logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Penyebab Hiperpigmentasi Kulit dan Cara Ampuh Menghilangkannya

open-summary

Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak gelap pada kulit akibat produksi melanin yang berlebihan. Jenis hiperpigmentasi kulit, termasuk melasma dan peradangan kulit. Cara menghilangkan hiperpigmentasi bisa menggunakan salep, prosedur kecantikan tertentu, hingga bahan alami.


close-summary

3.22

(18)

17 Mar 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Hiperpigmentasi adalah menggelapnya warna kulit

Hiperpigmentasi dapat menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap dibandingkan area kulit lainnya

Table of Content

  • Apa itu hiperpigmentasi?
  • Jenis-jenis hiperpigmentasi kulit
  • Cara menghilangkan hiperpigmentasi
  • Bahan alami untuk mengatasi hiperpigmentasi
  • Catatan dari SehatQ

Hiperpigmentasi merupakan masalah kulit yang umum dialami oleh beberapa orang. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak gelap pada kulit. Meski umumnya tidak berbahaya, hiperpigmentasi kulit dapat mengganggu penampilan. Namun Anda tak perlu khawatir, karena ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya. 

Advertisement

Apa itu hiperpigmentasi?

Paparan matahari menyebabkan hiperpigmentasi
Paparan sinar matahari meningkatkan risiko hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak gelap pada kulit. Masalah kulit ini dapat disebabkan oleh produksi melanin, yakni pigmen pemberi warna kulit, yang berlebihan. Melanin diproduksi oleh sel kulit bernama melanosit.

Alhasil, bercak kulit menggelap muncul lebih banyak dibandingkan kulit normal di sekitarnya. Ada beberapa faktor atau kondisi yang dapat meningkatkan produksi melanin dalam tubuh sehingga muncul kondisi hiperpigmentasi kulit. Misalnya: 

  • Peradangan atau cedera pada kulit, seperti jerawat, luka gores, atau luka bakar.
  • Paparan sinar matahari terlalu sering atau lama.
  • Penuaan kulit.
  • Perubahan hormon, termasuk selama hamil atau akibat kondisi medis tertentu.
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti pil KB, obat kemoterapi, serta obat yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari.
  • Penyakit Addison, yakni kondisi medis yang menyerang kelenjar adrenal, tetapi dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit pada beberapa area tubuh yang mudah terpapar sinar matahari. Contohnya, wajah, leher, tangan, siku, dan lutut.  
  • Hemokromatosis, yaitu kondisi yang menyebabkan tubuh memiliki kadar zat besi terlalu banyak.

Hiperpigmentasi umumnya bisa timbul pada area kulit tertentu, atau muncul pada seluruh area kulit. 

Jenis-jenis hiperpigmentasi kulit

Hiperpigmentasi bisa karena peradangan kulit
Hiperpigmentasi bisa akibat munculnya jerawat

Berdasarkan pemicunya, hiperpigmentasi kulit terbagi menjadi berbagai macam jenis, yaitu:

1. Melasma

Salah satu jenis hiperpigmentasi kulit adalah melasma. Melasma merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya bercak gelap yang luas pada kulit. 

Umumnya, ciri-ciri hiperpigmentasi akibat melasma muncul pada area wajah, terutama dahi, tetapi juga dapat muncul pada area kulit lain, termasuk perut. 

Melasma adalah jenis hiperpigmentasi kulit yang disebabkan oleh perubahan hormon. Kondisi kulit ini dapat terjadi pada wanita hamil. 

Mengingat pada masa kehamilan, perubahan hormon sedang terjadi sehingga dapat memengaruhi produksi melanin. 

Selain kehamilan, orang yang tengah rutin mengonsumsi pil KB juga dapat mengalami melasma. 

2. Lentigo 

Lentigo adalah bintik-bintik berwarna cokelat atau hitam pada kulit. Biasanya, bintik lentigo terdapat pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari untuk jangka panjang (selama bertahun-tahun). Misalnya, wajah, tangan, dan bahu.

Ketika Anda beraktivitas di luar ruangan saat sinar matahari terasa begitu terik, tubuh secara otomatis akan memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari jangka panjang.

Ciri-ciri hiperpigmentasi ini bisa muncul secara lambat atau tiba-tiba pada kulit, seiring bertambahnya usia.

Ukuran hiperpigmentasi kulit akibat lentigo bisa beragam dan berbeda-beda, mulai dari 0,2 – 2 sentimeter. 

3. Post-inflammatory hyperpigmentation atau hiperpigmentasi pascainflamasi

Jenis hiperpigmentasi kulit berikutnya adalah post-inflammatory hyperpigmentation atau hiperpigmentasi pascainflamasi. 

Hiperpigmentasi ini dapat terjadi akibat adanya peradangan atau cedera pada kulit. Oleh karena itu, ada beberapa area kulit yang warnanya lebih gelap dibandingkan bagian kulit lain setelah terjadinya peradangan tersebut.

Hiperpigmentasi pascainflamasi yang dimaksud, termasuk yang disebabkan oleh jerawat, eksim, lupus, atau cedera pada kulit lainnya. Umumnya, peradangan kulit ini dialami oleh orang-orang yang memiliki kulit gelap.

4. Hiperpigmentasi kulit akibat penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab hiperpigmentasi kulit. 

Obat-obatan ini, termasuk obat antimalaria, obat antidepresan golongan trisiklik, hingga obat kemoterapi. Selain itu, bahan kimia dalam sejumlah obat oles juga dapat memicu hiperpigmentasi. 

Pada kasus penggunaan obat-obatan tersebut, warna kulit yang berbeda biasanya berubah menjadi warna keabu-abuan.

Cara menghilangkan hiperpigmentasi

Pada dasarnya, hiperpigmentasi kulit bukan merupakan kondisi yang berbahaya. 

Akan tetapi, kemunculannya tentu dapat menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu penampilan. 

Nah, berikut adalah berbagai cara menghilangkan hiperpigmentasi yang bisa dilakukan. 

1. Oleskan salep atau obat topikal

Gunakan salep untuk menghilangkan hiperpigmentasi
Salep hiperpigmentasi untuk mencerahkan kulit

Penggunaan salep atau obat topikal memang dapat menjadi pemicu hiperpigmentasi kulit. Namun, langkah ini juga bisa jadi salah satu cara menghilangkan hiperpigmentasi. 

Untuk memperoleh hasil yang optimal, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dulu agar mendapatkan rekomendasi salep hiperpigmentasi yang tepat. 

Adapun beberapa kandungan obat topikal atau salep yang umum diresepkan dokter untuk mengatasi hiperpigmentasi adalah sebagai berikut. 

2. Prosedur perawatan kulit

Mikrodermabrasi untuk hiperpigmentasi
Mikrodermabrasi dapat mengangkat lapisan epidermis kulit

Cara menghilangkan hiperpigmentasi yang ampuh adalah melalui prosedur perawatan kulit.

Beberapa prosedur perawatan kulit dapat mencerahkan area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Misalnya: 

  • Chemical peeling, yakni prosedur yang dilakukan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas sehingga mempercepat regenerasi sel kulit. Dengan ini, area kulit yang mengalami hiperpigmentasi bisa menjadi lebih cerah.
  • Mikrodermabrasi. Prosedur pengangkatan sel kulit mati menggunakan kristal-kristal halus dan vakum khusus. Prosedur ini bisa membantu mencerahkan, menghaluskan, serta meratakan warna kulit. 
  • Terapi laser. Prosedur perawatan untuk mengatasi masalah kulit akibat faktor usia, paparan sinar matahari, hingga perubahan hormon. 
  • Terapi Intense Pulsed Light (IPL). Prosedur untuk meningkatkan warna dan tekstur kulit menggunakan gelombang sinar dengan spektrum lebih luas. Terapi ini dapat merangsang pertumbuhan kolagen di dalam lapisan dermis kulit.

Untuk mengetahui prosedur yang tepat dan risiko efek samping yang mungkin terjadi, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit dulu. 

Bahan alami untuk mengatasi hiperpigmentasi

Selain melakukan pengobatan medis, Anda juga dapat mengandalkan bahan alami sebagai cara menghilangkan hiperpigmentasi. 

Terlebih, menurut studi yang dibuat dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, ada beberapa bahan alami yang terbukti dapat mengurangi tampilan hiperpigmentasi kulit. 

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa sejumlah bahan alami di bawah ini mungkin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan efektivitasnya. 

Maka dari itu, Anda perlu menggunakannya secara hati-hati. Bila perlu, lakukan tes pada kulit terlebih dulu untuk mencegah risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Berikut adalah bahan alami untuk mengatasi hiperpigmentasi yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Lidah buaya

Lidah buaya disebut dapat mengatasi hiperpigmentasi
Oleskan lidah buaya pada area kulit yang mengalami hiperpigmentasi

Lidah buaya dapat digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit selama masa kehamilan. 

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Cosmetic and Laser Therapy, penggunaan lidah buaya disebut dapat membantu mengurangi melasma pada ibu hamil.

Lidah buaya mengandung senyawa aloesin yang bekerja dengan menghambat produksi melanin pada kulit. Dengan begitu, kulit akan tampak lebih cerah. 

Anda dapat mengoleskan lidah buaya langsung dari tanamannya atau menggunakan produk gel Aloe vera yang ada di pasaran. 

Meski begitu, perlu diketahui bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat lidah buaya dalam menghilangkan hiperpigmentasi pada kulit. 

2. Teh hijau

Seduh teh hijau sebagai cara menghilangkan hiperpigmentasi
Seduh teh hijau, kemudian diamkan sampai suhunya lebih hangat

Cara alami mengatasi hiperpigmentasi pada kulit disebut bisa menggunakan teh hijau. Teh hijau merupakan sumber antioksidan dan anti peradangan. 

Dari hasil studi yang ada, ekstrak teh hijau dapat mengatasi melasma dan mengurangi sunburn. Anda hanya cukup menyeduh teh hijau selama 3-5 menit. Kemudian, didiamkan hingga tidak terlalu panas. 

Jika sudah lebih hangat, oleskan teh hijau pada area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. 

3. Ekstrak licorice

Sebuah studi dalam jurnal Fitoterapia menyebutkan bahwa ekstrak licorice dapat mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi. 

Ekstrak licorice atau dikenal dengan glabridin disebut memiliki zat antiradang, antioksidan, dan efek mencerahkan kulit. 

Anda dapat merasakan manfaat ini melalui penggunaan krim tanpa resep dokter yang mengandung glabridin. 

Baca Juga

  • Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Wajah Kusam yang Mudah dan Tepat
  • Cara Memilih dan Menggunakan Micellar Water untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat yang Tepat
  • Toner untuk Kulit Berminyak, Simak Cara Memilih dan Menggunakannya dengan Tepat

Catatan dari SehatQ

Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak gelap pada kulit. Walaupun tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu penampilan. Oleh karena itu, Anda dapat melakukan berbagai cara menghilangkan hiperpigmentasi pada kulit di atas.

Anda juga perlu melakukan tindakan pencegahan hiperpigmentasi, seperti selalu mengoleskan sunscreen atau tabir surya dengan minimal SPF 30 sebelum beraktivitas di luar rumah. 

Selain itu, kenakan pakaian lengan panjang atau topi saat beraktivitas di luar ruangan untuk memaksimalkan perlindungan dari paparan sinar matahari. 

Bila perlu, hindari melakukan aktivitas pada saat matahari sedang terik-teriknya, yakni pukul 10.00 pagi hingga 04.00 sore.

Jika masih punya pertanyaan seputar hiperpigmentasi pada kulit, tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.

Advertisement

perawatan kulitkulit dan kecantikanhiperpigmentasipencerah kulitmasalah kulit

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved