logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Hipertrikosis, Penyakit "Werewolf" yang Bisa Bikin Anda Jadi Manusia Serigala

open-summary

Hipertrikosis menyebabkan pertumbuhan bulu atau rambut di bagian tubuh tertentu. Bahkan, muka pengidapnya bisa ditutupi oleh bulu lebat, layaknya karakter manusia serigala dalam film horor.


close-summary

4 Nov 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Hipertrikosis juga dikenal dengan sebutan sindrom manusia serigala.

Hipertrikosis bisa sebabkan bagian tubuh Anda tumbuh bulu, layaknya manusia serigala.

Table of Content

  • Apa itu hipertrikosis?
  • Jenis hipertrikosis dan dampaknya pada tubuh
  • Penyebab hipertrikosis
  • Pengobatan hipertrikosis
  • Catatan dari SehatQ

Werewolf atau manusia serigala, menjadi karakter horor yang sering tampil di film Hollywood. Badannya yang besar, tubuhnya yang "diselimuti" bulu lebat, hingga taringnya yang panjang, membuatnya menjadi salah satu "langganan" film horor yang amat ditakuti.

Advertisement

Ternyata, tidak hanya di depan layar kaca, manusia serigala juga ada di dunia nyata. Walau memang tidak ganas seperti di dalam film, akan tetapi ciri-ciri manusia serigala bisa muncul pada manusia, yang mengidap hipertrikosis.

Apa itu hipertrikosis?

Hipertrikosis, atau yang biasa disebut sebagai sindrom manusia serigala, adalah kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan rambut yang berlebihan di bagian tubuh seseorang. Tidak hanya pria, wanita juga bisa menderita hipertrikosis, yang membuat terlihat seperti manusia serigala layaknya di film Twilight.

Pertumbuhan rambut yang disebabkan oleh hipertrikosis ini, bisa semakin lebat di bagian muka hingga tubuh. Hipertrikosis dapat muncul sejak lahir, atau memburuk seiring bertambahnya usia.

Apa saja jenis sindrom manusia serigala ini?

Jenis hipertrikosis dan dampaknya pada tubuh

Ternyata, hipertrikosis memiliki beberapa jenis. Setiap jenisnya punya dampak masing-masing terhadap tubuh penderitanya. Bagaimana penjelasannya?

  • Congenital hypertrichosis lanuginosa

Congenital hypertrichosis lanuginosa adalah jenis sindrom manusia serigala yang ditandai dengan tumbuhnya lanugo, yaitu rambut halus yang ditemukan pada bayi baru lahir.

Umumnya, lanugo akan menghilang setelah melewati waktu berminggu-minggu. Namun, pada bayi pengidap sindrom manusia serigala atau hipertrikosis, lanugo malah menebal dan muncul di bagian tubuh lainnya.

  • Congenital hypertrichosis terminalis

Congenital hypertrichosis terminalis adalah pertumbuhan rambut sindrom manusia serigala sejak lahir, dan berlanjut sepanjang hidup pengidap hipertrikosis. Biasanya, jenis hipertrikosis ini akan tumbuh dan menebal di bagian wajah dan tubuh penderitanya.

  • Nevoid hypertrichosis

Nevoid hypertrichosis adalah pertumbuhan rambut berlebih yang muncul di area tertentu. Biasanya, hipertrikosis jenis ini akan muncul dalam bentuk pola yang terpisah-pisah.
Hirsutisme

Hirsutisme adalah jenis hipertrikosis yang hanya terjadi pada wanita. Hal ini menyebabkan timbulnya rambut berwarna gelap, timbul di bagian tubuh yang tidak lazim, misalnya pada seperti wajah, dada dan punggung wanita.

  • Acquired hypertrichosis

Jenis hipertrikosis yang satu ini berbeda dari hipertrikosis kongenital. Timbulnya rambut-rambut sindrom manusia serigala jenis ini, bukanlah bawaan lahir, melainkan kondisi ketika penderitanya sudah dewasa.

Hipertrikosis jenis ini selain menghasilkan lanugo, juga menimbulkan rambut vellus. Rambut vellus adalah rambut halus dan tipis yang menutupi sebagian besar tubuh. Lanugo dan vellus bisa muncul dalam pola atau di seluruh area pertumbuhan rambut sang pengidapnya.

Penyebab hipertrikosis

Ada banyak teori mengenai penyebab hipertrikosis. Sebut saja hipertrikosis kongenital, yang bisa diturunkan dari anggota keluarga. Hipertrikosis jenis ini dipercaya disebabkan oleh gen pertumbuhan rambut yang menjadi sangat aktif, secara tak normal.

Banyak juga yang menyebutkan, gen hipertrikosis kongenital diturunkan dari para leluhur manusia, yang dulu membutuhkan bulu di kulit mereka, untuk bertahan dari cuaca dingin.

Kemudian, acquired hypertrichosis, yang baru muncul setelah seseorang menginjak usia dewasa, memiliki beberapa penyebab, seperti:

  • Malnutrisi
  • Pola makan yang buruk, atau gangguan makan tertentu, seperti anoreksia nervosa
  • Obat-obatan, seperti obat penumbuh rambut, imunosupresan tertentu, hingga steroid androgenik
  • Kanker dan mutasi sel
  • Penyakit autoimun yang berdampak pada kulit

Terkadang, mengidap kondisi porphyria cutanea tarda, yang menyebabkan kulit jadi sangat sensitif terhadap sinar UV, juga bisa memicu hipertrikosis.

Jika hipertrikosis hanya tumbuh di bagian tertentu, hal itu juga bisa disebabkan oleh kondisi kulit kronis, seperti lichen simplex, yang berhubungan dengan ruam, gatal dan menyebabkan garukan di bagian kulit tertentu.

Peningkatan pasokan darah (vaskularisasi) di satu area spesifik tubuh juga dapat menyebabkan hipertrikosis. Bahkan, bagian tubuh seseorang yang baru dipasangi gips, juga bisa mengalami gejala hipertrikosis.

Walau terdengar sangat mengerikan bagi banyak orang, hipertrikosis ternyata sangat jarang terjadi, terutama congenital hypertrichosis lanuginosa.

Pengobatan hipertrikosis

Sayangnya, tidak ada obat untuk menyembuhkan hipertrikosis. Anda tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah penyakit manusia serigala ini.

Untuk meringankan kondisi acquired hypertrichosis, Anda bisa menghindari berbagai macam obat, seperti yang mengandung minoxidil.

Meringankan gejala hipertrikosis memerlukan adanya proses pengangkatan rambut dari berbagai area di tubuh Anda, seperti:

  • Mencukur
  • Waxing
  • Memutihkan rambut (bleaching)
  • Pencukuran rambut dengan zat kimia

Namun, ada yang harus Anda pertimbangkan dari metode di atas. Efek seluruh metode di atas bersifat sementara. Apalagi, ada risiko yang bisa timbul, seperti iritasi kulit yang sakit dan menyebabkan rasa tak nyaman. Melakukan keempat metode di atas juga tidak mudah, apalagi untuk area-area tubuh tertentu.

Ada perawatan jangka panjang seperti elektrolisis dan operasi laser. Elektrolisis adalah penghancuran folikel rambut dengan muatan listrik kecil. Sementara itu, operasi laser melibatkan pengaplikasian sinar laser khusus pada bagian-bagian yang ditumbuhi rambut.

Baca Juga

  • 8 Penyebab Globus sensation atau Perasaan Mengganjal di Tenggorokan
  • Hati-hati, Cakaran Kucing Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
  • Beragam Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan dan Cara Mengatasinya

Catatan dari SehatQ

Tergantung pada jenis yang diidap, hipertrikosis seringkali disertai dengan gejala lain dan dapat dikaitkan dengan kondisi yang mendasarinya.

Mungkin ada beberapa faktor genetik yang memicu munculnya hipertrikosis. Jadi, jika Anda atau keluarga mengalami kondisi tersebut, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter. Jadi, Anda bisa mengetahui perawatan untuk mengatasinya.

Perlu diingat, melakukan perawatan terhadap gejala dan mengobati penyebabnya, merupakan satu-satunya pengobatan untuk hipertrikosis.

Advertisement

penyakitkesehatan rambutrambut kering

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved