Hipertensi pada Wanita: Penyakit yang Patut Diwaspadai

08 Mei 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Hipertensi pada wanita jangan disepelekan, harus dikonsultasikan ke dokter
Jangan sepelekan tekanan darah tinggi pada wanita, segera kunjungi dokter untuk penanganan.

Tekanan darah tinggi sebenarnya bisa terjadi pada wanita maupun pria, terutama seiring pertambahan usia. Namun, pola hipertensi pada wanita berbeda dengan pria.

Mitos yang sering kita dengar adalah bahwa tekanan darah tinggi merupakan penyakit pria. Wanita dan pria memiliki risiko yang sama untuk memiliki tekanan darah yang tinggi. Namun setelah menopause, wanita sebenarnya berisiko tinggi mengalami kenaikan tekanan darah.

Hipertensi pada Wanita, Penyakit yang Membunuh Diam-diam

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit dengan gejala peningkatan yang tidak terlihat jelas. Penderitanya kebanyakan baru menyadari memiliki tekanan darah tinggi ketika penyakit stroke atau serangan jantung mulai menyerang

Pada beberapa kasus, tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan mimisan, sakit kepala, dan pusing. Hal ini terjadi karena hipertensi bisa diam-diam menyerang Anda. Oleh karena itu, penting untuk memantau tekanan darah secara teratur.

Tanpa adanya diagnosis yang tepat, penderita tidak akan tahu bahwa mereka memiliki tekanan darah yang terus meningkat. Peningkatan tekanan darah dapat menjadi awal munculnya penyakit lain yang lebih parah. Jika Anda seorang wanita hamil, tekanan darah tinggi ini akan menjadi masalah serius, baik bagi Anda maupun janin.

Cegah Hipertensi pada Wanita dengan Rutin Cek Tekanan Darah

Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksa tekanan darah secara rutin. Hal ini dapat dilakukan di rumah sakit. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui berapa tekanan darah yang normal. Jadi, ketika menemukan adanya kenaikan tekanan darah, Anda dapat melakukan evaluasi dengan dokter ahli.

Kasus hipertensi pada wanita biasanya terjadi akibat konsumsi pil KB. Beberapa wanita yang mengonsumsi pil KB memiliki risiko tekanan darah tinggi. Namun, hal ini terjadi jika ibu memang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, atau memiliki anggota keluarga dengan hipertensi.

Semasa hamil, ibu akan mengalami kenaikan tekanan darah, sehingga harus terus dipantau. Hipertensi selama kehamilan bisa menyebabkan kondisi serius yang disebut preeklampsia.

Hipertensi pada Wanita Hamil Sebabkan Preeklampsia

Preeklampsia adalah suatu kondisi yang memengaruhi sekitar 5-8% wanita hamil. Kondisi ini akan berkembang setelah 20 minggu kehamilan dan jarang terjadi pada hamil muda. Gejalanya termasuk tekanan darah tinggi, sakit kepala, masalah hati atau ginjal, dan adanya kenaikan berat badan yang mendadak atau pembengkakan.

Preeklampsia merupakan kondisi yang serius. Sekitar 13% kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit ini. Risiko preeklampsia paling tinggi terjadi pada kelompok wanita berikut yang sedang hamil:

  • Remaja.
  • Usia 40 tahun ke atas.
  • Wanita dengan kehamilan kembar.
  • Obesitas.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-symptoms-women
Diakses pada Februari 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top