih kecil atau lebih besar dari rata-rata berdasarkan usia kehamilan.

Gejala hipoglikemia neonatus

Hipoglikemia pada bayi terjadi ketika kadar glukosa bayi baru lahir di bawah kisaran yang dianggap aman untuk usianya. Kondisi ini dapat terjadi pada sekitar 1-3 dari setiap 1000 kelahiran.Beberapa gejala hipoglikemia neonatus yang perlu diwaspadai, yaitu:
  • Gemetar
  • Kulit dan bibir pucat atau berwarna kebiruan (sianosis)
  • Suhu tubuh rendah (hipotermia)
  • Kejang
  • Otot kendur
  • Kurang gerak dan energi (letargi)
  • Tangisan lemah atau bernada tinggi
  • Iritabilitas atau kelesuan
  • Susah makan atau muntah parah
  • Masalah pernapasan, seperti jeda saat bernapas (apnea), napas cepat, atau suara mendengkur.

Cara mengatasi hipoglikemia pada bayi

Cara mengatasi hipoglikemia pada bayi dilakukan berdasarkan usia bayi dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Perawatan yang diberikan juga mencakup pemberian sumber glukosa yang dapat bekerja dengan cepat.Berikut adalah beberapa cara mengatasi hipoglikemia pada bayi:
  • Memberikan asupan tambahan lewat ASI atau susu formula.
  • Jika bayi sudah disusui, susu formula tambahan atau perawatan untuk meningkatkan produksi ASI mungkin juga diperlukan.
  • Memberikan campuran glukosa dan air atau susu formula sebagai makanan awal.
  • Memberikan larutan gula (glukosa) yang diberikan melalui infus intravena jika bayi tidak dapat makan melalui mulut atau kadar gulanya sangat rendah.
Setelah diberikan perawatan awal, kondisi bayi kemudian diperiksa untuk dilihat perkembangannya guna memastikan apakah kondisi hipoglikemia neonatal terjadi lagi. Perawatan dapat diteruskan hingga bayi dapat mempertahankan kadar gula darahnya dalam angka normal.Perawatan untuk hipoglikemia pada bayi mungkin memakan waktu berjam-jam atau berhari-hari. Jika bayi mengalami beberapa kondisi berikut, ia mungkin memerlukan perawatan untuk jangka waktu yang lebih lama:Apabila kondisi gula darah masih rendah setelah diberikan perawatan, maka bayi dapat diberikan obat untuk meningkatkan kadar gula darah.Jika kondisi hipoglikemia neonatus sangat parah dan tidak kunjung membaik dengan pemberian obat, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan bedah.Pembedahan dilakukan untuk mengangkat bagian pankreas sehingga dapat mengurangi produksi insulin. Akan tetapi, kasus ini tergolong sangat jarang terjadi.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
gula darahhipoglikemiabayi baru lahir
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007306.htm
Diakses 6 Juli 2021
Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hypoglycemia-in-the-newborn-90-P01961
Diakses 6 Juli 2021
URMC Rochester. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p01961
Diakses 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait