Hiperventilasi Bisa Bikin Sesak Napas, Kenali Penyebab dan Gejalanya

(0)
05 Nov 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hiperventilasi dapat menyebabkan tubuh kekurangan karbon dioksida.Hiperventilasi membuat penderitanya bernapas dengan cepat.
Hiperventilasi adalah kondisi medis yang terjadi saat Anda bernapas terlalu cepat. Saat kondisi ini terjadi, penderitanya akan lebih banyak menghebuskan daripada menghirup napas. Hal ini dapat mengganggu kestabilan kadar karbondioksida di dalam tubuh.Saat tubuh kekurangan karbondioksida, pembuluh darah dapat menyempit sehingga darah yang mengalir ke otak akan berkurang. Hasilnya, penderita hiperventilasi dapat merasa pusing, kesemutan di jari, hingga penurunan kesadaran.

Penyebab hiperventilasi yang harus diperhatikan

Pada sebagian orang, hiperventilasi dapat terjadi secara sementara atau temporer. Biasanya terjadi akibat rasa takut, stres, depresi, gangguan cemas, rasa marah, hingga fobia.Namun, jika hiperventilasi sering terjadi tanpa ada penyebab jelasnya, kondisi ini disebut sebagai sindrom hiperventilasi.  Selain gangguan mental, berikut penyebab hiperventilasi lainnya yang perlu diwaspadai:
  • Perdarahan
  • Penggunaan stimulan
  • Overdosis obat-obatan, seperti aspirin
  • Rasa sakit luar biasa
  • Kehamilan
  • Infeksi paru-paru, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Serangan jantung
  • Ketoasidosis diabetik (komplikasi gula darah tinggi pada pasien diabetes tipe 1)
  • Cedera kepala
  • Berada di ketinggian 6 ribu kaki lebih.
Perlu diketahui, hiperventilasi adalah kondisi medis yang cenderung dirasakan oleh mereka yang berusia 15-55 tahun. Selain itu, wanita dianggap lebih rentan mengalami hiperventilasi dibandingkan pria, terutama saat sedang hamil.

Gejala hiperventilasi selain pernapasan cepat

Hiperventilasi adalah kondiis bernapas cepat yang harus diwaspadai
Hiperventilasi dapat membuat penderitanya bernapas dengan cepat
Selain pernapasan menjadi cepat, ada banyak gejala hiperventilasi yang harus diwaspadai, di antaranya:
  • Sesak napas (perasaan seperti tubuh tak mendapatkan udara yang cukup)
  • Detak jantung yang lebih cepat dari biasanya
  • Merasa pusing, lemas, seperti ingin pingsan
  • Rasa sesak dan sakit di dada
  • Sering menguap
  • Sensasi kesemutan dan mati rasa di bagian kaki atau tangan.
Jika beberapa gejala di atas muncul, segeralah datang ke dokter. Bisa jadi, itu adalah tanda hiperventilasi, atau mungkin penyakit lain yang belum terdeteksi.

Cara mengatasi hiperventilasi

Saat mengalami serangan hiperventilasi, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Selain itu, mintalah seseorang untuk membantu Anda melewati serangan hiperventilasi.
  • Latihan pernapasan

Jika serangan hiperventilasi terjadi di rumah, cobalah bernapas melalui bibir yang mengerucut. Dengan mulut tertutup, tutup lubang hidung kanan dan tarik napas melalui lubang hidung kiri. Kemudian bergantian dan ulangi pola ini sampai pernapasan kembali normal.
  • Redakan stres

Hiperventilasi dapat disebabkan oleh gangguan mental, misalnya stres. Maka dari itu, cobalah untuk meredakan stres Anda dengan melakukan berbagai aktivitas, seperti yoga atau datang ke psikiater untuk berkonsultasi.
  • Akupunktur

Akupunktur dianggap sebagai cara mengatasi hiperventilasi yang efektif. Menurut sebuah studi, pengobatan kuno dari Tiongkok ini dapat mencegah gangguan cemas sehingga mengurangi serangan hiperventilasi.
  • Obat-obatan

Tergantung dari tingkat keparahannya, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk mengatasi serangan hiperventilasi. Obat-obatan tersebut meliputi alprazolam, doxepin, hingga paroxetine.Hiperventilasi yang disebabkan oleh kondisi medis harus ditangani sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, hiperventilasi yang Anda rasakan disebabkan oleh infeksi paru, maka dokter bisa memberikan obat-obatan untuk mengatasi infeksinya.

Kapan hiperventilasi dianggap sebagai darurat medis?

Hiperventilasi adalah kondisi medis yang membuat tubuh kekurangan karbon dioksida
Hiperventilasi bisa membuat tubuh kekurangan karbon dioksida
Sebenarnya, hiperventilasi adalah kondisi medis yang harus ditangani segera oleh dokter, apalagi jika disebabkan oleh penyakit. Sebab, serangan hiperventilasi dapat berlangsung selama 20-30 menit.Jika berbagai gejala di bawah ini terjadi bersamaan dengan hiperventilasi, segera periksakan diri Anda ke dokter:
  • Pertama kali merasakan hiperventilasi
  • Hiperventilasi semakin parah meskipun sudah mencoba berbagai metode pengobatan
  • Rasa nyeri
  • Demam
  • Perdarahan
  • Merasakan gangguan cemas, gugup, dan tegang
  • Sering menguap
  • Detak jantung yang sangat cepat
  • Sulit menjaga kestabilan tubuh
  • Vertigo
  • Perasaan kesemutan dan mati rasa di kaki, tangan, dan sekitar mulut
  • Rasa nyeri, sesak, dan tekanan di dada.
Selain itu, hiperventilasi yang diiringi dengan sakit kepala, perut kembung, keringat, gangguan penglihatan, dan sulit berkonsentrasi juga harus ditangani segera oleh dokter.

Cara mencegah hiperventilasi

Ada banyak cara mencegah hiperventilasi yang dapat dicoba, di antaranya:
  • Meditasi
  • Latihan pernapasan
  • Latihan fisik dan pikiran, seperti tai chi dan yoga.
Berolahraga secara teratur (lari, jalan kaki, dan bersepeda) juga dipercaya dapat mencegah hiperventilasi.Jika Anda sedang mengalami hiperventilasi akibat stres, gangguan cemas, atau gangguan mental lainnya, tetaplah tenang. Setelah itu, datanglah ke dokter untuk memastikan apa penyebab hiperventilasi yang Anda alami.Hiperventilasi adalah kondisi medis yang tidak boleh diremehkan. Segeralah bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis mengenai kondisi hiperventilasi yang Anda alami. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play!
penyakitpenyakit pernapasangangguan pernapasansaluran pernapasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperventilation
Diakses pada 22 Oktober 2020
Web MD. https://www.webmd.com/lung/lung-hyperventilation-what-to-do
Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait